- APBD Perubahan Kabupaten Pringsewu 2026 Disahkan
- Gubernur Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi
- ITERA dan BPBD Pesawaran Kolaborasi Susun Kajian Risiko Bencana Tahun 2026–2030
- Bupati Serahkan Bantuan Pangan Kepada Warga Fajarmulia Pagelaran Utara
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026
- Plt Bupati Tekankan Disiplin dan Kesiapsiagaan Personel Satpol PP dan Damkar
- Pemkab Lamteng Jalin PKS dengan Kanwil Kementerian Hukum Lampung
- Rapat Paripurna DPRD Pesisir Barat Bahas Raperda Perubahan APBD TA 2026
- Pemkab Pesisir Barat Gelar Simulasi Penanganan Pasien Darurat Lewat Udara
- Sekda Tanggamus Tinjau Tanggul Way Belu, Siapkan Penanganan Darurat
Polres Tanggamus Sosialisasikan Hilangnya 5 Jurnalis dan 3 Kru kepada Nelayan Pesisir

TANGGAMUS, MFH,-- Polres Tanggamus melalui
Satpolairud dan jajaran Polsek pesisir menyosialisasikan informasi hilangnya
lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 kepada para nelayan di
wilayah pesisir Kabupaten Tanggamus, Senin, 21 September 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Tempat Pelelangan
Ikan (TPI) Pekon Tegineneng, Kecamatan Limau, sekitar pukul 11.30 WIB, serta di
Gudang Ikan H. Jaman, Pekon Tengor, Kecamatan Cukuh Balak, sekitar pukul 14.00
WIB.
Di Kecamatan Limau, kegiatan dipimpin Kasat
Polair Polres Tanggamus AKP Dedi Yanto, S.Pd bersama Kasi Humas Polres
Tanggamus AKP Sofyansyah, S.H., Kapolsek Limau Iptu Fridy Romadhana Panca R.,
S.Sos, Bhabinkamtibmas Brigpol Viky dan personel Satpolairud Brigpol Azis.
Baca Lainnya :
- Coaching Clinic Manajemen Talenta Digelar, Tanggamus Perkuat Sistem Merit ASN0
- Bimtek Ekonomi Kreatif Tanggamus Ditutup0
- DPRD Tanggamus Setujui APBD Perubahan 20260
- Ruas Talang Padang-Sumanda Mulai Dibeton0
- Bupati Tanggamus Terima Audiensi BSI0
Sementara di wilayah hukum Polsek Cukuh Balak,
sosialisasi dipimpin Kapolsek Cukuh Balak Ipda Kiki Nur Alfian, S.H., M.M.,
bersama AKP Dedi Yanto, AKP Sofyansyah, Brigpol Azis dan Bhabinkamtibmas Bripka
Rifki.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko,
S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Sofyansyah mengatakan, sosialisasi
dilakukan untuk memperluas informasi kepada masyarakat pesisir sekaligus
mengajak nelayan ikut membantu memberikan informasi apabila menemukan sesuatu
yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
"Nelayan merupakan masyarakat yang
sehari-hari beraktivitas di laut. Karena itu, kami menyampaikan perkembangan
kejadian ini agar apabila selama melaut atau berada di pesisir menemukan
sesuatu yang diduga berkaitan, dapat segera diinformasikan kepada
kepolisian," kata Sofyansyah.
Kasi Humas menyebut, temuan tersebut dapat
berupa barang, benda maupun petunjuk lain yang berada di laut atau kawasan
pantai. Informasi dari nelayan selanjutnya akan diteruskan kepada petugas untuk
dilakukan pengecekan dan tindak lanjut.
"Jadi bukan hanya barang, informasi atau
petunjuk apa pun yang dianggap berkaitan dengan kejadian ini kami harapkan
dapat segera disampaikan. Kami akan menindaklanjutinya sesuai prosedur,"
tandasnya.
Diketahui, lima jurnalis dan tiga kru tersebut
sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Senin, 7 September 2026. Mereka berada
di speedboat Arupadhatu 1 saat melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas
Gunung Anak Krakatau.
Lima jurnalis yang berada di dalam speedboat
tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Arie/Ari Basuki dari
Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency
dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga kru kapal yang turut dilaporkan
hilang yakni Warta, 55 tahun, yang bertugas sebagai nakhoda atau kapten;
Surakman/Sukarman, 60 tahun, sebagai anak buah kapal (ABK); serta Heriyanto, 49
tahun, sebagai pemandu atau guide.
Setelah laporan kehilangan diterima, tim SAR
gabungan melakukan pencarian dengan memperluas wilayah penyisiran hingga
perairan Lampung, termasuk kawasan Teluk Semangka dan sejumlah wilayah pesisir
Tanggamus.
Memasuki 14 September 2026, pencarian telah
memasuki hari ketujuh. Tim SAR melakukan penyisiran di sejumlah sektor perairan
Lampung, termasuk wilayah Pulau Tabuan dan Teluk Semangka.
Operasi pencarian kemudian diperpanjang selama
tiga hari. Pada 15 September 2026, area pencarian diperluas dari Tanjung
Belimbing hingga sekitar Pulau Sebesi.
Pada 16 September 2026, pencarian memasuki hari
kesembilan dengan pembagian wilayah menjadi delapan sektor dengan cakupan
sekitar 3.439 mil laut persegi. Salah satu wilayah penyisiran berada di kawasan
perairan Tanggamus.
Pencarian dilanjutkan pada 17 September 2026
yang menjadi hari ke-10 sekaligus hari terakhir masa perpanjangan operasi. Tim
SAR melakukan penyisiran di wilayah Teluk Semangka hingga kawasan Gunung Anak
Krakatau, termasuk Pulau Legundi, Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku.
Setelah pencarian berlangsung
selama 10 hari, operasi SAR kemudian dinyatakan berakhir pada 17 September 2026
karena belum ditemukan keberadaan speedboat Arupadhatu 1 maupun delapan orang
yang berada di dalamnya. [MFH/Din/rils]











