- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 2026
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Evaluasi Pemenuhan Iuran JKN
- Inafis Satreskrim Polres Tanggamus Identifikasi Kebakaran SPPG Purwosari Kelumbayan Barat
- 14 Camat Tanggamus Resmi Serah Terima Jabatan
- Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung
- Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 2026
Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menghadiri babak Grand Final Fun Battle Coffee Competition dalam
rangkaian perhelatan Krakatau Coffee Expo pada Festival Krakatau XXXV Tahun
2026, di Lapangan Saburai, Kamis (27/8/2026).
Kompetisi bergengsi tersebut
berlangsung ketat dan mempertemukan 3 barista yang telah terkurasi dari 72
barista berbakat se-Provinsi Lampung dan telah berkompetisi sejak 25 Agustus
2026. Pada babak pamungkas, dewan juri menetapkan Imam dari Mari-Mari Coffee
sebagai Juara 1, disusul Bendo dari Poubar Coffee sebagai Juara 2, dan Jasun
dari Nuju Coffee sebagai Juara 3.
Baca Lainnya :
- Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 20260
- Buka Rakerda IV IWAPI Lampung, Gubernur Mirza Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah0
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ruang Kreatif, Olahraga, dan Eksplorasi Kopi Lampung0
- Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu0
- Gubernur Mirza Cetak Generasi Emas Desa Melalui Strategi Investasi Intelektual dan Spiritual0
Penilaian babak grand final
dipimpin langsung oleh dewan juri profesional dan praktisi kopi terkemuka
Lampung, antara lain Sandi Prawira Maulana (Calumny Coffee), Julian Dani (Juki
Sangrai), Julius (Damai Coffee & Roastery), Ari Oktara (Nyala Roastery),
Didi (Abu Hanif Roastery), serta Ferrari (Bengkel Kopi) selaku Head Judge.
Perwakilan dewan juri menyampaikan
bahwa keunggulan racikan di babak final ditentukan oleh konsistensi dan
keseimbangan cita rasa (balance) kopi.
"Tingkat asamnya tergolong
tinggi ya. Jadi ini kami sepakat para juri untuk memilih yang balance
istilahnya, jadi seimbang. Jadi yang dikeluarkan tidak hanya level asamnya
saja, tetapi seimbang dengan manis dan body-nya gitu. Jadi tadi yang terpilih
dua memang sama-sama seimbang ya, tetapi pertimbangan juri tanpa dipengaruhi
masing-masing untuk pilihannya," jelas dewan juri.
Usai penyerahan hasil penilaian,
sang jawara, Imam dari Mari-Mari Coffee, berkesempatan menyeduh langsung kopi
Arabika asal Lampung Barat di hadapan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Imam
memaparkan bahwa dirinya mengaplikasikan alat seduh (dripper) SD-1 buatan anak
bangsa dengan formulasi presisi.
"Di final pakai SD-1. SD-1 ini
salah satu dripper yang dipakai sama Hiro. Hiro itu adalah salah satu Juara
Indonesia juga. Jadi dia punya alat sendiri, dan ini made in Indonesia,"
ujar Imam.
Saat mencicipi racikan kopi arabika
yang disuguhkan oleh sang juara, Gubernur Mirza mengaku bahwa dirinya merupakan
penikmat setia kopi, khususnya espresso. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)