- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Wali Kota Metro Apresiasi Sosialisasi Perbankan untuk Mahasiswa
Tingkatkan Inklusi Keuangan

METRO, MFH,-- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung
bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Bank Eka Bumi Artha
Kota Metro menggelar kegiatan sosialisasi literasi dan inklusi keuangan serta
pembukaan rekening saham bagi mahasiswa yang merupakan bagian dari upaya
memperluas akses layanan keuangan formal bagi generasi muda, berlangsung di
Aula Pemkot setempat, Jumat (21/11/2025).
Deputi Direktur Pengawasan Perilaku
Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Learning
Management System (PEPK dan LMS) OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, menjelaskan
bahwa kegiatan ini merupakan komitmen bersama mendukung percepatan akses
keuangan daerah serta implementasi program inklusi keuangan nasional.
“Mahasiswa sebagai generasi muda
adalah motor penggerak ekonomi masa depan, penguatan literasi keuangan sangat
penting mengingat dinamika ekonomi digital yang semakin cepat dan selaras
dengan program tematik TPAKD Nasional tahun 2025 yaitu akselerasi pemanfaatan
produk dan layanan industri keuangan pasar modal,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Walikota Metro Tegaskan Penguatan Tata Kelola Melalui Penandatanganan Internal Audit Charter0
- Wali Kota Tinjau Langsung Distribusi 1.500 Paket Sembako Murah di Samber Park0
- Peduli Kesehatan Pelajar, Pemkot Metro Gelar Edukasi Kesehatan Mata0
- Pemkot Metro raih Penghargaan Bhumandala Award 2025 0
- Difasilitasi BI, Pemkot Metro dan Pemkab Kulon Progo Teken MoU Pengendalian Inflasi0
Ia menegaskan bahwa pemahaman yang
baik tentang layanan perbankan digital, dompet elektronik, hingga instrumen
investasi akan membantu mahasiswa membuat keputusan keuangan yang bijak dan
bertanggung jawab.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan
hasil sinergi antara TPAKD Kota Metro, OJK Provinsi Lampung, perguruan tinggi,
Bursa Efek Indonesia, serta seluruh mitra strategis. Kolaborasi ini menjadi
langkah nyata dalam memperluas pemahaman mengenai investasi yang aman bagi
mahasiswa.
Berdasarkan Survei Nasional
Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, kelompok usia 18–25 tahun mencatat indeks
literasi keuangan sebesar 73,22 persen, dan indeks inklusi keuangan mencapai
89,95 persen.
Data ini menunjukkan bahwa
mahasiswa memiliki potensi besar untuk memanfaatkan layanan keuangan formal,
termasuk pasar modal. Ditinjau dari jenis kelamin, indeks literasi keuangan
laki-laki tercatat 67,32 persen, sedikit lebih tinggi dibanding perempuan yaitu
65,58 persen, sementara indeks inklusi relatif setara pada kisaran 80 persen.
Dari sisi tingkat pendidikan,
kelompok mahasiswa perguruan tinggi mencatat indeks literasi tertinggi dengan
90,63 persen serta indeks inklusi 99,10 persen. Namun, sektor pasar modal masih
menunjukkan tingkat literasi dan inklusi rendah yakni 17,78 persen dan 1,34
persen, sehingga menjadi perhatian OJK untuk terus melakukan edukasi.
Ety menambahkan, OJK bersama TPAKD
dan mitra strategis terus melaksanakan edukasi untuk memastikan masyarakat Kota
Metro memiliki keterampilan keuangan yang memadai, mampu mengambil keputusan
dengan tepat, mandiri secara ekonomi, dan siap menghadapi risiko keuangan.
Sementara itu, Wali Kota Metro,
Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan
tersebut. Ia menegaskan bahwa literasi keuangan bukan hanya mengenai menabung,
tetapi juga kemampuan mengelola uang, berinvestasi dengan bijak, serta memahami
risiko keuangan.
“Pembukaan rekening saham bagi
mahasiswa ini adalah langkah awal untuk belajar dan berpartisipasi dalam dunia
investasi yang sehat dan terukur,” ungkapnya.
Wali kota juga menekankan bahwa
mahasiswa memiliki peran penting dalam pembangunan daerah dan bangsa. Karena
itu, penguasaan pengetahuan keuangan menjadi kebutuhan besar di era globalisasi
dan perkembangan teknologi. Ia berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep
dasar, namun juga berani mengambil langkah dalam berinvestasi secara bijak.
Dalam kesempatan tersebut, ia
menambahkan bahwa edukasi keuangan sebenarnya telah diajarkan sejak dini
melalui berbagai program perbankan, mulai dari jenjang PAUD hingga sekolah
dasar. Menurutnya, hal ini menjadi fondasi penting bagi generasi muda untuk
memahami pengelolaan keuangan lebih lanjut, termasuk di pasar modal. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)