- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 2026
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Evaluasi Pemenuhan Iuran JKN
- Inafis Satreskrim Polres Tanggamus Identifikasi Kebakaran SPPG Purwosari Kelumbayan Barat
- 14 Camat Tanggamus Resmi Serah Terima Jabatan
- Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung
- Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 2026
14 Camat Tanggamus Resmi Serah Terima Jabatan
Bupati Tekankan Jangan Hanya Duduk di Kantor


TANGGAMUS, MFH,-- Sehari setelah dilantik, para
camat baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus langsung memasuki
tahapan berikutnya. Kamis, 27 Agustus 2026, berlangsung Serah Terima Jabatan
(Sertijab) Camat di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Tanggamus.
Acara dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus
Suranto, yang membacakan amanat Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi,
M.A.,M.H.
Baca Lainnya :
- Polsek Limau Cek Dua Lokasi Karhutla di Wilayah Hukumnya, Titik Api Telah Padam0
- Bapenda Tanggamus Perkuat Pengawasan Pajak, Kontribusi PT Tirta Investama Capai Rp396 Juta0
- Libatkan TNI/Polri dan Satpol PP, Pemkab Tanggamus Tegas Lakukan Penertiban Lokasi Dagang Tak Berizi0
- Polsek Sumberejo Identifikasi Warga Tersengat Listrik0
- Bupati Tanggamus Terima BP Taskin dan Calon Investor China0
Ada 14 camat yang sebelumnya baru saja dilantik
kini resmi menerima tugas dan tanggung jawab untuk memimpin wilayah
masing-masing.
Pergantian ini menjadi bagian dari rotasi
besar-besaran 78 pejabat Pemkab Tanggamus. Tidak hanya posisi camat yang
berubah, sejumlah pejabat yang sebelumnya pernah menduduki jabatan camat juga
bergeser ke posisi lain.
Ini
14 Camat yang Menerima Amanah Baru
Untuk posisi camat, nama-nama yang resmi
menerima amanah baru adalah:
- Ali Imron — Camat Wonosobo
- Aguslan — Camat Cukuh Balak
- Eko Setiono — Camat Gisting
- Iskandar — Camat Kelumbayan
- Nurdiansyah — Camat Kelumbayan Barat
- Edi Yulian — Camat Pematang Sawa
- Romas Yadi — Camat Pugung
- Yusmanto Agung — Camat Semaka
- Joni Repi — Camat Pulau Panggung
- Senen — Camat Sumberejo
- Edwin Syah — Camat Air Naningan
- Enie Yusnita Linda — Camat Ulu Belu
- Sujono — Camat Bandar Negeri Semuong
- Sarif Hidayat Bangsawan — Camat Kota Agung
Barat.
Dalam amanat Bupati yang dibacakan Wakil Bupati
Agus Suranto, Saleh Asnawi menegaskan bahwa camat memiliki posisi strategis
sebagai ujung tombak pemerintah daerah.
Camat, menurutnya, bukan hanya bertugas
menyelesaikan urusan administratif, tetapi harus mampu menjadi pemimpin
wilayah, koordinator, fasilitator, komunikator sekaligus problem solver terhadap
berbagai persoalan masyarakat.
“Jangan hanya menunggu laporan dari bawahan,
tetapi harus hadir, turun ke lapangan dan melihat secara langsung kondisi
masyarakat,” demikian pesan Bupati.
Camat
Diminta Dekat dengan Masyarakat
Bupati juga meminta para camat mengenali
wilayahnya masing-masing. Mulai dari potensi daerah, persoalan masyarakat,
hingga karakter masyarakat yang dipimpinnya.
“Jadilah Camat yang dekat dengan masyarakat,”
tegasnya.
Komunikasi dengan kepala pekon, lurah, tokoh
masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, dunia usaha dan
berbagai elemen masyarakat juga dinilai penting.
Sebab, keberhasilan pemerintahan di tingkat
kecamatan tidak mungkin dibangun seorang diri.
Di sisi lain, Saleh kembali mengingatkan
pentingnya integritas dan netralitas. Jabatan camat disebut sebagai amanah yang
harus dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada pimpinan dan organisasi, tetapi
juga kepada masyarakat dan Allah SWT.
Para camat diminta menjadi teladan dengan
menunjukkan kedisiplinan, kejujuran, loyalitas, profesionalisme dan etika dalam
bekerja.
Budaya kerja Jalan Lurus juga kembali
ditekankan, yakni bekerja dengan jujur, disiplin, bertanggung jawab dan
istiqamah dalam pengabdian.
Bagi para camat yang baru menerima amanah,
pekerjaan kini bukan lagi sekadar soal perpindahan kursi jabatan.
Ada wilayah yang harus dipimpin, masyarakat
yang harus dilayani, persoalan yang harus diselesaikan, dan program pemerintah
yang harus benar-benar sampai ke tingkat bawah.
Dan pesan Bupati cukup
jelas: jangan hanya duduk di kantor, turun dan lihat langsung masyarakat.
[MFH/Din/rils]











3.jpg)