- Wagub Jihan Nurlela Dorong Kader PMII Jadi Pemimpin Berintegritas dan Adaptif
- Wagub Jihan Lantik Indra Sanjaya sebagai Karo Adpim
- Bupati Tanggamus Minta Program Kopi Tak Berhenti di Ruang Rapat
- Bupati Tanggamus Serahkan Lima Unit Alsintan Bantuan Kementan
- Polres Tanggamus Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke 80
- Sekda Kota Metro Tinjau Pelayanan di Disdukcapil dan MPP
- Plt. Bupati I Komang Koheri Hadiri Haflah Akhirussanah Ponpes Sunan Ampel
- Plt. Bupati Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
- Pemkab Lampura Dukung Persiapan Hari Pramuka dan Jambore Nasional 2026
- Pemkab Lampung Utara Bahas Adendum Perjanjian Kerja Sama dengan PKN STAN
Wagub Jihan Nurlela Dorong Kader PMII Jadi Pemimpin Berintegritas dan Adaptif


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk
tidak berhenti menjadi aktivis organisasi, serta terus mempersiapkan diri
menjadi pemimpin yang mampu mengisi berbagai posisi strategis di masa depan.
Menurutnya, kader PMII harus tampil sebagai pribadi yang berintegritas,
adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
"Kami membutuhkan kader-kader PMII yang
nantinya menjadi birokrat, dokter, kepala daerah, anggota legislatif, maupun
pemimpin di berbagai bidang dengan tetap membawa nilai-nilai perjuangan PMII.
Jangan berpuas diri hanya menjadi aktivis organisasi, tetapi teruslah
mempersiapkan diri hingga mampu mengisi posisi-posisi strategis," ucap
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat membuka Pelatihan Kader Lanjut (PKL)
PC PMII Kota Bandar Lampung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Rabu
(01/07/2026)
Baca Lainnya :
- Wagub Jihan Lantik Indra Sanjaya sebagai Karo Adpim0
- Pemprov Lampung Dorong Peningkatan Tata Kelola dan Infrastruktur RSBNH0
- Pemprov Perluas Akses Pandidikan Global Lewat Program Study and Network ke Korea0
- Wamen HAM Apresiasi Komitmen Pemprov Integrasikan HAM dalam Tata Kelola Pemerintahan0
- Wagub Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Memberikan Data yang Benar0
Pelatihan Kader Lanjut (PKL) yang
diselenggarakan Pengurus Cabang PMII Kota Bandar Lampung tersebut merupakan
jenjang kaderisasi tingkat lanjut yang diikuti kader PMII dari berbagai daerah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan
dihadiri jajaran PB PMII, pengurus PMII Provinsi Lampung, senior PMII, serta
unsur Forkopimda dan organisasi kemahasiswaan.
Dalam kesempatan itu, Wagub Jihan menyampaikan
bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks
dibandingkan beberapa tahun lalu. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan
buatan (artificial intelligence), telah mengubah berbagai aspek kehidupan
sehingga pola pikir dan cara bekerja juga harus ikut bertransformasi.
Karena itu, menurutnya, proses kaderisasi tidak
lagi cukup mengandalkan metode konvensional. Organisasi kemahasiswaan perlu
terus memperkuat kapasitas kader agar mampu beradaptasi dengan perubahan
sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Wagub Jihan menilai tema PKL bertajuk Beyond
Ordinary Cadres sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tema tersebut,
menurutnya, menjadi pengingat bahwa kader PMII harus memiliki karakter yang
melampaui standar biasa melalui penguatan militansi, intelektualitas, dan
semangat perubahan.
Ia menjelaskan, militansi diperlukan agar kader
tetap istiqamah memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan terus menjaga semangat
pengabdian kepada masyarakat. Sikap tersebut menjadi fondasi penting dalam
menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus mengawal pembangunan daerah.
Selain militansi, Wagub Jihan menekankan
pentingnya membangun kapasitas intelektual. Di tengah melimpahnya arus
informasi, tantangan terbesar bukan lagi memperoleh informasi, melainkan
mengolahnya menjadi pengetahuan, riset, serta rekomendasi kebijakan yang
bermanfaat.
"Kita harus mampu memanfaatkan informasi
menjadi gagasan yang konkret. Dari sanalah lahir rekomendasi dan solusi yang
bisa digunakan untuk mengawal jalannya pemerintahan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat
revolusioner bukan berarti sekadar menyuarakan perubahan melalui slogan.
Revolusioner, menurut Wagub, diwujudkan melalui keberanian melakukan pembaruan
yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Menurut Wagub Jihan, pemerintah daerah
membutuhkan partisipasi aktif generasi muda yang memiliki kompetensi,
integritas, dan kemampuan berpikir kritis. Kehadiran kader PMII di berbagai
sektor diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus
melahirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, ia meminta seluruh peserta PKL
memanfaatkan proses kaderisasi sebagai ruang belajar secara sungguh-sungguh.
Materi yang diberikan para narasumber diharapkan menjadi bekal dalam menyusun
kajian, riset, dan rekomendasi untuk mendukung pembangunan daerah.
Ketua Majelis Pembina Daerah PMII Lampung
Fajrun Najah Ahmad turut mengingatkan pentingnya kader muda terus mempersiapkan
diri menjadi calon pemimpin bangsa. Menurutnya, proses kaderisasi harus menjadi
ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa kader PMII harus tetap
kritis dalam menyampaikan aspirasi, namun tetap mengedepankan etika, dialog,
serta memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah sebagai bagian dari
upaya bersama membangun daerah.
Sementara itu, perwakilan Pengurus Besar PMII,
Dedi Indra Prayoga, mengatakan perubahan global yang dipicu perkembangan
teknologi, dinamika geopolitik, hingga perubahan iklim menuntut organisasi
mahasiswa untuk terus melakukan pembaruan dalam sistem kaderisasi.
Menurutnya, kader PMII harus mampu membaca
perubahan zaman dan menghasilkan gagasan yang relevan agar organisasi tetap
menjadi ruang lahirnya pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi
nyata bagi bangsa dan daerah.
Ketua PC PMII Kota Bandar Lampung Topik Sanjaya
menjelaskan bahwa PKL menjadi tahapan kaderisasi untuk mencetak kader yang
memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kemampuan menjawab
tantangan pembangunan di masa mendatang.
Melalui sinergi antara
pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan, Pemerintah Provinsi Lampung
berharap proses kaderisasi mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul,
berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Kehadiran
kader-kader muda yang adaptif dan berdaya saing diharapkan menjadi modal
penting dalam mendukung terwujudnya kemajuan Provinsi Lampung dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)