- Pemkab Pringsewu Lakukan Penetrasi Pasar di Kecamatan Pagelaran
- Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS Kabupaten Pringsewu Tahun 2026 Ditandatangani
- Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Beras di Bumiarum
- Pemkab Pringsewu Laksanakan Pembinaan SPIP Terintegrasi
- Bupati Parosil Buka Festival Kreasi GTK Ditandai Pemukulan Gamolan Pekhing
- Senam Bersama Ribuan Warga, Ibu 49 Tahun dari Padang Dalom Berangkat Umroh Gratis
- 14 Bantuan Alsintan Diserahkan, Bupati Ingatkan Jangan jadi Pajangan
- Pemkab Pesisir Barat Matangkan Konsep Kawasan Terpadu dan Ramah Lingkungan
- Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa
- Polsek Wonosobo Amankan Tiga Pelaku Curas Pengancam Sopir Truk Pakai Badik, Dua Diantaranya Pelajar
Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung
diwakili Sekdaprov Marindo Kurniawan membuka acara Literasi dan Inklusi
Keuangan serta launching Nota Kesepahaman (MoU) Program Siger Taruna Preneur
yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, di
Gedung Pusiban, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan strategis ini diinisiasi bersama
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan Karang Taruna Provinsi
Lampung guna mencetak wirausaha muda perdesaan yang mandiri dan berdaya saing.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dukung RRI Bandar Lampung Perkuat Edukasi dan Informasi Publik0
- Pemprov Lampung Siap Dukung Porprov ke-X, Jadi Ajang Persiapan Menuju PON 20280
- Wagub Dorong Media Perempuan jadi Mitra Strategis Pemprov Promosikan Potensi Lampung0
- Wagub Jihan Nurlela Dorong Pejabat Baru Pastikan Kebijakan Berdampak Langsung bagi Masyarakat0
- Wagub Jihan Dukung Putri Hijabfluencer Lampung Berlaga di Ajang Nasional0
Membacakan sambutan tertulis
Gubernur Lampung, Sekdaprov Marindo Kurniawan mengatakan bahwa kekuatan
terbesar Provinsi Lampung tidak hanya bertumpu pada tanah yang subur maupun
komoditas unggulan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusianya,
khususnya generasi muda desa.
"Hari ini kita sedang menanam
sebuah harapan. Harapan bahwa anak-anak muda di desa tidak hanya menjadi
penonton dari perkembangan ekonomi, tapi juga menjadi pelaku utama yang
menciptakan usaha, membuka lapangan pekerjaan, mengembangkan potensi daerah,
dan membangun masa depan desanya sendiri," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung
memandang Program Siger Tarunapreneur selaras penuh dengan arah pembangunan
daerah dan program Desa Maju, terutama dalam mendorong hilirisasi komoditas
lokal langsung dari tingkat akar rumput.
"Kita harus mendorong pemuda
desa untuk menciptakan nilai tambah. Kopi jangan hanya dijual sebagai biji,
kakao jangan hanya dijual sebagai bahan baku, singkong jangan hanya dijual
sebagai hasil panen. Potensi desa harus diolah, dikemas, diberi merek,
dipasarkan, dan kalau memungkinkan menembus pasar yang lebih luas,"
lanjutnya.
Sekdaprov Marindo
menegaskan, indikator keberhasilan agenda pemberdayaan ini tidak dinilai dari
rutinitas seremonial belaka.
"Ukuran keberhasilan program ini bukan
berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, bukan berapa banyak sertifikat yang
dibagikan, tetapi berapa banyak pemuda yang benar-benar naik kelas. Berapa
banyak usaha baru yang lahir dan berapa banyak usaha yang mampu bertahan dan
berkembang," ujatnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala
OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menyampaikan bahwa Siger Tarunapreneur
merupakan langkah konkret Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama
industri perbankan dan pasar modal untuk mendampingi pemuda desa secara
berkesinambungan hingga berstatus bankable dan scalable.
"Program ini berfokus
menjadikan Karang Taruna di seluruh Provinsi Lampung sebagai wadah pemberdayaan
dan penciptaan entrepreneur muda di desa melalui literasi keuangan, pembiayaan,
pendampingan usaha, digitalisasi, dan akses pasar. Tema yang kita angkat adalah
'Karang Taruna Desa Berdaya, Entrepreneur Muda Berkarya'. Kami ingin pemuda
desa memahami industri jasa keuangan formal, cerdas mengelola permodalan, serta
menjadi duta edukasi untuk membentengi warga dari bahaya jeratan pinjaman
online ilegal dan judi online," terang Otto.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna
Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menyatakan komitmen penuh jajarannya
hingga tingkat pekon dan desa untuk menjadi benteng kemandirian ekonomi
masyarakat.
"Langkah kolaboratif ini
menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor
penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya di tingkat pekon, di tingkat desa, di
seluruh penjuru Bumi Ruwa Jurai. Melalui integrasi program ini, pemuda desa
tidak boleh lagi terisolasi dari akses ekonomi modern. Karang Taruna siap
menjadi agen perubahan, jembatan edukasi keuangan, dan wadah inkubasi usaha
desa demi mewujudkan Desa Maju dan Lampung Sejahtera," ujar Wahrul.
Pada kesempatan tersebut,
dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Bank Pembangunan
Daerah Lampung (Bank Lampung) dengan Pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung
terkait integrasi Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai kartu ATM dan penetapan
pemuda Karang Taruna sebagai agen Laku Pandai. Selain itu, ditandatangani pula
MoU antara Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung dengan Karang
Taruna Provinsi Lampung terkait literasi pasar modal.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan
penyerahan rekening investasi saham BEI secara simbolis oleh Sekdaprov Marindo
Kurniawan didampingi Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy dan Ketua Karang Taruna
Lampung Wahrul Fauzi Silalahi kepada perwakilan pemuda perdesaan.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)