- Sekdaprov Marindo Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas
- Kepala Kemenag Ajak Masyarakat Manfaatkan Gerai Kementerian Agama di MPP Bandar Lampung
- Kemenag Bandar Lampung Tuntaskan Pembinaan 780 Guru PAI Penerima Sertifikasi
- Kabupaten Tanggamus Masuk 30 Daerah Program LSDP
- Antisipasi Antrean SPBU, Polres Tanggamus Siagakan Personel dan Tekan Pelanggaran Anggota
- Pemkab Pringsewu Lakukan Penetrasi Pasar di Kecamatan Pagelaran
- Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS Kabupaten Pringsewu Tahun 2026 Ditandatangani
- Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Beras di Bumiarum
- Pemkab Pringsewu Laksanakan Pembinaan SPIP Terintegrasi
- Bupati Parosil Buka Festival Kreasi GTK Ditandai Pemukulan Gamolan Pekhing
Bangun Lampung Berkarakter, Pemprov Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Adat

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai
bagian dari pembangunan Provinsi Lampung
yang berlandaskan nilai budaya dan kearifan lokal.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat
menggelar jamuan makan siang dan silaturahmi bersama Sai Batin Lima Makhga Way
Handak, Kabupaten Lampung Selatan, di Mahan Agung, Sabtu (27/06/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Pangeran Cahya
Marga (Sai Batin Marga Ratu Keratuan Menangsi) Syafrudin, Pangeran Tihang Marga
(Sai Batin Marga Legum) Azhar Marzuki, Pangeran Naga Beringsang V (Sai Batin
Marga Dantaran) Ahmad Fajrin, Pangeran Penyimbang Agung (Sai Batin Marga
Pesisir Rajabasa) David Marison, serta Pangeran Sesuhuman Sampurna Jaya (Sai
Batin Marga Katibung) M. Abas'sy.
Baca Lainnya :
- Saat Muharam jadi Ruang Penebar Kebahagiaan bagi Yatim dan Penyandang Disabilitas0
- Lampung Perkuat Peningkatan SDM, Gubernur Mirza Ajak PTMA Bersinergi0
- Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Baru Masuki Tahap Akhir0
- Gubernur Dorong Kebangkitan Desa-Desa Budaya Lampung0
- Gubernur Mirza Dorong Lulusan Teknik Ambil Peran Aktif dalam Pembangunan Lampung0
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur bersama para
Sai Batin membahas arah pembangunan Lampung ke depan yang tidak hanya
berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kebudayaan,
peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pelestarian adat sebagai
identitas daerah.
"Kami berdiskusi banyak hal tentang arah
pembangunan Provinsi Lampung ke depan, bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga
pembangunan kebudayaan dan SDM. Kami sepakat kebudayaan Lampung yang sangat
kaya ini harus terus dilestarikan melalui kolaborasi pemerintah dengan
masyarakat adat," ujar Gubernur.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemerintah
Provinsi Lampung tengah menyiapkan sejumlah program untuk penguatan adat di
Lampung Selatan.
"Di Lampung Selatan ada program yang
spesifik, dan pada prinsipnya lima marga akan kita sentuh," katanya.
Mewakili Sai Batin Lima Makhga Way Handak,
Pangeran Sesuhuman Sampurna Jaya M. Abas'sy menyampaikan apresiasi atas
perhatian Gubernur terhadap pelestarian adat serta pembangunan masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada Bapak
Gubernur yang telah menerima kami. Apa yang dibicarakan hari ini sangat
berpotensi membangun adat agar lebih dikenal, dan kami sangat mendukung
program-program beliau untuk memajukan adat," ujarnya.
Ia menegaskan masyarakat adat siap mendukung
seluruh program pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung.
"Gagasan Pak Gubernur sangat membangun.
Bukan hanya membangkitkan adat, tetapi juga perekonomian masyarakat. Kami
optimistis jika program ini berjalan akan membawa perubahan bagi Lampung
Selatan dan Provinsi Lampung," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan silaturahmi tersebut
menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga identitas daerah melalui
pelestarian adat.
"Adat merupakan bagian dari kebudayaan
Lampung yang harus dijaga. Karena kalau budayanya maju, tentu Lampung juga
berkemajuan. Aspirasi para tokoh adat menjadi masukan penting dalam menetapkan
kebijakan ke depan," katanya.
Thomas menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung
telah menetapkan 16 desa budaya melalui Surat Keputusan Gubernur sebagai upaya
merawat identitas budaya sekaligus mewariskan kekayaan budaya Lampung kepada
generasi muda. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)