- Saat Muharam jadi Ruang Penebar Kebahagiaan bagi Yatim dan Penyandang Disabilitas
- Lampung Perkuat Peningkatan SDM, Gubernur Mirza Ajak PTMA Bersinergi
- Camat Talang Padang Pimpin Bersih-bersih Titik Rawan Banjir
- Wali Kota Metro Lepas 15 Atlet Airsoftgun Komunitas KDRT ke Kejurnas INASOC II Jakarta
- Wakil Wali Kota Metro Hadiri Pembukaan Turnamen Tenis Kapolres Cup 2026
- Azwar Hadi Kembali Pimpin PMI Lampung Timur Periode 2026–2031
- Sekda Rustam Effendi Buka MUSKAB V PMI Lampung Timur
- Bupati Parosil Mabsus Tegaskan Komitmen Antikorupsi
- Bupati Imbau Warga Lambar Beri Data Jujur Saat Petugas Sensus Ekonomi Datang
- Pemkab Rakor Percepat Penyusunan Perbup Pencegahan Pernikahan Dini dan Perlindungan Anak
Pemkab Pesisir Barat Teken Kerja Sama Pengelolaan Kawasan Agroindustri Terpadu

PESISIR BARAT, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat resmi
menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan kawasan usaha
agroindustri terpadu bersama PT. Dwi Hasta Anugerah, bertempat di ruang payung
agung lantai 4, komplek perkantoran Pemda kabupaten pesisir Barat,
(Rabu 18/2/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut
dipimpin langsung oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, sebagai langkah
strategis pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi komoditas kelapa serta
meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.
Turut hadir mendampingi, Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Drs. Zukri Amin, M.P., beserta jajaran Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Baca Lainnya :
- Refleksi Satu Tahun Pengabdian Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Barat0
- Pemkab Resmi Tutup Turnamen Usia Muda Dispora Cup 2026 0
- Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Pelantikan Pengurus PSOI Periode 2026–2030 0
- Pemkab Pesibar Gelar Musrenbang RKPD 2026 Tingkat Kecamatan Gabungan di Krui Selatan0
- Percepatan ETPD di Pesisir Barat, Bupati Dedi Irawan Dorong Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah0
Dalam sambutannya, Bupati
menyampaikan bahwa Kabupaten Pesisir Barat memiliki potensi perkebunan kelapa
yang besar dan tersebar di berbagai pekon. Namun demikian, pemanfaatan kelapa
selama ini masih didominasi pada bagian daging dan airnya, sementara sabut
kelapa belum dikelola secara optimal dan memiliki nilai tambah yang relatif
rendah.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin
mengubah paradigma tersebut. Sabut kelapa bukan lagi dianggap sebagai limbah,
tetapi sebagai bahan baku industri bernilai ekonomi tinggi,” ujar Bupati.
Melalui pengembangan kawasan
agroindustri terpadu ini, sabut kelapa direncanakan akan diolah menjadi
berbagai produk turunan seperti coco fiber dan coco peat yang memiliki peluang
pasar domestik maupun ekspor. Langkah ini menjadi upaya konkret Pemkab Pesisir
Barat agar tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu
mengembangkan industri pengolahan yang memberikan nilai tambah, membuka
lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kerja sama ini sekaligus
mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang
kondusif, transparan, dan saling menguntungkan. Pemerintah menegaskan bahwa
pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia
usaha.
Bupati juga berharap pihak
perusahaan dapat mengelola kawasan industri dengan memperhatikan aspek
keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masyarakat sekitar diharapkan dapat
dilibatkan sebagai tenaga kerja, mitra pemasok bahan baku, maupun bagian dari
rantai nilai industri.
Selain itu, seluruh perangkat daerah
terkait diinstruksikan untuk memberikan dukungan penuh, melakukan pendampingan,
serta memastikan proses perizinan dan fasilitasi berjalan sesuai ketentuan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi
tonggak penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis
agroindustri, sekaligus memperkuat hilirisasi komoditas kelapa guna mewujudkan
pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Kabupaten Pesisir Barat.
[MFH/ Diskominfotiksan]











3.jpg)