- Kakanwil Kemenag Tekankan Penguatan Pelayanan Umat Saat Kunjungan ke KUA Gisting Tanggamus
- Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya
- PTPN I Polisikan Lansia 72 Tahun Kasus Pencurian Getah Karet
- Rekam Jejak Polwan Pertama jadi Kapolsek di Polres Tanggamus, dari Reskrim Hingga Humas
- SDN 1 Tekad Raih Juara 1 Tari Kreasi dan jadi Juara Umum FLS3N Kecamatan Pulau Panggung
- Kabidkeu dan Kabid Dokkes Polda Lampung Pimpin Apel Pamatwil Polres Tanggamus
- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
Pemprov Lampung Pastikan Infrastruktur dan SDM Siap Dukung Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela, mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi Republik
Indonesia, Farida Farichah, dalam peninjauan pelaksanaan Tes Ujian Kompetensi
Manajer Koperasi Merah Putih di Aula Yayasan Al-Kautsar, Senin (04/05/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Menteri
Koperasi Farida Farichah memastikan proses pelaksanaan ujian berjalan tertib
dan terorganisir dengan baik. Ia menjelaskan bahwa alur pelaksanaan telah
dirancang secara sistematis, mulai dari registrasi hingga pelaksanaan ujian di
setiap sesi.
Baca Lainnya :
- Enam Pejabat Dilantik, Pemprov Lampung Dorong Birokrasi Adaptif dan Berdampak0
- Sinkronisasi Data Pendidikan, Kunci Peningkatan IPM Lampung lewat RMDku0
- Hardiknas 2026 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Inklusif di Lampung0
- Gubernur Lampung Dorong Sinergi Antar Partai Politik untuk Perkuat Ketahanan Pangan0
- Daya Beli Masyarakat Lampung Menguat0
"Secara teknis sudah kami lihat langsung.
Sesi ketiga sedang berlangsung, sementara sesi keempat bersiap di ruang transit
untuk registrasi. Alur ini didesain untuk memberikan kenyamanan bagi peserta,
terutama generasi muda di bawah usia 35 tahun yang antusias mengikuti seleksi
ini," ujar Farida.
Farida juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan
seleksi di Provinsi Lampung menjadi bagian dari peninjauan di tiga titik
lokasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja Panitia Seleksi Nasional
(Panselnas) Koperasi Merah Putih yang melibatkan berbagai pihak.
"Di Lampung ini ada tiga titik. Kami dari
Kementerian Koperasi sebagai user memastikan seluruh persiapan berjalan lancar,
ruangannya nyaman, dan fasilitasnya memadai agar peserta tidak terganggu saat
mengerjakan ujian berbasis komputer," jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kesiapan panitia dalam
menyediakan fasilitas pendukung, seperti listrik, jaringan internet, serta
ruang ujian yang nyaman dan berpendingin udara. Menurutnya, kesiapan teknis
tersebut mencerminkan keseriusan dalam menyelenggarakan program strategis
nasional ini.
Dalam aspek rekrutmen, Farida menegaskan bahwa
proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan menggunakan
sistem yang telah teruji.
"Kami menggunakan sistem BKN yang sudah
digunakan dalam rekrutmen CPNS selama lebih dari satu dekade. Hasil ujian
langsung keluar, sehingga dipastikan tidak ada titipan. Dari sekitar 500 ribu
pendaftar, akan dipilih 30 ribu yang terbaik," tegasnya.
Lebih lanjut, Farida menegaskan bahwa posisi
manajer dalam Koperasi Desa Merah Putih memiliki peran krusial. Seorang manajer
dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat, karena bertanggung jawab
mengelola operasional koperasi sekaligus berkoordinasi dengan berbagai unsur di
dalamnya, mulai dari pengurus, dewan pengawas, hingga anggota.
"Manajer harus mampu mengatur sistem
manajerial, membawahi tim kerja, dan tetap berkoordinasi dengan seluruh entitas
dalam koperasi. Selain itu, profesionalisme menjadi kunci karena ada target
capaian yang harus dipenuhi," tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa para manajer yang
lolos seleksi harus siap ditempatkan di berbagai daerah sesuai kebutuhan
program.
"Penempatannya bisa lintas daerah, dari
Lampung ke provinsi lain. Karena itu, sejak awal peserta harus siap dengan
konsekuensi tersebut," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan
Nurlela menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan
pengawasan terhadap berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari kesiapan
infrastruktur hingga sumber daya manusia.
"Hari ini Lampung termasuk daerah yang
cukup baik dan mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat karena dinilai cepat
dan siap dalam mengimplementasikan program Koperasi Desa Merah Putih," kata
Jihan.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan peserta
dalam memahami sistem kerja koperasi, termasuk pola manajerial, kontrak kerja,
serta kesiapan untuk ditempatkan di berbagai wilayah.
"Peserta harus benar-benar memahami sistem
kerja dan siap ditempatkan di mana pun. Jangan sampai setelah lolos justru
tidak siap, karena hal itu akan menghambat pelaksanaan program," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses seleksi
manajer Koperasi Merah Putih dapat menghasilkan sumber daya manusia yang
kompeten, profesional, dan siap mendukung penguatan ekonomi berbasis koperasi di
tingkat desa dan kelurahan. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)