- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kompak Dukung UMKM di Festival KemenUMKM

METRO, MFH,-- Ribuan pengusaha
mikro dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung memadati Gedung Sessat
Bumi Sai Wawai, Senin (8/12/2025), dalam gelaran Festival Kemudahan dan
Pelindungan Usaha Mikro 2025. Kota Metro menjadi satu dari beberapa daerah yang
memperoleh kepercayaan pemerintah pusat untuk menyelenggarakan kegiatan
berskala nasional tersebut.
Festival ini merupakan agenda
strategis Kementerian UMKM RI yang pada tahun 2025 hanya digelar di 13 provinsi
di Indonesia, dan Lampung menjadi salah satu daerah terpilih, tepatnya
berlokasi di Kota Metro.
Asisten Deputi Legalitas dan
Pelindungan Usaha Mikro, Rahmadi, menyampaikan apresiasi atas peran aktif
Pemerintah Kota Metro dalam memperjuangkan kemajuan UMKM di daerah. “Kami
apresiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro yang secara paripurna
memperjuangkan hasil-hasil dari para pengusaha mikro. Kolaborasi yang kuat
antara Walikota dan Wakil Walikota Metro bersama Anggota DPR RI Komisi VII
menjadikan UMKM kita semakin dahsyat,” ujar Rahmadi.
Baca Lainnya :
- Wakil Wali Kota Metro Lepas Kafilah MTQ Metro 0
- Warga Kota Metro Ikuti Color Bubble Run 2025 di Kawasan Taman Merdeka0
- Pemkot Metro Lepas 74 ASN yang Memasuki Masa Purnabakti0
- Bazar Pasar Murah di Iringmulyo Diserbu Warga 0
- Wali Kota Metro Pimpin Upacara HUT ke-54 KORPRI 0
Rahmadi juga menegaskan bahwa
dukungan pemerintah pusat terhadap UMKM saat ini terus diperkuat, termasuk
dalam proses pemulihan ekonomi pascabencana yang terjadi di sejumlah provinsi
di Sumatera.
Dalam acara yang dihadiri oleh
Pengusaha Mikro se-Provinsi Lampung tersebut, Rahmadi menjelaskan bahwa Menteri
UMKM RI sedang merumuskan langkah strategis percepatan pemulihan UMKM terutama
di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Untuk itu pada kesempatan ini kami
diamanahkan oleh Menteri untuk menyampaikan beberapa hal terkait dengan
bagaimana agar UMKM-UMKM di Lampung khususnya, lebih khusus lagi di Kota Metro
ini bisa berkembang, lebih maju, lebih produktif lagi dan lebih kontributif
terhadap perekonomian daerah maupun nasional,” paparnya.
Terlebih Indonesia berdasarkan data
adalah negara yang memiliki populasi UMKM terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Jumlah UMKM kita 18 kali lebih besar dari Thailand, 50 kali lebih besar dari
Malaysia, dan bahkan 80 kali lebih besar dibanding Vietnam. Artinya, UMKM di
Indonesia memiliki peran vital dalam perekonomian nasional baik saat
kondisi normal maupun saat terjadi krisis,” terangnya.
Namun di balik jumlah tersebut, ada
77 persen UMKM di Indonesia yang masih beroperasi secara informal, sehingga
rentan terhadap guncangan ekonomi ketika terjadi bencana.
“Ini tantangan kita. Tentunya,
kalau melihat data, ketika terjadi sesuatu seperti bencana, UMKM di sektor
informal jauh lebih terkena dampak ketimbang yang ada di sektor formal — dampak
ekonomi bencana kepada mereka bahkan 41% lebih besar,” ujarnya.
Untuk itu, ia menilai festival ini
menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mendapatkan legalitas seperti Sertifikat
NIB, Halal, SNI Bina, SP-PIRT, Merek, PT, Izin Edar, KUR, Bantuan Modal
Pengembangan Usaha, Asuransi, BPJSTK, hingga Penerimaan Manfaat Pembayaran
Digital.
“Tujuan diadakannya Festival
Kemudahan Dan Pelindungan Usaha Mikro agar para pengusaha yang ada di Provinsi
Lampung dapat dimanfaatkan fasilitasi-fasilitas kemudahan berusaha dan
mendapatkan akses modal atau pembiayaan yang lebih mudah, serta
mendapatkan akses pasar yang lebih luas atau kemitraan yang lebih baik lagi
kedepannya, “jelasnya.
Ia juga melaporkan bahwa
berdasarkan data hingga 2 Desember 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)
telah mencapai Rp250 triliun yang diberikan kepada 42 juta UMKM di Indonesia.
“Sementara itu, di Provinsi Lampung penyaluran KUR mencapai Rp9,5 triliun
kepada 178 ribu debitur, dan Kota Metro mencapai Rp127 miliar,” ungkapnya.
Mewakili Menteri UMKM RI, Rahmadi
menegaskan bahwa penyalur KUR yang dilakukan wajib mematuhi aturan, termasuk
larangan meminta agunan tambahan untuk pinjaman hingga Rp100 juta.
Dalam kesempatan yang sama, Komisi
VII DPR RI yang membidangi UMKM, Pariwisata, dan Sarana Publik, Rycko Menoza,
menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota Metro yang
memperhatikan kepentingan masyarakatnya, terutama kepada para pelaku UMKM.
“Warga Metro harus bersyukur
memiliki Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang benar-benar memperhatikan
kepentingan masyarakat,” ujar perwakilan Komisi VII.
Rycko mengungkapkan, bahwa dalam
beberapa bulan terakhir, pihaknya beberapa kali telah melakukan kunjungan di
Kota Metro bersama unsur pemerintahan guna membahas kebutuhan UMKM.
Komisi VII juga menjelaskan adanya
sejumlah bantuan Kementerian UMKM untuk pelaku usaha di Metro, termasuk
dukungan bagi produk unggulan seperti Susu Kambing Etawa Telaga Rizky dan Kopi
Kuda untuk menguatkan legalitas dan kualitas usaha pelaku UMKM.
“Harapan saya kalau hari ini ada
lebih dari 29 fasilitasi perizinan, Walikota dapat menjaga agar sampai satu
tahun kedepan, fasilitasi serupa bisa hadir di gedung ini secara terus-menerus,
sehingga para pengusaha tidak perlu hanya menunggu hari Festival saja,”
tambahnya.
Rycko juga mengungkapkan bahwa
terpilihnya Kota Metro sebagai tempat pelaksanaan Festival bukan tanpa alasan,
hal tersebut terjadi berkat usaha yang dilakukan oleh Walikota dan Wakil
Walikota Metro yang benar-benar memperhatikan dan memprioritaskan kepentingan
masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan UMKM.
Sementara itu, Wali Kota Metro,
Bambang Iman Santoso, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya festival tingkat
nasional yang menjadi penyemangat bagi pelaku usaha mikro yang merupakan tulang
punggung ekonomi Metro dalam memperkuat legalitas dan daya saing.
Sebagai Wali kota Metro, Bambang
Mengungkapkan bahwa dirinya akan terus memperluas layanan perizinan, memperkuat
pendampingan, serta meningkatkan regulasi perlindungan usaha.
Bambang juga berharap seluruh
peserta dapat memperoleh manfaat konkret dari festival, mulai dari kemudahan
legalitas, akses pembiayaan, hingga peningkatan kualitas produk.
“Kegiatan ini merupakan bentuk
komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, melalui fasilitasi
legalitas, sertifikasi, perlindungan usaha, akses pembiayaan, serta peningkatan
kapasitas pelaku UMKM, “terangnya.
Acara ditutup dengan penyerahan
berbagai bantuan, di antaranya 1 unit mobil ambulans untuk Lampung Sai, 2 unit
Motor Roda Tiga untuk Desa Rulung Mulya dan Karya Mulya, serta bantuan alat
usaha untuk Kelompok Tani Metro.
Selain itu, Bank BRI juga
memberikan Bantuan Program BRI Peduli TJSL sebagai bentuk dukungan berupa
pengadaan peralatan usaha dan fasilitas pengembangan bagi pusat pelatihan
pertanian dan perdesaan serta Kelompok Usaha bersama kepada Kopi Kuda Cahaya di
Kota Metro. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)