- Gubernur Mirza Ajak KAHMI dan FORHATI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Lampung Maju
- Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Silaturahmi, Wagub Jihan Ajak Warga Dukung UMKM Lampung
- Kapolres AKBP Rahmad Sujatmiko Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 56 Personel Polres Tanggamus
- Sekala Bekhak XII Bukan Sekadar Pesta, Tapi Penjaga Jati Diri Lampung Barat
- PMKNU Pertama di Lambar, Cetak Pemimpin yang Siap Bangun Daerah dan Jaga NKRI
- Terima Audiensi Mahasiswa IPB, Bupati Dorong Lahirnya Generasi Penggerak Hilirisasi Kopi Lambar
- Bupati Pesisir Barat dan Wakil Hadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80
- Wagub Jihan Nurlela Dorong Kader PMII Jadi Pemimpin Berintegritas dan Adaptif
- Wagub Jihan Lantik Indra Sanjaya sebagai Karo Adpim
- Bupati Tanggamus Minta Program Kopi Tak Berhenti di Ruang Rapat
Hardiknas 2026 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Inklusif di Lampung

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung menegaskan komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan sebagai
fondasi utama pembangunan sumber daya manusia, melalui pelaksanaan Upacara Hari
Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Korpri,
Senin (4/5/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin oleh
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan sebagai inspektur
upacara. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran ASN, DPRD, TNI, Polri, guru, serta
pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov Lampung
membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul
Mu’ti, M.Ed., yang menekankan bahwa peringatan Hardiknas Tahun 2026 menjadi
momentum refleksi untuk meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional.
Baca Lainnya :
- Gubernur Lampung Dorong Sinergi Antar Partai Politik untuk Perkuat Ketahanan Pangan0
- Daya Beli Masyarakat Lampung Menguat0
- Gunakan DTSEN, Pemprov Lampung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran0
- HUT Perdana FARRILA Berlangsung Semarak dan Meriah0
- Pemprov Lampung Ajak Stakeholder Bersinergi Sukseskan Porwanas XV 20270
Mendikdasmen menyampaikan bahwa pendidikan pada
hakikatnya merupakan proses memanusiakan manusia, yang dilaksanakan dengan
ketulusan, kasih sayang, serta berorientasi pada pengembangan potensi peserta
didik sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran
Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, melalui konsep “Among” yang
menekankan asah, asih, dan asuh.
Lebih lanjut, pendidikan juga dipandang sebagai
upaya strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter, serta
memperkuat peradaban.
Dalam mendukung visi tersebut, Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis,
antara lain pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, serta percepatan
digitalisasi pembelajaran.
Upaya ini bertujuan menciptakan lingkungan
belajar yang nyaman dan didukung sarana yang memadai, sehingga mampu
meningkatkan motivasi dan capaian belajar peserta didik.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong
peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru sebagai kunci keberhasilan
pendidikan.
Berbagai program telah dilaksanakan, seperti
pemberian beasiswa bagi guru untuk melanjutkan pendidikan, pelatihan
kompetensi, hingga peningkatan tunjangan yang kini disalurkan secara langsung
setiap bulan.
Penguatan karakter peserta didik juga menjadi
perhatian utama melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan
menyenangkan.
Sekolah diharapkan menjadi ruang tumbuh yang
tidak hanya mengembangkan aspek akademik, tetapi juga nilai-nilai moral,
sosial, dan spiritual.
Di sisi lain, peningkatan kualitas pembelajaran
terus didorong melalui gerakan literasi, numerasi, serta penguatan bidang sains
dan teknologi.
Berbagai program evaluasi dan pengembangan
bakat, seperti tes kemampuan akademik, lomba olahraga, dan seni, turut
dihadirkan guna mengoptimalkan potensi peserta didik.
Pemerintah juga berkomitmen memperluas akses
pendidikan yang inklusif dan merata melalui berbagai layanan, seperti sekolah
satu atap, pembelajaran jarak jauh, hingga pendidikan inklusi bagi anak
berkebutuhan khusus.
"Keberhasilan pembangunan pendidikan
membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia
usaha, hingga media. Sinergi ini menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan
bermutu untuk semua,"ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Mendikdasmen mengajak
semua pihak untuk terus memperkuat komitmen melalui pola pikir maju, mental
tangguh, dan misi yang jelas, agar seluruh kebijakan pendidikan dapat
diimplementasikan secara optimal.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari
kita perkuat kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan bermutu menuju Indonesia
yang cerdas, maju, dan bermartabat,” tutupnya. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]











3.jpg)