- Lubi.Co: Ketika Ruang Kerja, Kopi, dan Inklusi Bertemu
- Wabup Agus Suranto Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Tanggamus
- Wakil Bupati Umi Laila Panen Raya Padi di Wonosari
- Umi Laila Pimpin Apel Pelepasan Kontingen Jambore Nasional XII Pringsewu
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Sertijab Camat Marga Tiga
- Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI di Way Jepara
- Wali Kota Metro Hadiri HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten
- Pemkot Metro Tegaskan Sistem Penerimaan Tamu Sesuai SOP
- TP PKK Lamteng Perkuat Pembinaan 10 Program Pokok PKK di Empat Kecamatan
- Bupati Lampung Utara Hadiri HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten
Lubi.Co: Ketika Ruang Kerja, Kopi, dan Inklusi Bertemu


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Lubi.co merupakan
singkatan dari Luar Biasa Co-working Space & Cafe. Hadir dengan konsep yang
memadukan co-working space dan kafe, Lubi.co menawarkan ruang yang nyaman bagi pekerja,
pengusaha, mahasiswa, komunitas, maupun para pelaku kreatif.
Namun, ada satu hal yang membuat Lubi.co
memiliki karakter berbeda. Ruang ini dibangun dengan semangat untuk
menjembatani interaksi antara teman dengar dan teman tuli dalam dunia kerja dan
kehidupan sosial.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Apresiasi Peluncuran Empat Program PPDS Baru FK Unila0
- Setahun Kodam XXI/Raden Intan, Sinergi TNI-Pemprov Diperkuat untuk Stabilitas dan Ketahanan Pangan0
- Hadapi El Nino, Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air di Berbagai Sektor0
- PSEL Lampung Raya Disiapkan Jadi Solusi Sampah dan Penguatan Energi Daerah0
- Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi dan Layanan Pertanahan0
Bagi Lubi.co, kata “luar biasa” bukan sekadar
nama. Ia menggambarkan keyakinan bahwa sesuatu yang tampak biasa dapat
berkembang menjadi luar biasa ketika mendapatkan kesempatan, kreativitas, dan
dukungan yang tepat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari identitas
Lubi.co. Penggunaan huruf isyarat “O” pada logo, misalnya, menjadi salah satu
ciri yang merepresentasikan identitas teman tuli sekaligus memperkuat pesan
inklusi yang dibawa.

Ruang
Santai untuk Bekerja dan Berkreasi
Lubi.co menghadirkan lingkungan yang dirancang
untuk mendukung produktivitas dan kreativitas. Pengunjung dapat memanfaatkan
ruang kerja yang nyaman, ruang pertemuan, serta berbagai fasilitas pendukung
untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya untuk bekerja secara individual,
ruang yang tersedia juga dapat digunakan untuk pertemuan, diskusi, rapat,
kegiatan komunitas, maupun berbagai acara lainnya. Area indoor dan outdoor
memberikan pilihan suasana bagi pengunjung. Dengan konsep yang fleksibel,
Lubi.co berupaya menciptakan ruang yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan
penggunanya.
Di satu sisi, pengunjung dapat menyelesaikan
pekerjaan dalam suasana yang lebih santai. Di sisi lain, mereka dapat bertemu
dengan orang baru, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi.
Lebih
dari Sekadar Kafe
Konsep Lubi.co berangkat dari gagasan bahwa
ruang publik dapat memiliki fungsi yang lebih luas. Kafe tidak hanya menjadi
tempat berkumpul, sementara ruang kerja tidak harus selalu terasa formal.
Keduanya dapat menjadi ruang untuk membangun relasi dan membuka kesempatan.
Di sinilah nilai inklusi menjadi bagian penting
dari Lubi.co. Kehadiran teman tuli tidak ditempatkan sebagai pelengkap,
melainkan sebagai bagian dari ekosistem yang dapat berinteraksi, bekerja,
berkarya, dan berkembang bersama.
Semangat tersebut menjadikan Lubi.co sebagai
ruang yang tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati kopi atau bekerja di
luar kantor, tetapi juga menghadirkan pengalaman tentang keberagaman.
Dari
Dapur Dif_Able Menuju Lubi.Co: Perjalanan Panjang Membangun Ruang Inklusif
Lubi.co dikenal sebagai co-working space dan
kafe dengan konsep inklusif. Namun, di balik nama tersebut terdapat perjalanan
panjang yang bermula dari sebuah gagasan sederhana: memberikan kesempatan
kepada penyandang disabilitas untuk belajar, bekerja, dan mandiri melalui
keterampilan kuliner.
Perjalanan itu dimulai pada Maret 2020 melalui
Dapur Dif_able (Difa). Saat itu, Komunitas Difable (KD) mendapatkan kesempatan
untuk melihat secara langsung dunia kuliner profesional. Dengan fasilitasi
Forum CSR Lampung, Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA),
Yayasan Langit Sapta, dan Pusat Studi CSR Universitas Bandar Lampung, anggota
komunitas melakukan kunjungan ke restoran yang berada di Hotel Sheraton dan menyaksikan
demonstrasi memasak dari chef berpengalaman. Kunjungan juga dilakukan ke Rumah
Makan Pindang Gajah. Pengalaman tersebut kemudian menumbuhkan inspirasi untuk
mengembangkan kegiatan di bidang kuliner.
Namun, inspirasi tersebut tidak berhenti pada
kunjungan. Anggota Difa kemudian mulai belajar memasak dengan dukungan Asosiasi
Pengusaha Jasa Boga (APJI) Lampung, IHGMA, Bukit Randu Hotel, serta
pendampingan dari Pusat Studi CSR Universitas Bandar Lampung. Mereka juga
mendapatkan kesempatan belajar meracik kopi bersama pemilik Kopi Kolonial.

Selama sekitar empat bulan, proses belajar
berlangsung secara bertahap. Selain keterampilan teknis, ada hal lain yang
tidak kalah penting untuk dibangun: rasa percaya diri. Untuk menguji sekaligus
mengevaluasi hasil belajar, dibuatlah program “Icip-Icip Berkah” yang
diselenggarakan sebulan sekali.
Dalam kegiatan tersebut, anggota Difa
menyajikan hasil masakan mereka dalam suasana seperti kafe. Kegiatan
berlangsung di halaman Sekretariat Bersama Forum CSR Lampung yang juga
merupakan Sekretariat Yayasan Langit Sapta. Dari kegiatan sederhana itu,
anggota Difa mulai mendapatkan pengalaman menghadirkan produk kepada orang
lain. Mereka belajar bahwa keterampilan yang dimiliki dapat dikembangkan
menjadi sesuatu yang bernilai.
Dari
Belajar Menjadi Usaha
Kesempatan berikutnya datang pada Oktober 2020.
KD mendapatkan tawaran untuk menggunakan salah satu bangunan milik PT PLN
(Persero) Distribusi Lampung sebagai tempat berjualan. Ruangan tersebut dapat
digunakan secara cuma-cuma selama satu tahun pertama. Kesempatan tersebut
menjadi momentum penting.
Pada Maret 2021, Difa mulai membuka usaha kafe
dan restoran dengan nama Dapur Dif_able. Selama sekitar dua tahun, Dapur
Dif_able menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan penyandang disabilitas,
khususnya mereka yang tergabung dalam Komunitas Difable. Dari tempat tersebut,
proses belajar tidak lagi berhenti pada pelatihan, tetapi mulai bergerak menuju
pengalaman menjalankan usaha.
Pada 2023, perjalanan Dapur Dif_able memasuki babak
baru. Usaha tersebut direlokasi dari Jalan Pangeran Diponegoro No. 14, Tanjung
Karang Pusat, Bandar Lampung, ke Jalan Pangeran Tirtayasa No. 200, Sukabumi
Indah, Bandar Lampung. Relokasi tersebut kemudian membuka ruang untuk sebuah
gagasan baru.
Dari
Belajar Menjadi Usaha
Kesempatan berikutnya
datang pada Oktober 2020. KD mendapatkan tawaran untuk menggunakan salah satu
bangunan milik PT PLN (Persero) Distribusi Lampung sebagai tempat berjualan.
Ruangan tersebut dapat digunakan secara cuma-cuma selama satu tahun pertama.
Kesempatan tersebut menjadi momentum penting.
Pada saat yang sama, kafe telah berkembang
menjadi tempat untuk berkumpul, berdiskusi, bekerja, dan bersantai. Dua
kebutuhan tersebut kemudian dipertemukan.
Dari sinilah lahir keputusan untuk melakukan
rebranding. Dapur Dif_able kemudian berkembang menjadi Lubi.co — Luar Biasa
Co-working Space & Cafe. Perubahan nama tersebut bukan berarti meninggalkan
perjalanan sebelumnya. Sebaliknya, Lubi.co membawa pengalaman Difa ke dalam konsep
yang lebih luas.
Jika Dapur Dif_able menjadi ruang awal untuk
belajar memasak, membangun keterampilan, dan menumbuhkan kepercayaan diri, maka
Lubi.co hadir untuk membuka ruang yang lebih besar bagi kolaborasi,
kreativitas, dan interaksi inklusif.
Sebuah
Perjalanan yang Belum Selesai
Perjalanan Lubi.co menunjukkan bahwa
pemberdayaan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai
dari sebuah kunjungan, sebuah pelatihan, sebuah kegiatan sederhana, atau
kesempatan untuk mencoba.
Dari proses belajar memasak, kemudian lahir
keberanian untuk membuka usaha. Dari sebuah kafe dan restoran, kemudian tumbuh
gagasan untuk membangun ruang kerja bersama. Dan dari perjalanan tersebut,
lahir sebuah ruang yang membawa pesan tentang inklusi.
Lubi.co kini tidak hanya membawa nama baru,
tetapi juga membawa semangat yang sama: memberikan ruang dan kesempatan agar
setiap orang dapat berkembang sesuai kemampuannya.
Sebab, menjadi luar biasa bukan tentang siapa
yang paling hebat. Terkadang, menjadi luar biasa hanya membutuhkan satu hal :
kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini ada. [MFH/rils]










3.jpg)