- Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Tanggamus
- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 2026
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Evaluasi Pemenuhan Iuran JKN
- Inafis Satreskrim Polres Tanggamus Identifikasi Kebakaran SPPG Purwosari Kelumbayan Barat
- 14 Camat Tanggamus Resmi Serah Terima Jabatan
- Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung
Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Tanggamus
Penyuluhan Menyasar Pekon hingga Sekolah


TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus menerima audiensi Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Mabes TNI, Jumat (28/8/2026), di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus, Kompleks
Perkantoran Pemkab Tanggamus, Kota Agung Timur.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya
memperkuat pencegahan dan penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah
Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu.
Baca Lainnya :
- Inafis Satreskrim Polres Tanggamus Identifikasi Kebakaran SPPG Purwosari Kelumbayan Barat0
- 14 Camat Tanggamus Resmi Serah Terima Jabatan0
- Polsek Limau Cek Dua Lokasi Karhutla di Wilayah Hukumnya, Titik Api Telah Padam0
- Bapenda Tanggamus Perkuat Pengawasan Pajak, Kontribusi PT Tirta Investama Capai Rp396 Juta0
- Libatkan TNI/Polri dan Satpol PP, Pemkab Tanggamus Tegas Lakukan Penertiban Lokasi Dagang Tak Berizi0
Kedatangan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI
diterima Wakil Bupati Tanggamus bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir unsur Kodim 0424/Tanggamus, Dinas
Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Kesbangpol.
Tim Mabes TNI dipimpin Kolonel CPM Tri Handaka,
S.Pd., M.Si., bersama sejumlah personel dari berbagai satuan. Tim tersebut akan
berada di wilayah Tanggamus selama kurang lebih 15 hari untuk melaksanakan
penyuluhan, asistensi dan pendampingan pencegahan Karhutla.
Kolonel CPM Tri Handaka menjelaskan, kunjungan
tersebut merupakan langkah preventif TNI dalam membangun kesadaran masyarakat
sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar potensi kebakaran hutan dan lahan
tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
“Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan Mabes
TNI melaksanakan kunjungan ke wilayah Kodim 0424/Tanggamus dalam rangka
memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten
Tanggamus dan Pringsewu,” ujarnya.
Selama berada di wilayah Tanggamus, Tim
Penyuluh Mabes TNI akan turun ke sejumlah kecamatan dan pekon yang dinilai
memiliki tingkat kerawanan Karhutla. Kegiatan tersebut akan diisi dengan
edukasi mengenai pencegahan, deteksi dini serta langkah penanganan apabila
terjadi kebakaran.
Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi
Mulyono mengatakan bahwa kedatangan Tim Mabes TNI diharapkan semakin
memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam menjaga wilayah dari ancaman
Karhutla.
Menurutnya, sejumlah titik panas memang sempat
terpantau melalui sistem pemantauan hotspot. Namun setelah dilakukan
pengecekan, terdapat titik yang diduga berasal dari aktivitas masyarakat
seperti pembakaran sampah.
“Hal itu perlu kita berikan edukasi dan
penyuluhan kepada warga agar jangan dilakukan, terutama di musim-musim kemarau
seperti ini,” katanya.
Kodim 0424/Tanggamus selanjutnya akan
berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk menentukan kecamatan
dan pekon yang menjadi sasaran prioritas penyuluhan.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanggamus Agus
Suranto menyambut baik kedatangan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI. Ia menilai
kondisi geografis Tanggamus membuat kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran
perlu ditingkatkan.
“Tanggamus ini terdiri dari 20 kecamatan,
kemudian ada 302 desa dan kelurahan. Kita juga berbatasan dengan taman
nasional, memiliki hutan register, hutan produksi, HGU, gunung, perkebunan, lahan
pertanian hingga wilayah teluk,” ujar Agus.
Menurutnya, kondisi tersebut ditambah cuaca
kemarau ekstrem yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus hingga Oktober
membuat sejumlah kawasan menjadi rentan terhadap kebakaran.
Agus menegaskan bahwa ancaman kebakaran tidak
hanya terjadi di kawasan hutan dan lahan terbuka, tetapi juga dapat terjadi di
kawasan permukiman.
“Potensi kebakaran bukan hanya ada di lapangan
terbuka, tetapi juga di perumahan dan permukiman. Ini juga rawan terjadi
kebakaran,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tanggamus
bersama unsur terkait menyusun sejumlah langkah tindak lanjut untuk memperkuat
pencegahan Karhutla.
Salah satunya dengan mengimbau seluruh kepala
pekon agar menyampaikan edukasi dan kewaspadaan Karhutla kepada masyarakat
melalui tempat-tempat ibadah, baik masjid, gereja maupun pura.
Sosialisasi juga akan diperluas ke lingkungan
pendidikan. Instansi terkait akan mendorong penyampaian edukasi tentang
pencegahan Karhutla kepada sekolah-sekolah sehingga pemahaman mengenai bahaya
dan pencegahan kebakaran dapat ditanamkan sejak dini kepada para pelajar.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan
meningkatkan kembali kegiatan sistem keamanan lingkungan atau siskamling,
terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.
Wakil Bupati juga meminta jajaran kecamatan
untuk aktif meneruskan sosialisasi tersebut kepada kepala pekon dan masyarakat
di wilayah masing-masing.
“Saya perintahkan kepada para kepala dinas,
baik LH maupun BPBD, kemudian di bawah komando staf ahli, untuk memberikan
langkah-langkah antisipasi yang lebih bagus,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar imbauan kewaspadaan
terhadap kebakaran disampaikan melalui masjid-masjid saat pelaksanaan salat
Jumat serta diteruskan ke tingkat pekon melalui jajaran pemerintahan desa.
Dengan adanya penyuluhan langsung dari Mabes
TNI dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus hingga tingkat kecamatan dan
pekon, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan lebih dini dan menyentuh
langsung masyarakat.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemadam
kebakaran, lingkungan hidup, BPBD, Kesbangpol, pemerintah kecamatan, pemerintah
pekon, dunia pendidikan serta masyarakat menjadi bagian penting dalam
menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau.
Pemerintah daerah berharap
langkah tersebut mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan mencegah
aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, sehingga ancaman Karhutla dapat
ditekan sejak dari sumbernya. [MFH/Din/rils]










3.jpg)