- Ngopi Kerukunan Satukan Pemerintah, Tokoh Agama dan Media Jaga Harmoni Bandar Lampung
- Senam Kerukunan Tandai Kick Off HUT Ke-81 RI Kemenag Bandar Lampung
- Pemprov Perkuat Kolaborasi untuk Perluas Kesempatan Penyandang Disabilitas
- Gubernur Resmikan RS Alamsyah Ratu Perwiranegara
- Pengurus LKKS Tanggamus Dilantik, Siap jadi Motor Penggerak Kepedulian Sosial
- Lepas 598 Peserta Jamnas XII, Gubernur Tekankan Penguatan Karakter dan Integritas Generasi Muda
- M. Ardhiansyah Resmi Pimpin Dinas Kominfotiksan Pesawaran
- Bupati Nanda Indira Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Pesawaran
- Kontingen Pramuka Lamtim Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional XII 2026
- Dinas PUTR Metro Pertama Kali Dinilai Ombudsman
Pemprov Perkuat Kolaborasi untuk Perluas Kesempatan Penyandang Disabilitas


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pendidikan
yang inklusif serta memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk
berkembang, mandiri, dan berperan aktif di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur
Lampung Jihan Nurlela saat menghadiri Kunjungan Kerja Ketua Umum Dharma Pertiwi
Evi Agus Subiyanto di SLB Dharma Bakti Dharma Pertiwi, Rabu (12/8/2026).
Baca Lainnya :
- Lepas 598 Peserta Jamnas XII, Gubernur Tekankan Penguatan Karakter dan Integritas Generasi Muda0
- Gubernur Dorong Mahasiswa Baru Unila jadi Agen Perubahan dan Pembangunan Lampung0
- Lubi.Co: Ketika Ruang Kerja, Kopi, dan Inklusi Bertemu 0
- Pemprov Lampung Apresiasi Peluncuran Empat Program PPDS Baru FK Unila0
- Setahun Kodam XXI/Raden Intan, Sinergi TNI-Pemprov Diperkuat untuk Stabilitas dan Ketahanan Pangan0
Wagub mengatakan, kolaborasi menjadi fondasi
penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, termasuk dalam pemenuhan
hak dan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.
"Fondasi utama kita dalam menggerakkan
pembangunan adalah kolaborasi. Kalau kita tidak pandai-pandai berkolaborasi dan
menyatukan sinergi, tentu pembangunan tidak akan bergerak sebagaimana yang kita
inginkan," ujarnya.
Menurutnya, kunjungan Ketua Umum Dharma Pertiwi
beserta jajaran ke Provinsi Lampung memberikan semangat sekaligus stimulus
untuk terus mengoptimalkan berbagai hal yang belum berjalan secara maksimal,
khususnya dalam pengembangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki
keistimewaan dan potensi masing-masing. Karena itu, masyarakat perlu mengubah
cara pandang terhadap penyandang disabilitas dengan memberikan akses,
kesempatan, dan dukungan yang setara.
"Kami jangan dikasihani, tetapi cukup
diberikan pengertian, dimengerti, diberikan akses dan kesempatan," kata
Wagub, mengutip pesan yang terpampang di lingkungan sekolah.
Wagub menilai, pendidikan bagi anak
berkebutuhan khusus tidak boleh berhenti pada proses pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, harus ada keberlanjutan yang membuka ruang bagi mereka untuk
mengembangkan keterampilan, membangun kemandirian, hingga memasuki dunia kerja.
Ia menyambut baik rencana pengembangan Kafe
Lubi sebagai salah satu wadah pembelajaran dan pelatihan keterampilan bagi
lulusan SLB.
"Ini akan menjadi harapan baru bagi
anak-anak bahwa pendidikan bukan tahap akhir di SLB ini. Nanti ada
hilirisasinya berupa masuk ke dunia kerja," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur
Lampung juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus
menyosialisasikan Peraturan Daerah tentang Disabilitas kepada dunia usaha. Hal
itu dilakukan agar pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam memperoleh
kesempatan kerja dapat dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.
"Provinsi Lampung terus berupaya membangun
kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami juga mempunyai Perda tentang Disabilitas
yang terus kami sosialisasikan kepada para perusahaan dan pengusaha agar
memenuhi amanat Perda dan Undang-Undang, bahwa ada satu persen hak dari
teman-teman disabilitas untuk bisa masuk ke dunia kerja di perusahaan
masing-masing," tegasnya.
Wagub juga mengungkapkan, saat ini terdapat 34
SLB di Provinsi Lampung, baik negeri maupun swasta. Namun, jumlah tersebut
dinilai masih belum ideal untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan
khusus di seluruh wilayah Lampung.
"Belum mencukupi, belum cukup ideal untuk
kebutuhan anak-anak yang istimewa ini," ujarnya.
Ia juga menyoroti Kabupaten Pesisir Barat yang
hingga kini belum memiliki SLB. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu
hal yang perlu mendapat perhatian bersama agar akses pendidikan bagi anak
berkebutuhan khusus dapat semakin merata.
Wagub turut memberikan apresiasi kepada para
guru, tenaga pendidik, pendamping, serta orang tua yang selama ini memberikan
pendampingan dan dukungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
"Semoga para tenaga pendidik dan guru
senantiasa diberikan kesehatan dalam bertugas. Kepada para orang tua, saya
berharap tetap menjadi sumber semangat bagi putra-putri tercinta. Jangan pernah
merasa sendiri karena insyaallah Ibu Ketua dan kami semua akan terus
membersamai," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi Evi
Agus Subiyanto mengatakan, anak-anak berkebutuhan khusus merupakan amanah yang
membutuhkan dukungan, kesempatan, kepercayaan, dan pendampingan secara
berkelanjutan agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Ia mengajak para orang tua untuk menjadi mitra
bagi anak dengan memahami minat dan potensi mereka, bukan sekadar memberikan
larangan.
"Kita dorong anak-anak itu dari belakang
untuk sesuatu hal yang positif. Apa yang menjadi passion-nya, apa hobinya, kita
dukung. Insyaallah bisa berhasil," ujar Evi.
Menurutnya, semangat tersebut juga diwujudkan
melalui Program Orang Tua Asuh yang diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan
sesaat, melainkan menjadi ikatan kepedulian dan tanggung jawab bersama.
"Menjadi orang tua asuh berarti hadir
untuk membuka kesempatan, memberikan dukungan, serta menumbuhkan keyakinan
dalam diri anak-anak bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam meraih
cita-citanya," katanya.
Evi berharap Program Orang Tua Asuh dapat
berjalan secara berkelanjutan, dengan program dan target yang jelas sehingga
memberikan dampak nyata bagi perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan
penandatanganan perjanjian kerja sama terkait pengembangan Kafe Lubi sebagai
wadah pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan keterampilan bagi anak-anak
yang telah menyelesaikan pendidikan di SLB.
Evi mengatakan, pengembangan Kafe Lubi
merupakan bagian dari upaya menyiapkan ruang yang lebih luas bagi anak-anak
berkebutuhan khusus untuk mengasah potensi, membangun kemandirian, serta
mempersiapkan diri agar mampu berkarya dan berperan aktif di masyarakat.
Selain itu, dilakukan penandatanganan prasasti
playground dan ruang belajar autis serta peluncuran Program Orang Tua Asuh.
Playground tersebut diharapkan menjadi ruang bermain dan interaksi yang
sekaligus mendukung perkembangan kemampuan motorik, sosial, dan kepercayaan
diri anak.
Ketua Daerah Dharma Pertiwi Daerah U, Asti
Kristomei, melaporkan bahwa sejak kepengurusan Yayasan Dharma Bakti Daerah
Lampung diaktifkan pada akhir tahun lalu, berbagai pembenahan mulai dilakukan,
baik dari sisi tata kelola pendidikan dan administrasi maupun peningkatan
sarana dan prasarana.
Sejumlah upaya yang telah dilakukan antara lain
melengkapi fasilitas pembelajaran, menambah kipas angin dan bahan ajar,
membangun dua sumur bor, merevitalisasi ruang kelas autis untuk dijadikan
sentra pembelajaran, serta menambah wahana permainan.
Selain itu, Yayasan Dharma Bakti juga menyiapkan
rencana pembangunan Kafe Lubi yang diharapkan menjadi ruang interaksi yang aman
bagi anak berkebutuhan khusus dan masyarakat.
Asti menegaskan komitmen Yayasan Dharma Bakti
yang terdiri dari unsur Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya
Garini, serta para guru untuk terus meningkatkan kualitas SLB B, C, dan Autis
Dharma Bakti Dharma Pertiwi.
"Semoga menjadi tempat belajar yang
semakin baik, nyaman, aman, dan mampu memberikan ruang tumbuh bagi anak-anak
berkebutuhan khusus dari berbagai kalangan," ujarnya.
Rangkaian kegiatan tersebut turut disaksikan
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama
Wulan Sari Mirza, serta Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah,
Dharma Pertiwi, dunia usaha, sekolah, orang tua, dan masyarakat, Pemerintah
Provinsi Lampung berharap tercipta ekosistem pendidikan yang semakin inklusif,
berkualitas, dan berkeadilan, sekaligus membuka jalan yang lebih luas bagi
penyandang disabilitas untuk tumbuh, mandiri, berkarya, dan memperoleh
kesempatan yang setara di dunia kerja. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)