- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Wali Kota Metro Hadiri Peresmian Taman Banjuran Budayo Jambi
Sebagai Upaya Pelestarian Cagar Budaya

JAMBI, MFH,-- Dalam rangkaian Musyawarah
Komisariat Wilayah (Muskomwil) II APEKSI Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi
meresmikan “Taman Banjuran Budayo”, yang sebelumnya dikenal sebagai Taman
Remaja, sebagai upaya pelestarian nilai adat serta penguatan identitas budaya
Melayu Jambi. Penetapan nama baru ini dinilai lebih representatif secara
historis dan filosofis, selaras dengan kekayaan budaya lokal.
Walikota Metro, Bambang Iman Santoso beserta
istri turut hadir dalam Peresmian tersebut kegiatan ini sekaligus menandai
pembukaan Festival Keris Siginjai dan Diberanda Kota, yang melibatkan pelaku
ekonomi kreatif, UMKM, serta komunitas seni. Festival yang diharapkan menjadi
ruang ekspresi budaya, edukasi sejarah bagi generasi muda, sekaligus wadah
pengembangan ekonomi kreatif lokal.
Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Musyawarah
Komisariat Wilayah (Muskomwil) II APEKSI, Kamis malam (27/11/2025). Peresmian
dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, bersama para Kepala
Daerah peserta Muskomwil.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Sukseskan Muskomwil II APEKSI 0
- Wali Kota se-Indonesia Studi Tiru IPAL di Kota Jambi0
- Peringati HUT ke-54, Ketua KORPRI Kota Metro Gelar Aksi Jumat Bersih0
- Wali Kota Metro Salurkan Bantuan Sarana Peternakan dan Pertanian0
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Pemkot Metro Gelar Workshop Peta Proses Bisnis OPD0
Di tengah suasana yang hangat dan keakraban ini
Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa penggantian nama taman telah melalui proses
panjang, melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat. Langkah ini juga sejalan dengan
program unggulan Kota Jambi Bahagia, khususnya pilar “Bahagia Berbudaya”.
“Peresmian Banjuran Budayo merupakan lembaran
sejarah bagi Kota Jambi. Ini adalah penegasan identitas budaya yang telah
mendapatkan legitimasi melalui keputusan resmi Pemkot Jambi dan rekomendasi
Lembaga Adat Melayu Pesako Betuah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa nama Banjuran Budayo
memuat filosofi mendalam: sebidang tanah penghubung yang ditumbuhi tanaman
bermanfaat — simbol ruang tumbuhnya kreativitas, kebudayaan, interaksi sosial,
dan kebanggaan masyarakat lintas generasi.
Dirinya turut menyampaikan apresiasi kepada
seluruh pihak yang memberikan kajian serta landasan filosofis dalam proses
penetapan nama tersebut.
Terkait Festival Keris Siginjai, dirinya
menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap
warisan budaya dan simbol marwah Tanah Pilih Pesako Betuah.
“Keris Siginjai bukan hanya pusaka, tetapi
penanda martabat dan pengingat bahwa masyarakat Jambi memiliki sejarah dan
peradaban yang luhur,” ujarnya.
Sementara itu, program di beranda kota ini
hadir sebagai platform komunitas untuk menampilkan kreativitas, seni
pertunjukan, literasi, UMKM, serta berbagai aktivitas inklusif anak muda.
Konsep ini memberikan ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkarya dan berbagi
budaya.
Berbagai rangkaian kegiatan ini menjadi bagian
dari transformasi menuju Kota Jambi BAHAGIA (Bersih, Aman, Harmonis, Agamis,
Inovatif, dan Sejahtera).
Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua
Pelaksana, Diza Hazra Aljosha, menyampaikan bahwa Festival Keris Siginjai dan
Diberanda Kota digelar selama empat hari kedepan, hingga 30 November 2025.
Ia menegaskan bahwa festival ini juga mendorong
pembenahan dan optimalisasi potensi SDM, sejalan dengan kondisi Kota Jambi yang
tidak memiliki sumber daya alam.
“Kami berterima kasih kepada Wali Kota Jambi
yang terus mendukung kreativitas anak-anak muda. Kegiatan ini menggabungkan
tiga program prioritas: Ruang Milenial (Rumel), Kota Tangguh, dan BALIKAT,”
jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota dan Wakil
Wali Kota Jambi menyerahkan cinderamata kepada peserta Muskomwil II APEKSI.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni yang mengangkat adat
dan budaya Melayu Jambi.
Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala daerah
peserta Muskomwil II APEKSI, Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Jambi Robby
Fathir Nashary, unsur Forkopimda Kota Jambi, Sekda Kota Jambi, serta jajaran
Pemkot Jambi. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)