- Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administrator
- Wagub Jihan Dorong Pengelolaan Hutan Lampung yang Lestari dan Berkelanjutan
- Gubernur Lampung Dorong Transformasi Ekonomi, Pembangunan Dimulai dari Desa
- Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perbup Hiburan Organ Tunggal
- Rapat Paripurna KUA-PPAS 2027, Bupati Tekankan Anggaran Terarah dan Terukur
- Masyarakat Gadingrejo Sambut Antusias Gerakan Serentak Penetrasi Pasar
- Bupati Riyanto Pamungkas Ajak Wujudkan Pringsewu Bebas dari Perundungan
- Cegah Gangguan Sosial, Pemkab dan Forkopimda Sepakati Pembatasan Waktu Hiburan
- Bupati Ela Pimpin Apel Hari Pramuka ke-65
- Bank Lampung Salurkan CSR untuk Kota Metro
Gubernur Lampung Dorong Transformasi Ekonomi, Pembangunan Dimulai dari Desa

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam
mentransformasi paradigma pembangunan ekonomi daerah, dari pendekatan tetesan
ke bawah (trickle-down economy) menjadi penguatan ekonomi rakyat dari tingkat
perdesaan (bottom-up economy) berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 dan Asta Cita
Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal saat membuka kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP)
Lampung Semester II 2026, Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR), serta
Kinerja Sektor Jasa Keuangan Provinsi Lampung Semester II 2026, di Ballroom
Hotel Novotel, Selasa (13/10/26).
Acara strategis yang digelar sinergis bersama
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Kantor Wilayah Ditjen
Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Provinsi Lampung ini dihadiri oleh para Bupati/Wali Kota, Forkopimda, pimpinan
lembaga keuangan perbankan dan non-bank, asosiasi pelaku usaha, akademisi,
serta pimpinan media massa.
Baca Lainnya :
- Pemprov Dukung Kontingen LPTG Ikuti Swayamvara Tripitaka Gatha Nasional XII di Jambi0
- Pemprov Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Pangan0
- Pemprov Lampung Perkuat Investasi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah0
- Gubermur Lantik Satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Dua Pejabat Fungsional0
- Pemprov Lampung dan DPRD Perkuat Sinergi Awasi Distribusi BBM Bersubsidi0
Dalam pemaparannya, Gubernur Mirza menjelaskan
bahwa struktur perekonomian Provinsi Lampung yang 28 hingga 30 persen ditopang
oleh sektor pertanian menuntut adanya keberpihakan regulasi yang nyata bagi
para petani dan masyarakat perdesaan. Pola pembangunan lama yang berfokus
memberikan insentif modal kepada konglomerasi industri besar dinilai gagal
mengalirkan kesejahteraan ke tingkat paling bawah.
"Pasal 33 itu menyatakan koperasi, ekonomi
disusun secara bersama-sama, dari atas sampai bawah. Bawah itu dikuatkan dulu.
Koperasi adalah anchor, hub-hub ekonomi yang ada di desa-desa. Di desa-desa,
itu yang akan menjadi motor penggerak ekonomi, terus dia naik ke atas, naik ke
atas lagi sampai ke industri," tutur Gubernur.
Gubernur membeberkan, kebijakan afirmatif
Presiden Prabowo Subianto melalui kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah
menjadi Rp6.500 per kilogram serta ketegasan menyetop impor komoditas pertanian
secara nyata telah mengubah nasib jutaan keluarga petani di Lampung. Marjin
keuntungan petani kini mencapai 48 persen, dan pendapatan petani melonjak
hingga Rp3 juta sampai Rp5 juta per bulan.
"Ketika HET dinaikkan, harga beras naik?
Iya naik, tapi naiknya di tangan petani, naiknya di tangan ini. Keuntungan petani
naik 30%. Hari ini keuntungan 48%, ada di petani," ujar Gubernur Mirza.
Dampak langsung pergeseran paradigma tersebut,
lanjut Gubernur, tercermin dari capaian makro ekonomi Lampung yang kini
menempati peringkat kedua pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Sumatera pada
semester II 2026 sebesar 5,29%. Selain itu, tingkat kemiskinan di Lampung
berhasil dipangkas 1 persen dalam kurun waktu satu tahun, tiga kali lebih cepat
dibandingkan rata-rata tahunan era sebelumnya yang hanya berkisar 0,3 persen.
Penguatan daya beli masyarakat desa juga
divalidasi oleh data transaksi riil di lapangan. Mengutip data Bapenda,
Gubernur mengungkapkan bahwa pembelian unit kendaraan baru melonjak 43 persen
yang didominasi oleh kendaraan niaga dan komersil penunjang logistik pangan,
seperti truk (naik 220 persen), van (naik 123 persen), dan pick-up (naik 78
persen). Peningkatan serupa terjadi pada volume pengiriman logistik, transaksi
ibadah kurban (sapi naik 109 persen, domba naik 141 persen), serta perjalanan
umrah warga.
Menutup arahannya, Gubernur Mirza menekankan
bahwa kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Lampung adalah percepatan
hilirisasi komoditas unggulan di tingkat desa, mengingat saat ini masih ada 55
persen potensi komoditas daerah (sawit, karet, kopi, tebu, kakao) yang belum
terhilirisasi.
Ia menginstruksikan seluruh bupati dan wali
kota menyelaraskan kebijakan lokal guna menyiapkan fasilitas pengeringan
(dryer), sentra peternakan, kawasan industri beras rakyat, serta peningkatan
kompetensi vokasi SDM lokal sejak bangku sekolah.
"Maka kabupaten/kota, kita sama-sama fokus
ke desa. Desanya naik kelas, Bapak Ibu sekalian. Saya yakin kalau ini dilakukan
secara terorganisir, secara gotong-royong, ini akan menjadi basis utama kita.
Kita basisnya kuat, bisa tumbuh di Provinsi Lampung," pungkas Gubernur.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











