Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Tanggamus
Penyuluhan Menyasar Pekon hingga Sekolah

By redaksi 28 Agu 2026, 14:25:08 WIB Saburai
Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Tanggamus


TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menerima audiensi Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI, Jumat (28/8/2026), di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus, Kompleks Perkantoran Pemkab Tanggamus, Kota Agung Timur.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu.

Baca Lainnya :

Kedatangan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI diterima Wakil Bupati Tanggamus bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Dalam kegiatan tersebut turut hadir unsur Kodim 0424/Tanggamus, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Kesbangpol.

Tim Mabes TNI dipimpin Kolonel CPM Tri Handaka, S.Pd., M.Si., bersama sejumlah personel dari berbagai satuan. Tim tersebut akan berada di wilayah Tanggamus selama kurang lebih 15 hari untuk melaksanakan penyuluhan, asistensi dan pendampingan pencegahan Karhutla.

Kolonel CPM Tri Handaka menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan langkah preventif TNI dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar potensi kebakaran hutan dan lahan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

“Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan Mabes TNI melaksanakan kunjungan ke wilayah Kodim 0424/Tanggamus dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu,” ujarnya.

Selama berada di wilayah Tanggamus, Tim Penyuluh Mabes TNI akan turun ke sejumlah kecamatan dan pekon yang dinilai memiliki tingkat kerawanan Karhutla. Kegiatan tersebut akan diisi dengan edukasi mengenai pencegahan, deteksi dini serta langkah penanganan apabila terjadi kebakaran.

Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono mengatakan bahwa kedatangan Tim Mabes TNI diharapkan semakin memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla.

Menurutnya, sejumlah titik panas memang sempat terpantau melalui sistem pemantauan hotspot. Namun setelah dilakukan pengecekan, terdapat titik yang diduga berasal dari aktivitas masyarakat seperti pembakaran sampah.

“Hal itu perlu kita berikan edukasi dan penyuluhan kepada warga agar jangan dilakukan, terutama di musim-musim kemarau seperti ini,” katanya.

Kodim 0424/Tanggamus selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk menentukan kecamatan dan pekon yang menjadi sasaran prioritas penyuluhan.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto menyambut baik kedatangan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI. Ia menilai kondisi geografis Tanggamus membuat kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran perlu ditingkatkan.

“Tanggamus ini terdiri dari 20 kecamatan, kemudian ada 302 desa dan kelurahan. Kita juga berbatasan dengan taman nasional, memiliki hutan register, hutan produksi, HGU, gunung, perkebunan, lahan pertanian hingga wilayah teluk,” ujar Agus.

Menurutnya, kondisi tersebut ditambah cuaca kemarau ekstrem yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus hingga Oktober membuat sejumlah kawasan menjadi rentan terhadap kebakaran.

Agus menegaskan bahwa ancaman kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan hutan dan lahan terbuka, tetapi juga dapat terjadi di kawasan permukiman.

“Potensi kebakaran bukan hanya ada di lapangan terbuka, tetapi juga di perumahan dan permukiman. Ini juga rawan terjadi kebakaran,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tanggamus bersama unsur terkait menyusun sejumlah langkah tindak lanjut untuk memperkuat pencegahan Karhutla.

Salah satunya dengan mengimbau seluruh kepala pekon agar menyampaikan edukasi dan kewaspadaan Karhutla kepada masyarakat melalui tempat-tempat ibadah, baik masjid, gereja maupun pura.

Sosialisasi juga akan diperluas ke lingkungan pendidikan. Instansi terkait akan mendorong penyampaian edukasi tentang pencegahan Karhutla kepada sekolah-sekolah sehingga pemahaman mengenai bahaya dan pencegahan kebakaran dapat ditanamkan sejak dini kepada para pelajar.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan meningkatkan kembali kegiatan sistem keamanan lingkungan atau siskamling, terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.

Wakil Bupati juga meminta jajaran kecamatan untuk aktif meneruskan sosialisasi tersebut kepada kepala pekon dan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Saya perintahkan kepada para kepala dinas, baik LH maupun BPBD, kemudian di bawah komando staf ahli, untuk memberikan langkah-langkah antisipasi yang lebih bagus,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar imbauan kewaspadaan terhadap kebakaran disampaikan melalui masjid-masjid saat pelaksanaan salat Jumat serta diteruskan ke tingkat pekon melalui jajaran pemerintahan desa.

Dengan adanya penyuluhan langsung dari Mabes TNI dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus hingga tingkat kecamatan dan pekon, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan lebih dini dan menyentuh langsung masyarakat.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, lingkungan hidup, BPBD, Kesbangpol, pemerintah kecamatan, pemerintah pekon, dunia pendidikan serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau.

Pemerintah daerah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, sehingga ancaman Karhutla dapat ditekan sejak dari sumbernya. [MFH/Din/rils]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment