- Peringatan HUT Ke-81 RI, Bupati Serukan Penghormatan dan Kepedulian Kepada Pejuang
- Sholawat Kebangsaan, Bupati Ela Ajak Warga Jaga Persatuan dan Bijak Bermedia Sosial
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Lamtim
- Wakil Wali Kota Metro Hadiri Upacara Penurunan Bendera Merah Putih
- Kajari Lampung Tengah Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Semarak HUT ke-81 RI Bersama GGF, Plt. Bupati Lamteng Ajak Perkuat Kebersamaan
- Ziarah Nasional di TMP Suka Negeri, Momentum Kenang Jasa dan Perjuangan Pahlawan
- Rangkaian HUT RI Ditutup, Wakil Bupati Ajak Warga Jaga Api Kemerdekaan
- Diklat Paskibraka Pesisir Barat 2026 Resmi Ditutup
- Semangat HUT RI ke-81, Peserta Surfing Kibarkan Merah Putih di Tengah Ombak Labuhan Jukung
Pemprov Lampung Antisipasi Kenaikan Harga Pangan
Daya Beli Masyarakat jadi Prioritas

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung melakukan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama
Kementerian Dalam Negeri RI dan beberapa Kementerian serta lembaga vertikal
lainnya secara daring dari ruang command center Dinas Komunikasi, Informatika,
dan Statistik Provinsi Lampung, Selasa (18/08/2026).
Selain Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum
& Politik, Yanyan Ruchyansyah, Rapat Koordinasi ini juga dihadiri oleh
perwakilan Forkopimda Provinsi Lampung.
Pada rakor tersebut Pemerintah Provinsi Lampung
diminta memperkuat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pangan menyusul
kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah pada minggu kedua
Agustus 2026. Langkah ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama
menghadapi potensi El Nino dan kekeringan yang diperkirakan terjadi pada
periode September hingga Desember 2026.
Baca Lainnya :
- Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI Berlangsung Khidmat0
- Kemenag Kota Bandar Lampung Gelorakan Nasionalisme lewat Upacara HUT ke-81 RI0
- HUT RI ke-81, Momentum Refleksi Perjalanan Bangsa dan Solidaritas di Tengah Bencana0
- Ketua DWP Kemenag Bandar Lampung Upacara HUT ke-81 RI di Kantor Wali Kota0
- Erwinto: Satker Kemenag Bandar Lampung Harus Bergerak Satu Arah dan Taat Regulasi0
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri
Komjen Pol Tomsi Tohir mengatakan pemerintah daerah perlu bersama-sama menjaga
harga bahan pokok agar tetap terjangkau dan tidak mengalami kenaikan yang
berlebihan. Menurut dia, stabilitas harga pangan menjadi bagian penting dalam
menjaga kesejahteraan dan daya beli masyarakat.
Dalam rakor itu, BPS memaparkan perkembangan
inflasi nasional sekaligus kondisi harga pangan terkini. Deputi Bidang
Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut inflasi year to date hingga Juli
2026 mencapai 1,65 persen, sedangkan inflasi year on year berada di angka 2,88
persen.
BPS juga mengingatkan pemerintah daerah untuk
mewaspadai dampak El Nino dan potensi kekeringan yang diperkirakan terjadi
hingga awal kuartal serta fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) pada
September-Desember 2026. Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan pengalaman
sebelumnya ketika curah hujan rendah berdampak terhadap produksi pangan dan
mendorong kenaikan harga.
Kewaspadaan tersebut relevan bagi Lampung
karena pada minggu kedua Agustus 2026 provinsi ini termasuk daerah yang
mengalami kenaikan IPH antara 1 hingga 2 persen. Selain Lampung, kenaikan dalam
rentang tersebut juga terjadi di Bengkulu, Jambi, DI Yogyakarta, Jawa Timur,
dan Gorontalo.
Pada tingkat kabupaten/kota, Lampung Tengah
menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian karena perubahan
IPH-nya berada di atas 3 persen. Secara nasional, jumlah kabupaten/kota yang
mengalami kenaikan IPH pada minggu kedua Agustus mencapai 207 daerah, meningkat
dibandingkan minggu sebelumnya yang berjumlah 193 daerah.
Kenaikan harga pangan terutama dipengaruhi oleh
komoditas daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, dan beras. BPS mencatat
harga daging ayam ras naik 4,92 persen dari Rp38.164 menjadi Rp40.041 per
kilogram, atau berada sedikit di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar
Rp40.000.
Untuk beras, kenaikannya memang relatif tipis
secara nasional, tetapi tetap perlu diantisipasi karena komoditas tersebut
memiliki pengaruh besar terhadap inflasi. Harga beras medium pada minggu kedua
Agustus meningkat 0,23 persen, sementara beras premium naik 0,20 persen
dibandingkan Juli 2026.
Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan
Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, turut hadir dalam rakor
sebagai perwakilan Kepala Bapanas. Dalam bahan rapat yang disampaikan,
pemerintah juga menempatkan pengendalian ketersediaan dan harga pangan sebagai
bagian penting dari upaya menjaga stabilitas inflasi daerah.
Dari sisi cadangan pangan, Perum Bulog
menyampaikan bahwa stok beras nasional berada pada level yang sangat besar.
Kepala Divisi Perencanaan Operasi dan Analisa Harga Pasar Perum Bulog Muhammad
Wawan Hidayanto menyebut stok beras yang dikuasai Bulog mencapai sekitar 5,2
juta ton.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah
untuk menggunakan penguasaan cadangan beras sebagai instrumen intervensi
apabila terjadi kenaikan harga di daerah. Sekjen Kemendagri meminta Tim
Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tidak menunggu harga melonjak sebelum
melakukan intervensi, melainkan aktif memantau pasar dan segera berkoordinasi
dengan Bulog ketika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar.
Tomsi juga meminta TPID bersama Forkopimda
turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan pangan.
Menurut dia, pemantauan lapangan diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui
lebih cepat apabila terdapat persoalan distribusi, stok, maupun pembentukan
harga yang tidak sesuai kondisi sebenarnya.
Bagi Lampung, langkah
pengawasan tersebut menjadi penting untuk menjaga stabilitas harga di tengah
potensi tekanan dari faktor cuaca dan perkembangan harga komoditas pangan.
Dengan pemantauan pasar yang lebih aktif, koordinasi TPID, serta dukungan
intervensi cadangan pangan melalui Bulog, pemerintah diharapkan dapat mencegah
kenaikan harga yang terlalu tinggi sehingga kebutuhan pokok tetap terjangkau
dan daya beli masyarakat Lampung tetap terjaga. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]











3.jpg)