- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 2026
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Evaluasi Pemenuhan Iuran JKN
- Inafis Satreskrim Polres Tanggamus Identifikasi Kebakaran SPPG Purwosari Kelumbayan Barat
- 14 Camat Tanggamus Resmi Serah Terima Jabatan
- Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung
- Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 2026
Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Lampung Barat memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan
dan lahan (Karhutla).
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lampung
Barat Drs. Mad Hasnurin saat menerima audiensi Ketua Tim Penyuluhan Kebakaran
Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Lampung Barat, Pamen Pusziad Kolonel
Czi Wahyu Widi Setyanto, S.Si., M.Si., beserta jajaran, di Ruang Rapat Pesagi
Setdakab Lampung Barat, Jumat (28/8/2026).
Audiensi tersebut turut dihadiri Komandan Kodim
(Dandim) 0422/Lampung Barat Letkol Inf. Rizky Kurniawan, Asisten, Kepala
Pelaksana BPBD Lampung Barat, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Baca Lainnya :
- Bupati Canangkan Gerakan Asri, Gotong Royong Digelar Serentak Hingga Ke Pekon0
- 12 Pj Peratin di Lampung Barat Dilantik0
- Kantor Pelayanan Haji dan Umroh Terpadu Lambar Mulai Dibangun0
- Lewat Beasiswa UT, Bupati Parosil Dorong Peningkatan SDM Lampung Barat0
- Pemkab Lampung Barat Lepas 30 Jamaah Umrah, Bupati Pesan Doakan Daerah0
Wakil Bupati Mad Hasnurin mengatakan, Pemkab
Lampung Barat melalui Satuan Tugas (Satgas) Karhutla BPBD telah menyiapkan
personel dan sarana pendukung sebagai langkah antisipasi apabila terjadi
kebakaran hutan maupun lahan.
“Pemkab Lampung Barat telah menyiapkan personel
dan sarana pendukung untuk menghadapi potensi Karhutla. Kesiapsiagaan ini
menjadi bagian penting agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat dan
tepat,” ujar Mad Hasnurin.
Ia menjelaskan, kekuatan personel yang
disiapkan meliputi Tim Reaksi Cepat (TRC) sebanyak 15 personel, Tim Rescue/SAR
18 personel, Satgas Penanggulangan Bencana sebanyak 20 personel, serta 28
personel PNS/organik BPBD. Kekuatan tersebut diperkuat dengan dukungan Satgas
yang berada di masing-masing pekon dan kelurahan.
Selain personel, Pemkab Lampung Barat juga
menyiapkan sejumlah sarana pendukung, di antaranya satu unit mobil tangki air,
satu unit truk serbaguna, tiga unit mobil taktis, empat unit alkon beserta
selang sepanjang 100 meter, enam unit mesin sinso, serta lima unit kendaraan
pemadam kebakaran (Damkar) yang tersebar di lima kecamatan.
Menurut Mad Hasnurin, upaya pencegahan tidak
hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi. Pemantauan terhadap titik panas
juga dilakukan secara real time melalui Warning Receiver System (WRS), aplikasi
SIPONGI Kementerian Kehutanan, serta SPARTAN BMKG.
“Deteksi dini sangat penting. Karena itu,
pemantauan hotspot dilakukan secara berkala dan real time sehingga apabila
terdapat potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Pos Kendali Operasi penanganan Karhutla berada
di Pusdalops BPBD Kabupaten Lampung Barat. Masyarakat dapat menyampaikan
laporan atau informasi terkait kejadian kebakaran melalui nomor Pusdalops BPBD
Lampung Barat di 0811-7287-288.
Mad Hasnurin menyebut, hingga minggu keempat
Agustus 2026, terdapat empat kejadian Karhutla yang telah berhasil ditangani.
Kejadian tersebut meliputi area savana di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh,
lahan tidur di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, lahan warga di
Pekon Kagungan, Kecamatan Lumbok Seminung, serta lahan warga/belukar di
Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit.
Ia menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan
kerja sama seluruh pihak. Karena itu, Pemkab Lampung Barat terus memperkuat
koordinasi bersama Polres Lampung Barat, Kodim 0422/Lampung Barat, Taman
Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Damkar, pemerintah kecamatan, hingga
pemerintah pekon dan kelurahan.
“Sinergi lintas sektor sangat penting untuk
memastikan deteksi dini, respons cepat dan penanganan Karhutla berjalan
efektif. Kita juga perlu memetakan wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadi
kebakaran untuk kemudian dipantau secara berkala,” jelasnya.
Mad Hasnurin juga menyampaikan dukungan Pemkab
Lampung Barat terhadap kegiatan penyuluhan Karhutla yang dilaksanakan Korem
043/Garuda Hitam bersama Kodim 0422/Lampung Barat.
Ia berharap kegiatan penyuluhan tersebut mampu
meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara
sembarangan, mengenali serta melaporkan potensi kebakaran sejak dini, dan
bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
“Pemerintah daerah siap memperkuat sinergi
dengan TNI, Polri dan seluruh pihak terkait. Pencegahan Karhutla bukan hanya
tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,”
tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyuluhan Karhutla,
Pamen Pusziad Kolonel Czi Wahyu Widi Setyanto mengatakan, penyuluhan
dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya
kebakaran hutan dan lahan.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang pentingnya pencegahan Karhutla, memberikan edukasi mengenai
dampak buruk yang ditimbulkan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat
dalam menjaga kelestarian lingkungan,” kata Wahyu.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan sosialisasi
masyarakat akan diberikan pemahaman mengenai berbagai penyebab Karhutla, dampak
yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat, serta
langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya
kebakaran.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya mengetahui
bahaya Karhutla, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan untuk
mencegahnya dan bagaimana melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi
kebakaran,” ujarnya.
Ia menyampaikan, Tim Penyuluhan Karhutla
tersebut terdiri dari delapan personel. Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan
direncanakan berlangsung selama kurang lebih 28 hari ke depan.
“Kita ingin membangun
kesadaran bersama bahwa pencegahan jauh lebih penting. Dengan sinergi antara
pemerintah daerah, TNI, Polri, pengelola kawasan hutan dan masyarakat, potensi
Karhutla dapat ditekan dan ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.
[MFH/Diskominfo Lampung Barat]











3.jpg)