- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
- Metro Perkuat Transformasi Pendidikan, 33 SMP Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran
- Plt Bupati Lampung Tengah Sidak RSUD Demang Sepulau Raya
- Pesona Wastra Tapis dan Sinjang Pugung Krui Curi Perhatian di Panggung Kriya Nusa 2026
- Pemkab Pesisir Barat Perkuat Akurasi Data Iuran Jaminan Kesehatan
- Diduga Peras Perangkat Desa, Dua Oknum Wartawan di Amankan Polsek Tanjung Bintang
- Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Jalan, Tekan Biaya Logistik dan Buka Akses
- Bhabinkamtibmas Polsek Pugung Gotong Royong Bersama Warga
Pemprov Lampung Dorong Nilai Tambah, Ribuan Ton Tapioka Diekspor ke Tiongkok

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Provinsi Lampung
mempertegas posisinya sebagai pemimpin pasar tapioka nasional dengan memulai
pengiriman ekspor perdana sebesar 3.330 ton ke Tiongkok, Selasa (05/05/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi
percepatan hilirisasi komoditas singkong untuk meningkatkan nilai tambah
ekonomi daerah dan kesejahteraan petani lokal.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal,
menyatakan bahwa stabilitas ekosistem singkong kini menjadi prioritas utama
pemerintah provinsi, mengingat Lampung menyumbang 70% dari total produksi
tapioka nasional. Upaya ini didukung dengan penguatan regulasi melalui
Peraturan Gubernur (Pergub) guna menyeimbangkan kepentingan industri dan
perlindungan harga di tingkat petani.
Baca Lainnya :
- BPS Lampung: Pengangguran Turun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat pada Februari 20260
- Stabilitas Harga Terjaga, Lampung Jadi Provinsi dengan Inflasi Terendah Nasional0
- Sekdaprov Lampung Canangkan Zona Integritas, Dorong Birokrasi Bersih dan Melayani0
- Pemprov Lampung Pastikan Infrastruktur dan SDM Siap Dukung Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih0
- Enam Pejabat Dilantik, Pemprov Lampung Dorong Birokrasi Adaptif dan Berdampak0
"Kita sedang mentransformasi ekosistem
singkong dari sekadar komoditas mentah menjadi produk industri yang kompetitif
di pasar global. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan industri terus
tumbuh sehingga mampu menyerap hasil panen petani dengan harga yang
layak," tegas Gubernur.
Selain penguatan pasar, Pemerintah Provinsi
Lampung tengah menginisiasi pembangunan National Cassava Center bekerja sama
dengan Universitas Lampung. Pusat riset ini diproyeksikan untuk menghasilkan
bibit unggul dengan kadar aci tinggi serta pengembangan alat mesin pertanian
(alsintan) khusus singkong guna menekan biaya produksi dan meningkatkan daya
saing terhadap kompetitor global seperti Thailand dan Vietnam.
Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama
Panca Putra, mencatat tren positif ekspor tapioka Lampung yang terus meningkat
secara signifikan. Hingga April 2026, volume ekspor telah mencapai 10.000 ton,
mendekati 50% dari total capaian tahun sebelumnya yang berjumlah 22.500 ton
dengan nilai Rp130 miliar.
"Kualitas tapioka Lampung telah memenuhi
standar teknis pasar internasional yang ketat. Kami berkomitmen memberikan
pengawalan sertifikasi karantina untuk memastikan produk kita tidak hanya
unggul secara volume, tetapi juga terjamin keamanannya di pasar global,"
jelas Drama.
Di sisi pelaku usaha, CEO PT Intan Grup, Jeremy
Gozal, mengungkapkan bahwa penetrasi ke pasar Tiongkok ini merupakan tahap awal
dari ekspansi global. Pihaknya mencatat adanya permintaan potensial dari Korea
Selatan dan Bangladesh, yang menandakan kepercayaan dunia internasional terhadap
standarisasi produk olahan singkong asal Lampung.
Pelepasan ekspor perdana ini menjadi tonggak
bagi Lampung untuk beralih dari importir menjadi eksportir neto produk turunan
singkong, sejalan dengan visi hilirisasi nasional yang dicanangkan pemerintah
pusat. MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











