- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Sistem OM SPAN Kementerian Keuangan Alami Kendala
Insentif RT dan Kader di Kecamatan Palas Baru 4 Bulan di Cairkan

PALAS, MFH,-- Pencairan DD (Dana
Desa) tahap II Tahun 2025, di Kabupaten Lampung Selatan molor hingga satu
bulan, pencairan tahab II sebesar 60% yang seharusnya pada awal bulan Oktober
2025, sampai saat ini belum ada kejelasan.
Informasi yang diperoleh media, tertundanya
pencairan tahap II, akibat website OM-SPAN (Online Monitoring Sistem
Perbendaharaan dan Anggaran Negara) milik Kementrian Keuangan mengalami kendala
dan sedang dalam perbaikan.
"Kami sudah mengajukan
proposal DD sejak bulan September 2025, namun sampai saat ini belum menerima
informasi tentang kejelasannya," ucap salah seorang aparatur desa di Kecamatan Palas, yang namanya
tidak mau di sebutkan, (1/11/2025).
Baca Lainnya :
- Akhir Oktober 2025, Progres Pembangunan Ruas Bumidaya - Terimo Mukti Baru 13,86 %0
- Tokoh Masyarakat Palas Barat Dukung Pemekaran Kecamatan0
- Kepala Desa dan Babinsa Tinjau Pos Ronda0
- 130 Ketua Koperasi Desa dan Kelurahan Mandiri Produktif (KDKMP) Ikuti Bimtek0
- 1041 KPM Penerima Bansos di Palas Terima Kartu ATM dari BRI0
Lebih lanjut dia mengatakan,
tertundanya pencairan akibat website OM-SPAN (Online Monitoring Sistem
Perbendaharaan dan Anggaran Negara) mengalami perbaikan, pihak desa terpaksa harus
menunggu dalam waktu yang tidak bisa di tentukan.
"Saat ini baru 4 bulan dari 40
persen tahap I, untuk insentif RT dan para kader, tahap II sebesar 60 persen yang
diharapkan cair dialokasikan untuk pembayaran delapan bulan, jadi selama ini kami
baru terima 4 bulan terima gaji dan insentif," jelas dia.
Dia juga menambahkan sementara ini,
pendanaan kegiatan yang anggarkan melalui DD belum bisa dilaksanakan, sedangkan
untuk jadwal pengajuan DD Tahap II Non Earmark Kecamatan Palas, baru 8 Desa yaitu, Desa Pulau
Jaya, Tanjung Sari, Rejomulyo, Bumi Asri, Bumiasih, Mekar mulya, Sukaraja dan Desa
Bumirestu.
Kabid Ekonomi Dinas Pemberdayaan
Masyarakat Desa (PMD), Kabupaten Lampung Selatan, M. Iqbal Fuad, saat dihubungi
melalui pesan singkat WhatsApp membenarkan terkait molornya pencairan DD tahab
II.
"OM SPAN,nya masih gangguan
bang, dan belum bisa dipastikan kapan pencairannya, karena OM SPAN itu
milik Kementrian Keuangan jadi kendala ini bersifat nasional, jadi se-Indonesia
terdampak," jelas M.Iqbal
Iqbal juga menambahkan, untuk siltap
aparatur desa telah ditrasfer ke rekening masing-masing untuk pembayaran sampai
bulan September, sedangkan untuk insentif RT dan Kader memang belum bisa disaluran
karena menggunakan DD. [MFH Jun]











3.jpg)