- Polda Bersama Bapanas RI dan Stakeholder Laksanakan Sidak Saber Pangan di RPH Terbesar Lampung
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 17,29 Kg Sabu di Bakauheni
- Sekda Lampung Barat Pantau Harga Bapokting di Pasar Liwa
- Wali Kota Metro Pimpin Rakor Bulanan, Tekankan Stabilitas Harga dan Kesiapsiagaan Ramadan
- Kota Metro Terpilih Sebagai Lokasi Uji Coba Digitalisasi Bansos
- Bupati Tanggamus Hadiri Pelantikan Kepala Pekon Hasil PAW
- Kawanara 1.335 Hektare Candipuro Diproyeksikan jadi Pusat Pertanian Modern
- Safari Ramadan Pemprov Lampung di Kalianda Dimatangkan
- Asisten I Tubaba Pimpin Rakor Satgas MBG, Pemkab Perkuat Evaluasi dan Tata Kelola Program
- Satresnarkoba Polres Tanggamus Amankan 12 Orang Terduga Penyalahguna Sabu di Bulok
Kota Metro Terpilih Sebagai Lokasi Uji Coba Digitalisasi Bansos

METRO, MFH,-- Kota Metro menjadi
salah satu dari 41 kabupaten/kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai pilot
project digitalisasi bantuan sosial oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi pada 2026. Penunjukan tersebut menandai langkah
strategis pemerintah pusat dalam mempercepat reformasi tata kelola perlindungan
sosial berbasis digital.
Informasi itu disampaikan Wali Kota
Metro yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat,
Rosita, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis
(19/02/2026).
Dalam sambutannya, Rosita menyebut
penunjukan tersebut sebagai prestasi yang patut dibanggakan. “Suatu prestasi
yang patut kita banggakan, Kota Metro menjadi satu-satunya daerah di Provinsi
Lampung yang akan menjadi pilot project digitalisasi program ini. Artinya, nama
Kota Metro dipandang mampu mengemban tugas ini,” ujar Rosita.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan di Pasar Cendrawasih0
- Ribuan Warga Padati Masjid Taqwa, Wali Kota Metro Sambut Ustadz Abdul Somad0
- Pemkot Metro dan Kodim 0411/KM Bersinergi dengan Gerakan Korve, Jaga Kebersihan Lingkungan0
- Pemkot dan Polres Metro Perkuat Sinergi Keamanan Berbasis Masyarakat0
- Pemkot Metro Raih Penghargaan Kualitas Tinggi Ombudsman0
Ia menambahkan, pelaksanaan teknis
program akan dijelaskan lebih lanjut oleh Dinas Sosial. Rosita berharap
implementasi digitalisasi bansos di Kota Metro dapat berjalan optimal dan
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan
warga kurang mampu.
Menurutnya, kolaborasi lintas
perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut. “Di sini sudah
ada Bappeda, Disdukcapil, juga Kominfo. Nanti kita siasati agar program ini
dapat berjalan tanpa menggunakan dana APBD. Rencananya, pada bulan Oktober
kegiatan ini akan diresmikan,” tambahnya.
Secara nasional, Pemerintah
Indonesia memperluas piloting digitalisasi bansos ke 41 kabupaten/kota pada
2026, menyusul keberhasilan uji coba di Banyuwangi sejak September 2025. Sistem
ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) berbasis Nomor
Induk Kependudukan (NIK) dan biometrik guna meningkatkan akurasi data penerima
serta menekan inclusion dan exclusion error.
Pendaftaran bantuan dilakukan
melalui portal Perlinsos yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan
Digital (IKD). Bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone, disiapkan agen
perlinsos seperti pendamping PKH, TKSK, dan operator desa untuk membantu proses
pendaftaran.
Kepala Dinas Sosial Kota Metro, AC
Yuliwati, menjelaskan bahwa di Provinsi Lampung, hanya Kota Metro yang ditunjuk
sebagai lokasi piloting. “Secara nasional awalnya 41 daerah dan dalam
perkembangannya menjadi 44 piloting. Ini mengacu pada suksesnya piloting tahun
2025 di Banyuwangi, meskipun hasilnya baru terlihat dari sisi data dan akan
diketahui lebih lanjut setelah sensus ekonomi oleh BPS pada Februari 2026,”
jelasnya.
Ia memaparkan, manfaat digitalisasi
bansos antara lain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui akses
data daring, mengurangi potensi penyalahgunaan, mempercepat distribusi bantuan,
menjangkau daerah terpencil, serta memudahkan keluarga penerima manfaat.
Berdasarkan hasil Survei Sosial
Ekonomi Nasional (Susenas) yang dirangkum oleh Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional dan Badan Pusat Statistik, digitalisasi dengan perbaikan akurasi data
dinilai lebih efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Simulasi menunjukkan
perbaikan akurasi target hingga 50–70 persen berpotensi menyumbang penurunan
kemiskinan sebesar 0,53 persen serta penghematan anggaran Program Keluarga
Harapan (PKH) hingga Rp16,6 triliun.
Dalam simulasi tersebut, ketika
akurasi target masih 41 persen, tingkat kemiskinan tercatat 8,47 persen dengan
anggaran PKH sebesar Rp29 triliun untuk 10 juta keluarga penerima manfaat.
Namun, saat akurasi meningkat menjadi 70 persen, tingkat kemiskinan turun
menjadi 7,85 persen dengan anggaran Rp23 triliun dan sasaran 8 juta keluarga
penerima, berdasarkan hasil simulasi sensus ekonomi nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas
Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Metro, Sri Amanto, menyatakan
pihaknya mendukung penuh pelaksanaan digitalisasi bansos. “Kami memastikan
layanan internet tidak mengalami blind spot, khususnya di kantor-kantor
kelurahan, agar pelayanan digitalisasi berjalan optimal. Sosialisasi juga akan
kami lakukan melalui website resmi, media sosial pemerintah, dan Radio
Metropolis agar masyarakat memahami program ini,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo
Metro]










3.jpg)