- Kakanwil Kemenag Tekankan Penguatan Pelayanan Umat Saat Kunjungan ke KUA Gisting Tanggamus
- Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya
- PTPN I Polisikan Lansia 72 Tahun Kasus Pencurian Getah Karet
- Rekam Jejak Polwan Pertama jadi Kapolsek di Polres Tanggamus, dari Reskrim Hingga Humas
- SDN 1 Tekad Raih Juara 1 Tari Kreasi dan jadi Juara Umum FLS3N Kecamatan Pulau Panggung
- Kabidkeu dan Kabid Dokkes Polda Lampung Pimpin Apel Pamatwil Polres Tanggamus
- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
Lampung Masuk 10 Besar Tujuan Wisata Nasional
Pariwisata Dorong Perputaran Ekonomi Tembus Rp 53 Triliun

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Sektor
pariwisata Provinsi Lampung mencatat kinerja impresif sepanjang tahun 2025 dan
semakin menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian
daerah. Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang kuat dan konsisten tidak hanya mengangkat
posisi Lampung dalam peta pariwisata nasional, tetapi juga memberikan dampak
nyata terhadap perputaran ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan
UMKM.
Berdasarkan data Badan Pusat
Statistik (BPS), sepanjang Januari–November 2025 jumlah perjalanan wisatawan
nusantara dan mancanegara ke Provinsi Lampung mencapai 24.702.664 perjalanan.
Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 53,50 persen dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya, menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan
kunjungan tertinggi di Sumatera dan melampaui rata-rata nasional.
Secara nasional, capaian ini
menempatkan Lampung masuk dalam 10 destinasi wisata yang diminati wisatawan
nusantara versi Kementerian Pariwisata. Pada September 2025, Lampung berada di
posisi kesembilan nasional dengan 2.159.343 perjalanan wisatawan, bahkan
melampaui Bali yang mencatat sekitar 2,12 juta perjalanan pada periode yang
sama. Dari perspektif regional, Lampung menjadi provinsi tujuan wisata terbesar
kedua di Sumatera dengan kontribusi sekitar 13,26 persen terhadap total
perjalanan wisatawan nusantara.
Baca Lainnya :
- 9 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Berganti, Kapolda Gelar Upacara Sertijab0
- Pemprov Lampung Dorong Transformasi Digital Melalui Kolaborasi Penyelenggaraan Kegiatan AI Ideathon0
- Provinsi Lampung–Jawa Tengah Sepakati 11 Kerja Sama Strategis0
- Syukuran 80 Tahun Intelijen Polri, Ditintelkam Polda Lampung Gelar Yasinan dan Santuni Anak Yatim0
- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri 20270
Momentum pertumbuhan ini juga
tercermin pada periode puncak mobilitas nasional. Selama libur Natal dan Tahun
Baru 2025/2026, Provinsi Lampung tercatat sebagai salah satu dari 10 tujuan
favorit wisatawan nasional dengan estimasi kunjungan mencapai sekitar 2,35 juta
orang. Capaian tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan pariwisata Lampung
tidak bersifat musiman, melainkan berlangsung secara berkelanjutan.
Kinerja ini langsung berkontribusi
nyata bagi perekonomian. Sektor
pariwisata menyumbang Rp.53.110.727.600.000 terhadap Perekonomian Daerah
Lampung, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai [74]%, tercepat dalam lima tahun
terakhir.
Jika dibandingkan dengan PDRB Atas
Dasar Harga Berlaku (ADHB) Lampung TW III 2025. Dinas Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Provinsi Lampung mencatat sektor pariwisata menyumbang hampir 6 persen
terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung.
Dari sisi belanja, rata-rata
pengeluaran wisatawan di Lampung pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp2,15
juta per kunjungan. Perputaran uang ini memberikan dampak luas, khususnya bagi
lebih dari 3.000 UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi,
dan jasa pendukung lainnya.
Selain itu sektor pariwisata juga
berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. BPS Provinsi Lampung
mencatat jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus 2024–Agustus 2025
mencapai 4.853 ribu orang, dengan penambahan tenaga kerja terserap sebanyak
65,79 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif
diperkirakan menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja, baik formal maupun
informal, sekaligus berperan dalam menjaga tingkat pengangguran tetap
terkendali.
Kinerja pariwisata turut tercermin
pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di
Provinsi Lampung rata-rata tahun 2024 tercatat sebesar 47,11 persen, sedangkan
bulan November 2025, TPK hotel berbintang berada di angka 48,93 persen,
sementara non Bintang 25,60%.
Prestasi ini semakin diperkuat
dengan pengakuan nasional, di mana Lampung masuk dalam jajaran 10 Destinasi
Pariwisata yang diminati utk dikunjungi oleh wisatawan nusantara versi
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Secara kewilayahan, pergerakan
wisatawan masih terpusat di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan,
Lampung Tengah, dan Pesawaran. Wilayah-wilayah tersebut menjadi episentrum
pariwisata sekaligus pusat perputaran ekonomi daerah, didukung oleh destinasi
unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Pantai Tanjung
Setia, serta berbagai destinasi wisata alam dan bahari lainnya.
Kolaborasi yang solid antara
pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, diperkuat dengan dukungan
penyelenggaraan berbagai event unggulan seperti Krakatau Festival dan Lampung
Festival, serta pengembangan sport tourism melalui ajang Krakatau Run, menjadi
fondasi penting dalam mendorong daya saing dan keberlanjutan sektor pariwisata
Lampung.
Secara makro, kinerja sektor
pariwisata Lampung sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pariwisata telah berkembang
menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya
mendorong peningkatan kunjungan, sektor ini juga memperkuat struktur ekonomi
daerah, memperluas kesempatan kerja, serta menggerakkan UMKM sebagai fondasi
kesejahteraan masyarakat Lampung. [MFH/Diskominfotik Lampung]











3.jpg)