- Ketika Siang Hari Menjadi Malam: Gema Letusan Krakatau yang Membekukan Dunia
- Polres Tanggamus Kerahkan 30 Personel Amankan Pemulangan Jamaah Haji Kloter 19 JKG
- Bunda PAUD Provinsi Lampung Ajak IGTKI-PGRI Perkuat Sinergi Wujudkan Generasi Emas Lampung
- Gubernur Mirza Dorong Guru TK Perkuat Komunikasi Bangun Mental Anak
- Pemprov Lampung Perkuat Transparansi Pengadaan Melalui Digitalisasi dan E-Katalog
- Kerja Sama Internasional, Peluang Investasi Untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
- Bupati Hadiri Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD
- Bupati Pringsewu Dampingi Tim Kemendagri RI Tinjau Sentra Mocaf
- Peletakan Batu Pertama Jembatan Armco, Harapan Baru Masyarakat Trimurjo dan Bumiratu Nuban
- Plt. Bupati Laksanakan Persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Puseh Rama Dewa
Gunakan DTSEN, Pemprov Lampung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

BANDARLAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung menegaskan fokus intervensi program pembangunan pada masyarakat
kelompok desil 1 dan desil 2 melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi
Nasional (DTSEN).
“Kita ingin memastikan semua program Provinsi
Lampung fokus kepada desil 1 dan desil 2, sehingga penerima dan lokasi program
benar-benar tepat sasaran dan bisa diukur dampaknya,” ujar Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung Marindo Kurniawan.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekda Marindo
Kurniawan saat memimpin Rapat Koordinasi Pemanfaatan DTSEN untuk Intervensi
Program Pemerintah Provinsi Lampung di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur
Lampung, Kamis (30/4/2026).
Baca Lainnya :
- HUT Perdana FARRILA Berlangsung Semarak dan Meriah0
- Pemprov Lampung Ajak Stakeholder Bersinergi Sukseskan Porwanas XV 20270
- Ikuti Asistensi KemenPANRB, Lampung Dorong Optimalisasi RB, SAKIP, dan Zona Integritas0
- Pemprov Lampung Optimalkan Kualitas Layanan Publik0
- Jelang Judo Kapolri Cup 2026, Kapolda Lampung: Target Prestasi Tak Bisa Ditawar0
Rapat dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Lampung
Anang Risgiyanto, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi, Kepala Dinas
Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, Kepala
BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution, serta Koordinator Program Keluarga
Harapan (PKH) Provinsi Lampung Slamet Riyadi.
Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya
integrasi program pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar
selaras dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Ia menyebut seluruh
program harus “keroyokkan” secara terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan menekan ketimpangan.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong
untuk memastikan intervensi program dapat dihitung secara konkret, baik dari
sisi peningkatan pendapatan masyarakat maupun pengurangan beban pengeluaran
rumah tangga miskin.
Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan
Nasution menjelaskan, DTSEN memungkinkan identifikasi masyarakat miskin secara
lebih akurat melalui pendekatan by name by address. Dengan sistem ini,
pemerintah dapat mengetahui secara pasti siapa dan di mana sasaran intervensi
berada.
Ia menyebut, tingkat kemiskinan Lampung saat
ini berada di angka 9,66 persen atau sekitar 800.000 jiwa. Data tersebut
menjadi dasar penting dalam merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran.
BPS juga memperkenalkan aplikasi visualisasi
data “SIGER” yang memungkinkan pemerintah daerah mengeksplorasi kondisi sosial
ekonomi masyarakat berdasarkan desil, wilayah, hingga karakteristik tertentu
seperti pendidikan dan kondisi perumahan.
“Data ini bukan sekadar angka, tetapi harus
dimanfaatkan untuk menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata. Jika intervensi
mikro tepat, maka secara makro hasilnya juga akan baik,” kata Ahmadriswan.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Lampung
Anang Risgiyanto menyoroti masih adanya tantangan dalam validitas data,
terutama terkait ketidaktepatan sasaran akibat inclusion error dan exclusion
error. Ia menilai pemanfaatan DTSEN dan aplikasi SIGER dapat menjadi solusi
untuk memperbaiki kualitas data melalui verifikasi lapangan (ground checking).
Dari sisi pelaksanaan program, Dinas Sosial
mencatat tingkat kesalahan data masih mencapai 28,8 persen. Oleh karena itu,
diperlukan penguatan peran operator desa dalam pemutakhiran data, termasuk
melalui pemberian insentif agar proses pembaruan data lebih akurat dan
berkelanjutan.
Koordinator PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi
menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 380.000 penerima manfaat PKH di
Lampung, dengan dukungan 1.549 pendamping yang tersebar di 229 kecamatan.
Proses pemutakhiran data terus dilakukan untuk memastikan bantuan tepat
sasaran.
Ia juga melaporkan bahwa ground checking untuk
penerima bantuan iuran jaminan kesehatan nonaktif telah mencapai 71,28 persen
dari total 145.279 keluarga, menunjukkan upaya serius dalam memperbaiki
kualitas data sosial.
Ke depan, Pemprov Lampung bersama BPS dan
pemangku kepentingan lainnya akan terus memperkuat integrasi data serta
pemanfaatannya dalam perumusan kebijakan. Pemutakhiran data secara berkala
setiap triwulan juga diharapkan mampu menjaga akurasi sasaran program.
Dengan pendekatan berbasis data yang lebih
terintegrasi, pemerintah optimistis intervensi program akan lebih efektif dalam
menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta
menciptakan pembangunan yang lebih inklusif di Provinsi Lampung. [MFH/Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)