- Ketika Siang Hari Menjadi Malam: Gema Letusan Krakatau yang Membekukan Dunia
- Polres Tanggamus Kerahkan 30 Personel Amankan Pemulangan Jamaah Haji Kloter 19 JKG
- Bunda PAUD Provinsi Lampung Ajak IGTKI-PGRI Perkuat Sinergi Wujudkan Generasi Emas Lampung
- Gubernur Mirza Dorong Guru TK Perkuat Komunikasi Bangun Mental Anak
- Pemprov Lampung Perkuat Transparansi Pengadaan Melalui Digitalisasi dan E-Katalog
- Kerja Sama Internasional, Peluang Investasi Untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
- Bupati Hadiri Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD
- Bupati Pringsewu Dampingi Tim Kemendagri RI Tinjau Sentra Mocaf
- Peletakan Batu Pertama Jembatan Armco, Harapan Baru Masyarakat Trimurjo dan Bumiratu Nuban
- Plt. Bupati Laksanakan Persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Puseh Rama Dewa
Pemprov Lampung Perkuat Transparansi Pengadaan Melalui Digitalisasi dan E-Katalog

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung bersinergi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
(LKPP) RI memacu keterlibatan pelaku usaha lokal dalam ekosistem pengadaan
digital. Langkah strategis ini diambil guna memastikan serapan belanja daerah
memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi kerakyatan dan modernisasi
tata kelola pemerintahan.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo
Kurniawan, menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah bukan lagi
sekadar pemenuhan proses administratif, melainkan instrumen strategis untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas lapangan kerja, dan
meningkatkan daya saing komoditas daerah.
"Tahun 2026 ini, total Belanja Daerah pada
APBD Provinsi Lampung mencapai Rp8,1 triliun. Dari jumlah tersebut, alokasi
untuk pengadaan barang dan jasa melalui Rencana Umum Pengadaan (RUP) menyentuh
angka Rp3,4 triliun atau sekitar 42 persen," ujar Sekdaprov saat
memberikan keynote speech pada pembukaan Acara Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku
Usaha Batch 2 Tahun Anggaran 2026 di Hotel Santika Premiere, Bandar Lampung,
Kamis (18/06/2026).
Baca Lainnya :
- Nobar Piala Dunia 2026 di Lampung Disiapkan jadi Penggerak Ekonomi dan Kebersamaan Masyarakat0
- Lampung Matangkan Penyesuaian Batas Wilayah, Siapkan Pusat Pemerintahan Masa Depan0
- Bandar Lampung Dinilai jadi Wajah Kemajuan Lampung0
- Lampung Siap jadi Pionir Nasional Pengelolaan Sampah Terintegrasi dan Energi Bersih0
- Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemprov Lampung Perkuat Konektivitas Transportasi 0
Potensi anggaran yang sangat besar untuk
pembangunan daerah harus mampu diakses secara optimal oleh para pelaku usaha
terutama dari dalam Provinsi Lampung sendiri.
Pemprov Lampung berkomitmen penuh mewujudkan
transparansi dan akuntabilitas melalui akselerasi digitalisasi produk
pengadaan. Salah satunya lewat konsolidasi harga standar komoditas e-katalog
lokal guna mencegah ketimpangan harga dan menutup celah praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme (KKN).
"Melalui penguatan digitalisasi, kami
ingin pelaku usaha lokal di Lampung mampu naik kelas, tampil lebih profesional,
inovatif, dan siap bersaing di pasar pengadaan, baik pada tingkat daerah,
nasional melalui APBN yang slot umkk-nya mencapai Rp300 triliun, bahkan hingga
internasional," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama
Pengembangan Iklim Usaha dan Kerjasama Internasional LKPP, Dwi Rahayu Eka
Setyowati, menjelaskan bahwa kegiatan yang menyasar 100 pelaku usaha mikro,
kecil, dan koperasi di Lampung ini dirancang sebagai ruang pertemuan integratif
antara pembuat kebijakan dan pelaku industri lokal.
LKPP berkomitmen mendampingi para pengusaha
daerah dalam mengatasi tantangan administratif, pemahaman regulasi, hingga
proses onboarding ke dalam ekosistem digital, termasuk pemanfaatan Katalog
Elektronik (E-Katalog) Versi 6.
"Pasar pengadaan pemerintah adalah ruang
yang inklusif, transparan, dan dapat diakses oleh siapapun. Kami tidak ingin
pelaku usaha lokal di Lampung hanya menjadi penonton, melainkan wajib menjadi
pelaku utama dalam pemenuhan kebutuhan barang dan jasa pemerintah,"
pungkas Dwi Rahayu.
Acara peningkatan kapasitas ini secara resmi
dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dan dijadwalkan berlangsung
dengan rangkaian pemaparan teknis serta sesi diskusi interaktif bersama para
narasumber dan fasilitator dari LKPP RI dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
Provinsi Lampung. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)