- Gubernur Tegaskan Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
- Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung
- Pemprov Perkuat Biro Perekonomian, Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Inovatif
- Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Tanggamus
- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 2026
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Evaluasi Pemenuhan Iuran JKN
Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Ketua Tim Penggerak PKK
Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza mendorong seruit sebagai kuliner
khas Lampung untuk terus dilestarikan dan diperkenalkan lebih luas hingga
tingkat nasional dan mancanegara.
Hal tersebut disampaikan Wulan
Mirza saat membuka ajang Seruit Battle yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan
pada Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Jumat (28/8/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Perkuat Biro Perekonomian, Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Inovatif0
- Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung 0
- Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 20260
- Buka Rakerda IV IWAPI Lampung, Gubernur Mirza Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah0
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ruang Kreatif, Olahraga, dan Eksplorasi Kopi Lampung0
Menurut Wulan Mirza, seruit tidak
hanya merupakan makanan khas daerah, tetapi juga bagian dari identitas dan
kekayaan budaya Lampung yang perlu terus dikenalkan melalui berbagai kegiatan
kreatif.
"Hari ini kita melihat bahwa
pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata bukan hanya tanggung jawab
pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi, kerja sama dari semua pihak. Kita
semua sangat ingin seruit ini dikenal bukan hanya di Lampung saja, tapi di
nasional bahkan mancanegara," ujarnya.
Ia mengatakan, Festival Krakatau
menjadi salah satu momentum bagi masyarakat Lampung untuk memperkenalkan
kekayaan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah. Karena itu, kegiatan yang
mengangkat kuliner khas Lampung dinilai dapat menjadi sarana promosi sekaligus
pelestarian budaya.
"Melalui kegiatan Seruit
Battle ini, kita tidak hanya menyelenggarakan perlombaan memasak atau meracik
sambal seruit, tetapi kita sedang menghadirkan kembali sebuah tradisi dan
budaya Lampung dalam bentuk yang lebih kreatif lagi, lebih menarik, dan relevan
dengan perkembangan pariwisata masa kini," katanya.
Seruit Battle diikuti 31 tim dari
berbagai unsur, termasuk BUMN, BUMD, swasta, serta OPD di lingkungan Pemerintah
Provinsi Lampung.
Para peserta berkompetisi
menyajikan seruit dengan kreativitas masing-masing, sekaligus menjadikan
kegiatan tersebut sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun
kerja sama.
Wulan Mirza menilai semangat
kebersamaan menjadi salah satu nilai penting dalam tradisi seruit. Menurutnya,
proses menyiapkan dan menikmati seruit secara bersama-sama mencerminkan nilai
kekeluargaan yang perlu dipertahankan.
"Nah hari ini bukan hanya Ibu-ibu
dandan, ngulek sambal, menyiapkan ikan, lalapan, dan semuanya, tetapi di sini
ajang kita semua silaturahmi. Ajang kita untuk bekerja sama per tim. Kerja sama
yang baik nanti akan menghasilkan juga hasil yang baik secara kekeluargaan,
tentunya dengan semangat yang sama," ujarnya.
Ia berharap Seruit Battle tidak
berhenti sebagai kegiatan perlombaan, tetapi dapat terus menjadi bagian dari
upaya mempromosikan kuliner Lampung sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat
terhadap budaya dan kearifan lokal.
"Di sini adalah tugas kita
sama-sama untuk terus melestarikan adat, budaya, ciri khas, identitas kita
sebagai masyarakat Lampung. Batin juga mengharapkan kegiatan Seruit Battle ini
tidak berhenti hanya dalam sebuah perlombaan. Jadikan kegiatan ini sebagai
ruang untuk membangun silaturahmi, mempromosikan kuliner Lampung, serta
menumbuhkan kebanggaan kita terhadap budaya dan kearifan lokal kita,"
jelasnya.
Wulan Mirza kemudian mengajak
seluruh peserta untuk mengikuti perlombaan dengan menjunjung sportivitas. Ia
menekankan bahwa tujuan kegiatan tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga
bersama-sama mengangkat seruit sebagai kebanggaan dan identitas masyarakat
Lampung.
"Karena pada akhirnya tujuan
kita, selain kita mendapatkan predikat juara, juga bagaimana kita dapat
bersama-sama mengangkat seruit Lampung menjadi bagian dari kebanggaan dan
identitas kita semua," katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian
dilanjutkan dengan Mengan Balak, tradisi makan bersama yang menjadi bagian dari
budaya Lampung. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat
silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meneguhkan semangat pelestarian
budaya lokal dalam rangkaian Festival Krakatau. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]










3.jpg)