- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
Rakor Pemberantasan Korupsi se-Lampung
Pemprov dan KPK Satu Visi Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bersih

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur
Lampung, Rahmat Mirzani Djausal membuka Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi dan
Kolaborasi Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah Wilayah Lampung yang diikuti
oleh 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Acara tersebut berlangsung di Balai
Keratun, lantai 3, kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (5/11/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) RI, Setyo Budiyanto, beserta jajaran yang hadir dalam kegiatan
tersebut. Ia menilai kehadiran KPK merupakan momentum penting untuk memperkuat
komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan
berintegritas.
“Atas nama Pemerintah Provinsi
Lampung, kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya
bersama membangun pemerintahan yang baik, bersih, dan bermanfaat bagi
masyarakat,” ujar Gubernur.
Baca Lainnya :
- Diiringi Rintik Hujan, Irjen Helmy Santika Serahkan Pataka Polda Lampung0
- Polda Lampung Gelar Tradisi Penyambutan untuk Kapolda Baru0
- Marindo Terima Visitasi ASKOMPSI0
- Bunda PAUD Provinsi Lampung Ajak Guru IGRA Berkolaborasi 0
- Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Diperpanjang Sampai 6 Desember 20250
Gubernur menjelaskan, arah
pembangunan nasional yang tertuang dalam visi Indonesia Maju menuju Indonesia
Emas 2045 menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh elemen bangsa.
Ia menegaskan bahwa pembangunan di daerah harus selaras dengan arah dan
prioritas pembangunan nasional.
“Pemerintah Provinsi Lampung telah
menetapkan visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas yang sejalan dengan cita-cita
nasional. Namun, semua itu tidak akan tercapai tanpa integritas dan komitmen
bersama,” tegasnya.
Gubernur Mirza menyoroti pentingnya
daya saing daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia
mencontohkan, sektor pertanian seperti komoditas singkong dan berbagai
komoditas pertanian lainnya masih menghadapi tantangan efisiensi dan
produktivitas.
“Daya saing kita harus
ditingkatkan. Pemerintah tidak boleh hanya menyerahkan sepenuhnya pada
mekanisme pasar. Negara harus hadir agar kebijakan yang dibuat berpihak pada
kepentingan rakyat,” katanya.
Menurutnya, integritas menjadi
pondasi utama dalam pelaksanaan pembangunan. Tanpa integritas, kepercayaan
masyarakat terhadap pemerintah akan menurun dan memperlambat laju pembangunan.
“Keterbatasan fiskal, dinamika
ekonomi global, dan tantangan pemerataan pembangunan hanya bisa kita hadapi
dengan integritas, kreativitas, dan akuntabilitas,” ujar Gubernur.
Gubernur juga mengajak seluruh
kepala daerah dan instansi vertikal untuk memperkuat kerja sama dan saling
mengawasi dalam setiap proses kebijakan publik dan pengelolaan anggaran.
“Integritas harus menjadi budaya
bersama. Pemerintah, aparat, dan masyarakat harus bersatu melawan korupsi demi
mewujudkan pemerintahan yang bersih dan terpercaya,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua KPK RI, Setyo
Budiyanto dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam
pemberantasan korupsi, terutama di tingkat daerah.
“Kegiatan ini sangat lengkap karena
melibatkan kepala daerah, DPRD, aparat penegak hukum, hingga lembaga vertikal.
Semua bersatu dalam semangat sinergi memberantas korupsi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemberantasan
korupsi harus dilakukan secara menyeluruh dengan tiga pendekatan utama:
pendidikan, pencegahan, dan penindakan.
“Semua aspek harus berjalan
simultan. Tidak bisa hanya mengandalkan penindakan tanpa memperkuat pendidikan
dan pencegahan,” katanya.
Setyo menambahkan, arahan Presiden
RI yang menempatkan pemberantasan korupsi sebagai prioritas nasional harus
menjadi pedoman bagi seluruh jajaran pemerintahan.
“Kalau Presiden sudah menekankan
pentingnya pemberantasan korupsi, maka tugas kita adalah menjalankannya sesuai
fungsi masing-masing,” tegasnya.
Dalam paparannya, ia juga menyoroti
skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang masih berada di angka 37 dari
100 dan menempati peringkat 99 dunia.
“Angka ini menunjukkan masih adanya
perilaku koruptif dalam pelayanan publik, perizinan, dan pengelolaan keuangan.
Karena itu, integritas birokrasi harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Ketua KPK juga mengingatkan
pentingnya menghindari praktik konflik kepentingan, gratifikasi terselubung,
serta jual beli jabatan yang kerap terjadi di sejumlah daerah.
“Pejabat publik harus bekerja untuk
rakyat, bukan memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa penghargaan
kepada ASN seharusnya diberikan berdasarkan prestasi dan kinerja, bukan karena
kedekatan atau imbalan finansial.
“Berikan jabatan bagi mereka yang
berintegritas dan berprestasi. Itu jauh lebih berharga daripada imbalan uang,”
ujarnya.
Menutup sambutannya, Setyo mengajak
seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah, BPKP, kejaksaan,
kepolisian, dan pengadilan Tipikor untuk memperkuat koordinasi dalam pencegahan
korupsi.
“Mari duduk bersama,
berkoordinasi, dan memastikan akuntabilitas bukan hanya di atas kertas, tapi
juga dalam tindakan nyata,” pungkasnya. [MFH /Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]











3.jpg)