- Pemkab Pringsewu Lakukan Penetrasi Pasar di Kecamatan Pagelaran
- Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS Kabupaten Pringsewu Tahun 2026 Ditandatangani
- Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Beras di Bumiarum
- Pemkab Pringsewu Laksanakan Pembinaan SPIP Terintegrasi
- Bupati Parosil Buka Festival Kreasi GTK Ditandai Pemukulan Gamolan Pekhing
- Senam Bersama Ribuan Warga, Ibu 49 Tahun dari Padang Dalom Berangkat Umroh Gratis
- 14 Bantuan Alsintan Diserahkan, Bupati Ingatkan Jangan jadi Pajangan
- Pemkab Pesisir Barat Matangkan Konsep Kawasan Terpadu dan Ramah Lingkungan
- Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa
- Polsek Wonosobo Amankan Tiga Pelaku Curas Pengancam Sopir Truk Pakai Badik, Dua Diantaranya Pelajar
Bupati Parosil Buka Festival Kreasi GTK Ditandai Pemukulan Gamolan Pekhing

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat
Parosil Mabsus membuka Festival Kreasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)
se-Provinsi Lampung Tahun 2026 yang dipusatkan di GOR Aji Saka, Kawasan
Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (1/9/2026).
Pembukaan Festival KREASI GTK tersebut ditandai
dengan pemukulan gamolan pekhing, alat musik tradisional khas Lampung.
Festival yang berlangsung selama empat hari,
mulai 31 Agustus hingga 3 September 2026, diikuti perwakilan guru dan tenaga
kependidikan dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Baca Lainnya :
- Senam Bersama Ribuan Warga, Ibu 49 Tahun dari Padang Dalom Berangkat Umroh Gratis0
- 14 Bantuan Alsintan Diserahkan, Bupati Ingatkan Jangan jadi Pajangan0
- Bupati Lampung Barat Lepas Empat ASN Purna Tugas0
- Lampung Barat Raih Juara Kabupaten Terkreatif di Lampung Tapis Karnaval 20260
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla0
Mengusung tema “Pembelajaran Mendalam Berakar
Budaya”, Festival KREASI GTK menjadi wadah bagi para guru dan tenaga
kependidikan untuk berbagi gagasan, inovasi, kreativitas, serta praktik baik
dalam dunia pendidikan.
Festival KREASI GTK tidak hanya diisi dengan
forum diskusi dan berbagi pengalaman, tetapi juga menghadirkan bazar serta
pameran karya dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Berbagai karya yang ditampilkan meliputi
inovasi pembelajaran, produk unggulan sekolah hingga kerajinan tangan.
Para peserta juga mengikuti talk show inovatif
yang menghadirkan guru dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman dan
praktik baik dalam pembelajaran.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi berbagai
perlombaan, kegiatan senam Anak Indonesia Hebat bersama Yayasan Jantung
Indonesia, serta pengumuman dan pemberian penghargaan kepada peserta.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan soft
launching Unit Layanan Disabilitas Akomodasi yang Layak (ULD AYL) yang ditandai
dengan penekanan tombol secara bersama-sama.
Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Peningkatan
Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Prof. Maila Dinia
Husni Rahiem, M.A., Ph.D., yang mewakili Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Turut hadir Direktur Guru Pendidikan Menengah
dan Pendidikan Khusus Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., Kepala BGTK Lampung Hendra
Apriawan, S.T., Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin, unsur Forkopimda,
Ketua TP-PKK, Ketua IKAD, Ketua organisasi wanita, Sekretaris Daerah, para staf
ahli, asisten, kepala perangkat daerah, camat, serta kepala sekolah jenjang
PAUD, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Lampung Barat.
Bupati Lampung, Barat Parosil Mabsus,
mengatakan Festival KREASI GTK menjadi momentum untuk memperkuat sinergi
antarinstansi pendidikan di Provinsi Lampung.
Menurutnya, pola pendidikan tidak dapat
diseragamkan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Setiap wilayah memiliki
budaya, karakter masyarakat dan kondisi lingkungan yang berbeda sehingga perlu
menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pendidikan.
“Bagaimana kita melakukan sinergi antarinstansi
pendidikan di Lampung. Tidak bisa disamakan satu daerah dengan daerah yang
lain, terutama dalam budaya pendidikannya. Festival ini menjadi salah satu
wadah untuk kita berkolaborasi,” kata Parosil.
Ia berharap pelaksanaan Festival KREASI GTK dapat
membawa suasana baru bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Lampung
Barat.
Parosil menilai pembelajaran perlu terus
dikembangkan agar lebih menyenangkan, kreatif dan mampu menyesuaikan dengan
perkembangan zaman.
Selain penguatan pembelajaran, menurut Parosil,
pemerintah daerah juga harus memastikan program pendidikan yang dijalankan
memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam rangkaian Festival KREASI GTK, Pemerintah
Kabupaten Lampung Barat juga menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa
tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kecamatan Balik Bukitt sebanyak 1.998 penerima.
Selain program seragam gratis, Pemkab Lampung
Barat juga telah menggulirkan sejumlah program beasiswa, termasuk beasiswa
kedokteran, seni budaya dan bidang lainnya.
Menurut Parosil, berbagai program tersebut
merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan
bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan pemerintah daerah terbuka
terhadap kritik dan evaluasi untuk memastikan setiap program yang dijalankan
benar-benar memberikan manfaat.
“Saya siap dikritik jika program yang
digulirkan pemerintah tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang
Peningkatan STEM, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, mengatakan transformasi
pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah. Perubahan
harus dapat dirasakan langsung oleh peserta didik di dalam ruang kelas.
Menurutnya, guru memiliki posisi penting dalam
menentukan pengalaman belajar yang diterima siswa.
“Kita membutuhkan guru yang kreatif dalam
merancang pembelajaran sekaligus menanamkan karakter untuk kemajuan siswa,”
ujar Maila.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan
lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi guru maupun peserta didik.
Maila mengatakan perlindungan terhadap guru
perlu diperkuat agar pendidik dapat menjalankan tugas secara profesional,
termasuk ketika melakukan pendisiplinan di lingkungan sekolah.
“Semangat KREASI ini bertemu dengan tema
perlindungan guru. Kita ingin guru terlindungi dalam melakukan pendisiplinan di
kelas. Arah kebijakan perlindungan hukum bagi guru ini perlu diterjemahkan
untuk melindungi guru kita,” jelasnya.
Maila juga mencontohkan perjalanan Parosil
Mabsus yang pernah menjadi seorang murid sebelum akhirnya menjadi kepala
daerah.
“Pak Bupati hari ini dulunya adalah murid dan
kemudian menjadi bupati berkat guru. Ini menunjukkan bahwa satu kesempatan yang
diberikan kepada siswa bisa mengubah hidupnya,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala BGTK Lampung Hendra
Apriawan mengatakan Festival KREASI GTK bukan sekadar kegiatan seremonial,
tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi para pendidik.
“Kami hadir bukan seremoni, tetapi untuk
menguatkan barisan. Kami meyakini tugas kami bukan tugas yang mudah. Mendidik
generasi muda adalah sesuatu yang harus dipersiapkan sebaik mungkin,” kata
Hendra.
Ia berharap festival tersebut dapat menjadi
ruang untuk menemukan gagasan dan semangat baru dalam menjawab berbagai
tantangan pendidikan di Provinsi Lampung.
“Kita masih banyak pekerjaan rumah di Provinsi
Lampung yang harus kita selesaikan. Mudah-mudahan momen ini menjadi momentum
bagi kita untuk terus berkolaborasi dan bersinergi,” pungkasnya.
[MFH/Diskominfo Lampung Barat]











3.jpg)