- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Pemkab Pesawaran Sampaikan Duka Atas Musibah Tenggelamnya Dua Pelajar

PESAWARAN, MFH,-- Pemerintah
Kabupaten Pesawaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tenggelam
yang menimpa dua warga Desa Batang Hari Ogan, Kecamatan Tegineneng, pada Jumat,
12 Desember 2025.
Peristiwa ini merenggut dua korban
jiwa, yakni atas nama Alivia Ayu Hanifa Binti Indra Nugraha (11 tahun) dan
Kaisya Nur Alifah Binti Deny Irawan (11 tahun), yang keduanya merupakan pelajar
di SDN 4 Tegineneng.
Berdasarkan informasi yang
dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 16.30 WIB saat kedua korban bersama
tiga rekannya berenang di aliran Bendungan Kali Sungai Sekampung Feeder Canal
1, Desa Batang Hari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Kondisi
arus yang deras serta kedalaman aliran air sekitar lima meter mengakibatkan
salah satu korban terbawa arus.
Baca Lainnya :
- Pemkab Pesawaran Lantik 123 Pejabat Fungsional0
- Sensus Ekonomi 2026 jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan Ekonomi Pesawaran0
- Pesawaran Pertahankan Predikat Informatif Pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik0
- Bupati Tinjau Kerusakan Pasar Trikora Akibat Angin Kencang0
- Bupati Pesawaran Gelar Doa Bersama Lintas Agama0
Upaya pertolongan yang dilakukan
oleh korban lainnya justru berujung pada hanyutnya kedua korban. Warga sekitar
yang mengetahui kejadian tersebut segera meminta bantuan, namun proses evakuasi
awal terkendala oleh tingginya debit air dan kondisi hujan deras.
Menindaklanjuti laporan yang
diterima sekitar pukul 17.00 WIB, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui
Pemerintah Kecamatan Tegineneng dan Pemerintah Desa Batang Hari Ogan langsung
bergerak cepat berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait.
Camat Tegineneng Aep Alamsyah
menjelaskan bahwa upaya pencarian dilakukan secara terpadu oleh Basarnas
Lampung, BPBD Kabupaten Pesawaran, Tagana, jajaran Polsek Tegineneng,
pemerintah desa, serta dibantu masyarakat setempat dengan menyusuri aliran
irigasi dari lokasi kejadian hingga pintu air/DAM Trimurjo wilayah Kabupaten
Lampung Tengah.
Hasil pencarian membuahkan hasil,
korban pertama, An. Alivia Binti Indra Nugraha, pada Jumat malam sekitar pukul
19.45 WIB ditemukan dalam keadaan meninggal dunia berjarak kurang lebih 400
meter dari lokasi awal kejadian.
Pencarian kemudian dilanjutkan
hingga malam hari dan dihentikan sementara pada pukul 00.00 WIB karena
keterbatasan visibilitas dan faktor keselamatan. Operasi pencarian kembali
dilanjutkan pada Sabtu pagi, 13 Desember 2025, mulai pukul 06.30 WIB dengan
pembagian tiga tim pencarian di beberapa arah aliran irigasi.
Sekitar pukul 09.40 WIB, korban
kedua An. Kaisya Binti Deny Irawan akhirnya ditemukan di aliran Irigasi DAM 38,
Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur, dengan jarak sekitar 19
kilometer dari lokasi awal kejadian, juga dalam kondisi meninggal dunia.
Kedua korban telah dimakamkan di
Desa Batang Hari Ogan dengan didampingi keluarga, aparat pemerintah, dan
masyarakat setempat.
Menaggapi peristiwa ini, Camat
Tegineneng Aep Alamsyah mewakili Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyampaikan
belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.
Pemerintah juga menyampaikan
apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses
pencarian dan penanganan musibah, termasuk Basarnas Lampung, BPBD Kabupaten
Pesawaran, Tagana, Polsek Tegineneng, pemerintah desa, serta masyarakat yang
turut membantu tanpa mengenal lelah.
Ia turut mengimbau kepada seluruh
masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam beraktivitas
di sekitar sungai, bendungan, dan aliran irigasi, terutama pada musim penghujan
dengan debit air yang tinggi dan arus yang deras.
"Kami Juga mengimbau kepada
seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat
beraktivitas di sekitar sungai atau aliran air yang memiliki arus deras
terutama di musim penghujan ini," imbaunya. [MFH/Diskominfo Pesawaran]











3.jpg)