- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 2026
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Evaluasi Pemenuhan Iuran JKN
- Inafis Satreskrim Polres Tanggamus Identifikasi Kebakaran SPPG Purwosari Kelumbayan Barat
- 14 Camat Tanggamus Resmi Serah Terima Jabatan
- Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung
- Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 2026
Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan

METRO, MFH,-- Wakil Wali Kota Metro Dr. M.
Rafieq Adi Pradana, menyampaikan sambutan pada Launching Program Pemberdayaan
Ekonomi Dompet Dhuafa melalui Kantin Kontainer Universitas Muhammadiyah Metro,
Kamis (27/8/2026).
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi
antara Dompet Dhuafa, UPZDK Permata Bank Syariah, Universitas Muhammadiyah
Metro dan Pemerintah Kota Metro sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi
sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Rafieq mengapresiasi
inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kota Metro
dalam mewujudkan Kota Metro sebagai kota jasa. Menurutnya, pemberdayaan
mahasiswa melalui kegiatan kewirausahaan menjadi investasi penting untuk
mempersiapkan generasi muda agar mampu mandiri secara ekonomi.
Baca Lainnya :
- KKP Dorong Budidaya Ikan Darat Tematik di Kota Metro, Pemkot Siapkan Lokasi0
- Wali Kota Metro Lepas Peserta OJT Reguler Batch 38 IDEA Indonesia0
- Pemkot Metro dan Forkopimda Perkuat Kolaborasi Tata TPAS Karangrejo0
- Rafieq: Persoalan TPAS Karangrejo Momentum Benahi Pengelolaan Sampah Metro0
- Warga Hadimulyo Timur Ikuti Jalan Sehat Berhadiah Motor0
“Dengan adanya pemberdayaan seperti ini, visi
Kota Metro sebagai kota jasa pencapaiannya semakin tinggi. Apalagi yang kita
berdayakan adalah para mahasiswa yang nantinya di masa depan akan menjadi para
pemimpin,” ujar Rafieq.
Ia mengatakan Kantin Kontainer tidak hanya
menjadi tempat mahasiswa menjalankan usaha, tetapi juga dapat dimanfaatkan
sebagai ruang berdiskusi, membangun kreativitas, serta mengembangkan berbagai
ide dan inovasi.Rafieq menekankan pentingnya mengubah pola pemberian bantuan
dari sekadar memberikan bantuan langsung menjadi pemberdayaan yang mampu
menciptakan kemandirian.
“Jangan lagi kita hanya memberikan ikan, tetapi
berikan kail dan pancingnya. Inilah bentuk nyata dari filosofi tersebut,
bagaimana mahasiswa diberikan wadah untuk berusaha, berdikari, dan terus
berkembang,” katanya.
Ia berharap mahasiswa yang terlibat dalam
pengelolaan Kantin Kontainer dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara
optimal. Pengalaman mengelola usaha sejak di bangku kuliah diharapkan menjadi
bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara
mandiri.
Wakil Wali Kota, juga menyampaikan bahwa
Pemerintah Kota Metro siap mendukung berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat
yang dilakukan secara kolaboratif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah,
perguruan tinggi, lembaga sosial, dan dunia usaha merupakan bagian penting
dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan untuk
pemberdayaan masyarakat. Saya berharap program ini tidak berhenti di lingkungan
akademisi saja tetapi juga dapat dikembangkan ke bidang-bidang lainnya,”
ungkapnya.
Rafieq turut berharap keberadaan Kantin
Kontainer dapat menjadi ruang yang aktif bagi mahasiswa ketika kegiatan
perkuliahan berlangsung. Selain sebagai pusat aktivitas ekonomi tempat tersebut
diharapkan menjadi ruang interaksi yang melahirkan ide-ide kreatif dan
inovatif.
“Ketika perkuliahan sudah aktif saya berharap
tempat ini menjadi salah satu ruang yang ramai untuk mahasiswa berdiskusi,
beristirahat, maupun sekadar berkumpul bersama teman-temannya,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Rektor III Universitas
Muhammadiyah Metro, Dr. Eva Roliah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih
kepada Dompet Dhuafa, UPZDK Permata Bank Syariah, serta Pemerintah Kota Metro
yang telah mendukung hadirnya Kantin Kontainer di lingkungan kampus.
Eva mengatakan keberadaan Kantin Kontainer
menjadi program pemberdayaan yang tidak hanya memberikan fasilitas bagi
mahasiswa, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan
kreativitas, literasi, diskusi, dan jiwa kewirausahaan.
“Kantin ini akan menjadi tempat literasi dan
perkumpulan mahasiswa untuk berdiskusi. Selama ini ruang diskusi banyak
dilakukan di dalam ruangan sementara tempat ini memberikan suasana yang lebih
terbuka, nyaman, dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan program tersebut juga memiliki
nilai sosial karena keuntungan dari pengelolaan kantin diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi mahasiswa termasuk membantu mahasiswa yang memiliki
keterbatasan dalam pembiayaan pendidikan.
Menurut Eva, konsep pemberdayaan tersebut
sejalan dengan semangat Universitas Muhammadiyah Metro dalam memberikan ruang
kepada mahasiswa untuk berkembang baik secara akademik maupun nonakademik.
“Kami berharap dari sini akan tumbuh
wirausahawan muda. Mahasiswa dapat belajar mengelola usaha dengan baik
sekaligus memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan meskipun memiliki
keterbatasan secara ekonomi,” katanya.
Eva juga berharap program Kantin Kontainer
dapat terus diperluas ke lingkungan kampus lainnya di Universitas Muhammadiyah
Metro. Ia menyebut pihak universitas masih memiliki sejumlah lokasi yang
berpotensi dikembangkan sebagai ruang pemberdayaan mahasiswa.
“Kami berharap program ini dapat berlanjut ke
kampus-kampus lainnya sehingga semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan
untuk belajar berwirausaha dan mengembangkan potensinya,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Metro
bersama Dompet Dhuafa, UPZDK Permata Bank Syariah, dan Universitas Muhammadiyah
Metro berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem
pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya bagi generasi muda.
Keberadaan Kantin Kontainer
diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi mahasiswa, tetapi juga
menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan yang mampu melahirkan wirausahawan
muda yang mandiri, kreatif dan berdaya saing. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)