- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP

BANDARLAMPUNG, MFH,-- Sekretaris
Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan memimpin Entry Meeting Evaluasi atas
Pelaksanaan Program Sekolah Rakyat Provinsi Lampung, yang berlangsung di Ruang
Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (6/2/2026).
Evaluasi tersebut difokuskan pada
pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 di Kabupaten Lampung Selatan
untuk Tahap 1B serta Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 di Kota Bandar Lampung
untuk Tahap 1C.
Rapat ini dihadiri oleh Kepala
Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung
Agus Setiyawan, beserta jajaran BPKP Lampung, Kepala Dinas Sosial Lampung,
Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)
Provinsi Lampung, serta instansi pemerintah pusat dan daerah terkait lainnya.
Baca Lainnya :
- Polda Lampung Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Antarprovinsi0
- Polda Lampung Ungkap Penipuan Umrah Ilegal, 10 Jemaah Jadi Korban0
- Polda Lampung Ungkap Kasus Pemerasan Melalui Konten ITE0
- Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur akan Dibangun Ulang0
- Dorong Produktivitas ASN, Pemprov Lampung Sosialisasikan Aturan Jam Kerja0
Dalam kesempatannya, Sekdaprov
Lampung Marindo Kurniawan menyampaikan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk
meninjau secara menyeluruh pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Provinsi
Lampung agar berjalan optimal dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
“Program Sekolah Rakyat ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan
akses pendidikan yang layak bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan
evaluasi yang komprehensif agar pelaksanaannya tepat sasaran, terkoordinasi,
dan berkelanjutan,” ujar Marindo.
Ia menegaskan pentingnya sinergi
antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan
agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan efektif, mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Lampung Agus Setiyawan menyampaikan bahwa BPKP memperoleh mandat untuk melakukan pengawasan terhadap Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari agenda prioritas pengawasan tahun 2026.
“Pengawasan ini merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya. Kami sudah
melakukan pengawasan langsung ke SRMA 32 Lampung Selatan dan melihat proses
pembelajaran yang berjalan cukup baik, termasuk penggunaan bahasa Inggris
sebagai pengantar serta pemanfaatan perangkat digital yang interaktif antara guru
dan siswa,” ujar Agus.
Menurutnya, dalam kurun waktu enam
bulan pelaksanaan pendidikan, perkembangan Sekolah Rakyat menunjukkan capaian
yang positif. Namun demikian, BPKP tetap akan melakukan pengawasan terhadap
tiga sekolah yang menjadi objek evaluasi dengan sejumlah indikator utama.
Pengawasan tersebut mencakup
keselarasan kebijakan pemerintah pusat dan daerah, implementasi kebijakan di
lapangan, serta evaluasi pelaksanaan program. Selain itu, BPKP juga akan
menilai aspek tata kelola, manajemen risiko, dan akuntabilitas keuangan dalam
penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Ia menambahkan, penguatan
kurikulum, kesiapan tenaga pendidik, dan dukungan pemerintah daerah menjadi
faktor penting untuk mengantisipasi hambatan dalam penyelenggaraan Program
Sekolah Rakyat, sehingga tujuan utama mencerdaskan kehidupan bangsa dapat
tercapai secara optimal. [MFH/Adpim]











3.jpg)