- Wagub Jihan Lantik Indra Sanjaya sebagai Karo Adpim
- Bupati Tanggamus Minta Program Kopi Tak Berhenti di Ruang Rapat
- Bupati Tanggamus Serahkan Lima Unit Alsintan Bantuan Kementan
- Polres Tanggamus Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke 80
- Sekda Kota Metro Tinjau Pelayanan di Disdukcapil dan MPP
- Plt. Bupati I Komang Koheri Hadiri Haflah Akhirussanah Ponpes Sunan Ampel
- Plt. Bupati Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
- Pemkab Lampura Dukung Persiapan Hari Pramuka dan Jambore Nasional 2026
- Pemkab Lampung Utara Bahas Adendum Perjanjian Kerja Sama dengan PKN STAN
- Pengurus Harpi Melati Lampung Barat 2026–2031 Dilantik
Bupati Tanggamus Minta Program Kopi Tak Berhenti di Ruang Rapat
Petani Harus Kembali Produktif

TANGGAMUS, MFH,-- Bupati Tanggamus Drs. H. Moh.
Saleh Asnawi, M.A., M.H. menegaskan peningkatan produktivitas petani menjadi
kunci menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, seluruh program
pengembangan kopi diminta tidak berhenti pada pembahasan di meja rapat, tetapi
benar-benar diwujudkan melalui pendampingan di lapangan.
Penegasan tersebut disampaikan saat menerima
audiensi Balai Riset dan Monitoring Perkebunan (BRMP) Lampung bersama Tim I-Can
(Initiative for Coffee & Cocoa Advancement in Nusantara) di Ruang Rapat
Bupati Tanggamus, Selasa, 30 Juni 2026.
Audiensi dihadiri Kepala BRMP Lampung Endro
Gunawan, Ketua Tim Teknis I-Can Lampung Fauziah Yulia Adriani, jajaran BRMP,
Ahmad Sutarno Fasilitator Forum FSP perwakilan GIZ, koperasi, serta didampingi
Asisten II Sekdakab Tanggamus Hendra Wijaya Mega, Kepala Bapperida Doni Sangaji
Berisang, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Henry Patra, Kadis KPTPH Alkat
Alamsyah, dan Kabag Protokol Hendra Ferry.
Baca Lainnya :
- Bupati Tanggamus Serahkan Lima Unit Alsintan Bantuan Kementan0
- Polres Tanggamus Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke 800
- Wabup Tanggamus Minta Program MBG Tepat Sasaran0
- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong0
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan0
Dalam paparannya, Kepala BRMP Lampung Endro
Gunawan menyampaikan produktivitas kopi di sejumlah sentra di Tanggamus masih
berada di kisaran 800 hingga 900 kilogram per hektare. Menurutnya, kenaikan
harga kopi belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani apabila produktivitas
tetap rendah.
Ia berharap forum kemitraan multipihak menjadi
wadah bersama untuk menyatukan seluruh program pengembangan kopi sehingga tidak
lagi berjalan sendiri-sendiri.
Menanggapi hal itu, Bupati Moh. Saleh Asnawi
menilai sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Tanggamus.
Menurutnya, hampir seluruh perputaran ekonomi daerah bergantung pada hasil
komoditas pertanian.
"Secara teori memang tidak akan pernah ada
perputaran ekonomi di Tanggamus kalau tidak ada transaksi hasil komoditas
pertanian. Artinya petani harus produktif. Kalau petani produktif, dampaknya
akan positif untuk seluruh perputaran ekonomi di Tanggamus," tegas Saleh
Asnawi.
Ia mengaku prihatin karena dalam dua dekade
terakhir banyak petani mengalami penurunan produktivitas, bahkan kesulitan
memperoleh modal maupun pupuk.
"Dua puluh tahun terakhir ini kita sangat
prihatin. Petani sekarang miskin karena tidak produktif. Cari pupuk susah,
pinjam uang untuk beli pupuk juga susah. Kalau kondisi ini terus dibiarkan,
masa depan anak-anak petani juga akan ikut terdampak," ujarnya.
Saleh Asnawi juga menilai keberhasilan
pembangunan sektor pertanian tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan aktif
pemerintah. Ia mencontohkan keberhasilan pembangunan pertanian pada masa lalu
yang ditopang pendampingan tenaga ahli, penyediaan benih, pupuk, hingga
penyuluhan secara langsung kepada petani.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang
terlibat dalam program pengembangan kopi benar-benar turun ke lapangan.
"Kalau hanya teori di sini, bicara terus
di ruang rapat, tidak akan ada hasilnya. Harus turun ke lapangan, membawa solusi,
mengedukasi petani sampai ke kecamatan, desa, dan pekon. Jangan hanya berhenti
pada teori," katanya.
Bupati juga menyoroti program I-Care yang telah
berjalan sejak 2022. Menurutnya, hasil nyata harus segera dirasakan masyarakat
melalui peningkatan produktivitas petani.
"Kalau program ini sudah berjalan sejak
2022 tetapi petani masih kesulitan pupuk dan belum produktif, berarti
implementasi di lapangan harus diperkuat. Yang saya inginkan sekarang adalah
benar-benar bekerja di bawah bersama petani," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan
Peternakan Kabupaten Tanggamus Henry Patra melaporkan produktivitas kopi di
Tanggamus terus meningkat, dari sekitar 800 kilogram per hektare pada 2014
menjadi 1,25 ton per hektare pada 2025. Produksi kopi juga naik dari 32.443 ton
pada 2024 menjadi 39.165 ton pada 2025 atau meningkat 17,16 persen. Selain itu,
produksi kakao turut mengalami kenaikan 14,93 persen dengan luas areal mencapai
sekitar 41.461 hektare. [MFH/Din/rils]











3.jpg)