Wabup Tanggamus Minta Program MBG Tepat Sasaran
Libatkan Petani Lokal hingga Cegah Korupsi

By redaksi 30 Jun 2026, 12:40:53 WIB Saburai
Wabup Tanggamus Minta Program MBG Tepat Sasaran


TANGGAMUS, MFH,-- Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, mewakili Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., membuka Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 di Aula Serumpun Padi, Gisting, Selasa, 30 Juni 2026.

Rakor tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tanggamus, Kepala OPD, Kepala SPPG, serta perwakilan mitra dan yayasan pelaksana Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Lainnya :

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Agus Suranto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

"Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan atau menggugurkan kewajiban. Ini adalah intervensi strategis negara dan investasi jangka panjang yang sangat berharga untuk melahirkan generasi yang kuat secara fisik, cerdas, dan bermental tangguh," kata Agus Suranto.

Ia menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, penyelenggara SPPG, hingga masyarakat.

Dalam arahannya, Agus meminta seluruh SPPG memastikan sinkronisasi data penerima manfaat benar-benar akurat berdasarkan nama, alamat, dan sekolah. Hal itu juga berlaku bagi sasaran kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, agar bantuan gizi tepat sasaran.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini telah terdapat 72 SPPG aglomerasi yang beroperasi di Kabupaten Tanggamus. Sementara itu, pemerintah masih menunggu operasional SPPG di wilayah 3T yang telah selesai dibangun di Pekon Sawang Balak, Kecamatan Cukuh Balak, serta Pekon Martanda, Kaur Gading, dan Karang Brak di Kecamatan Pematang Sawa.

Selain ketepatan sasaran, Agus menginginkan Program MBG mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah melalui pemanfaatan hasil produksi petani, peternak, nelayan, Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku UMKM, hingga lembaga ekonomi desa sebagai pemasok kebutuhan dapur SPPG.

"Anggaran besar yang turun untuk program ini harus berputar di Kabupaten Tanggamus. Beli beras dari petani lokal, sayur dari KWT, telur, ikan, dan daging dari peternak daerah. Jadikan program ini sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan," ujarnya.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan bersama tenaga ahli gizi memperketat pengawasan terhadap kualitas menu dan keamanan pangan agar makanan yang diberikan memenuhi standar gizi seimbang sekaligus higienis.

Di sisi lain, Agus mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program MBG. Ia meminta Inspektorat melakukan pendampingan terhadap seluruh proses pelaksanaan, sekaligus mengajak aparat penegak hukum turut mengawal program tersebut.

"Saya tegaskan, satu rupiah pun yang diperuntukkan bagi perut anak-anak kita tidak boleh dikorupsi," tegasnya.

Wakil bupati juga mengimbau para camat, kepala pekon, dan kepala sekolah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan tambahan asupan gizi dari pemerintah, bukan pengganti kewajiban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pangan anak.

Menutup sambutannya, Agus mengajak seluruh pihak meninggalkan ego sektoral dan memperkuat sinergi agar Program MBG berjalan aman, sehat, berkualitas, serta mampu melahirkan generasi unggul di Kabupaten Tanggamus.

"Kalau kita berhasil merapatkan barisan, membuang ego sektoral, dan bekerja dengan tulus, insyaallah kita sedang mencetak sejarah kebangkitan generasi unggul dari tanah yang kita cintai ini," pungkasnya. [MFH/Din/rils]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment