- Gubernur Tegaskan Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
- Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung
- Pemprov Perkuat Biro Perekonomian, Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Inovatif
- Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Tanggamus
- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 2026
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Evaluasi Pemenuhan Iuran JKN
Buka Rakerda IV IWAPI Lampung, Gubernur Mirza Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

BANDARLAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal mendorong Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi
Lampung memperkuat peran perempuan dalam menggerakkan perekonomian daerah,
khususnya melalui hilirisasi komoditas pangan dan pengembangan usaha berbasis
teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV DPD IWAPI Provinsi Lampung Tahun 2026 di Gedung
Graha Surya, Bandar Lampung, Kamis (27/8/2026).
Rakerda IV DPD IWAPI Lampung mengusung tema “IWAPI
Lampung: Inovasi Pangan Lokal Go Digital” dan diikuti pengurus DPD IWAPI
Provinsi Lampung dari seluruh kabupaten/kota, pelaku UMKM, serta mitra
strategis lainnya.
Baca Lainnya :
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ruang Kreatif, Olahraga, dan Eksplorasi Kopi Lampung0
- Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu0
- Gubernur Mirza Cetak Generasi Emas Desa Melalui Strategi Investasi Intelektual dan Spiritual0
- Perkuat Mitigasi Karhutla, Wagub Jihan Dorong Kesiapan Personel, Armada hingga Water Bombing0
- Satpol PP Provinsi Lampung dan Satgas TNI Pantau Pengiriman Gabah di Bakauheni0
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi IWAPI
Lampung untuk merumuskan program kerja satu tahun ke depan sekaligus memperkuat
sinergi dengan pemerintah dan berbagai mitra kerja.
Gubernur Mirza mengatakan perempuan memiliki
posisi penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, semakin banyak perempuan
yang dipercaya menduduki posisi strategis, baik di pemerintahan maupun dunia
usaha.
“Mereka tidak ada yang dipilih karena mereka
wanita, tetapi mereka dipilih karena kompetensi, kapabilitas, kerja keras,
ulet, dan benar-benar sungguh-sungguh bekerja,” ujar Mirza.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa
perempuan memiliki kapasitas untuk mengambil peran dalam berbagai sektor
pembangunan. Karena itu, ruang bagi perempuan untuk berkembang melalui dunia
usaha perlu terus diperkuat.
Salah satu peluang yang dapat dikembangkan
IWAPI, kata Mirza, adalah hilirisasi komoditas pangan unggulan Lampung.
Besarnya produksi pangan daerah perlu diikuti dengan kemampuan mengolah hasil
produksi menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Ia menyebut masih terdapat komoditas pangan
Lampung yang belum diolah lebih lanjut sehingga potensi nilai tambahnya belum
sepenuhnya dinikmati di daerah. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang
ekonomi yang masih dapat dikembangkan melalui hilirisasi.
“Yang punya kemampuan mengolah ini adalah
pengusaha. Maka posisi IWAPI sangat kuat sebagai tempat berkumpulnya para
pengusaha wanita,” katanya.
Karena itu, Gubernur mendorong IWAPI mengambil
peran dalam mengolah berbagai komoditas unggulan Lampung, seperti singkong,
jagung, dan padi, agar tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah.
Menurutnya, hilirisasi dapat memberikan manfaat
lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah
komoditas, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di daerah.
“Kemajuan daerah bukan hanya ditentukan oleh
investasi yang masuk, tetapi oleh banyaknya pengusaha lokal yang tumbuh,
berkembang, dan mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut,
Mirza juga mendorong penguatan akses permodalan bagi pelaku UMKM. Ia meminta
Bank Lampung menyiapkan skema pembiayaan yang dapat memberikan dukungan bunga
hingga 0% bagi pelaku usaha, khususnya anggota IWAPI yang bergerak di sektor
hilirisasi pangan.
Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat
memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha perempuan untuk meningkatkan
kapasitas produksi dan mengembangkan usaha, sekaligus mendorong tumbuhnya
industri pengolahan berbasis komoditas lokal.
Gubernur berharap IWAPI tidak hanya menjadi
organisasi yang mewadahi pengusaha perempuan, tetapi juga menjadi ruang bagi
perempuan Lampung untuk berkembang, berkolaborasi, dan mengambil peran dalam
menggerakkan perekonomian daerah.
“IWAPI hari ini terus tumbuh semangat maju dan
menjadi ruang untuk wanita-wanita terutama di Provinsi Lampung untuk berkumpul,
berserikat, berkolaborasi, bersinergi, bergerak, berkarya, berusaha, dan yang
paling penting mengambil peran dalam menggerakkan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP IWAPI Dyah Anita
Prihapsari mengatakan IWAPI terus mendorong kemandirian ekonomi perempuan
melalui peningkatan kapasitas usaha dan penguatan jejaring, baik di tingkat
nasional maupun internasional.
Saat ini, IWAPI telah berusia 50 tahun dan
memiliki lebih dari 40.000 anggota pengusaha perempuan yang tersebar di 38
provinsi dan 249 kabupaten/kota. IWAPI juga memiliki perwakilan di Malaysia
serta merencanakan pengembangan jaringan ke sejumlah negara lainnya.
Dyah mengatakan penguatan kapasitas perempuan
menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan dunia usaha, termasuk
melalui pemanfaatan teknologi digital.
Karena itu, IWAPI mendorong digitalisasi UMKM
perempuan melalui berbagai program pengembangan kapasitas untuk meningkatkan
kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi dan mengembangkan bisnis di
era digital.
“Visi kami adalah untuk menaikkan kelas
perempuan agar perempuan bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Dyah.
Dyah berharap sinergi antara IWAPI, pemerintah
daerah, dunia usaha, dan berbagai mitra dapat terus diperkuat sehingga semakin
banyak perempuan yang mampu mengembangkan usaha dan berkontribusi terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui penguatan kapasitas
UMKM, hilirisasi pangan lokal, akses permodalan, dan digitalisasi usaha, IWAPI
diharapkan semakin berperan dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan
sekaligus memperkuat perekonomian Lampung. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)