- Kapolda Lampung Bersama Ribuan Peserta Meriahkan Bank Lampung Run 2026
- Jelang Imlek dan Bulan Suci Ramadhan 2026 Polda Lampung Dampingi BAPANAS RI Pantau Harga Bapok
- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
Walikota Metro Terima Aspirasi dari THL Non Database Kota Metro

METRO, MFH,-- Pemerintah
Kota Metro menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat dengan memastikan 540
Tenaga Harian Lepas (THL) Non Database tetap bekerja. Kepastian itu disampaikan
langsung oleh Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, bersama Wakil Wali
Kota, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, dan Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini duduk
bersama saat menerima massa aksi damai Forum THL Non Database yang
berkolaborasi dengan KNPI dan HMI, Selasa (16/9/2025).
Pertemuan yang
berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kota Metro tersebut menjadi bukti nyata
bahwa Pemerintah Daerah tidak tinggal diam menghadapi permasalahan yang dialami
oleh pegawai THL. Sebaliknya, Pemkot Metro hadir dengan solusi konkret yang
dituangkan dalam lima poin kesepakatan resmi.
Dalam pernyataannya, Wali
Kota Metro, Bambang menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam
terhadap apa yang menjadi keresahan tenaga honorer dan memastikan tidak ada
yang dirumahkan.
Baca Lainnya :
- Wakil Walikota Metro buka Pelatihan Digital Marketing0
- Tekan Inflasi Pemkot Metro Ikuti Rakor Bersama Kemendagri0
- Pemkot Metro Gelar Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan 20250
- Perkuat layanan PAUD, Pokja Bunda PAUD Kota Metro 2025–2029 dikukuhkan0
- Turun ke jalan, Wali Kota dan Forkopimda Kompak Bagikan Bendera Merah Putih0
“Kita sudah menyepakati
aksi damai yang dilakukan para THL dan HMI. Pemerintah Daerah akan memastikan
semua komitmen ini berjalan dengan baik,” kata Bambang.
Dalam dokumen kesepakatan
yang ditandatangani bersama Ketua DPRD Kota Metro, Pemerintah Kota Metro
menegaskan lima poin penting. Pertama, Pemerintah Kota Metro berjanji dan
menjamin tidak akan merumahkan 449 THL Pemerintah Daerah, 91 THL alih data, THL
BLUD, dan guru.
Kedua, THL Non Database
yang memenuhi aturan akan diusulkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Ketiga, Pemerintah Kota Metro berkomitmen
merealisasikan program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, terutama terkait
peningkatan kesejahteraan ASN dan honorer sesuai APBD.
Sedangkan pada poin
keempat, mendorong BKN RI dan Kemenpan RB memberikan afirmasi agar THL Non
Database dapat diakomodir dalam usulan PPPK Paruh Waktu. Kelima, memberikan
solusi alternatif agar seluruh THL tidak kehilangan pekerjaan di lingkungan
Pemkot Metro.
Menanggapi 5 point
tersebut, Ketua Forum THL Non Database, Raden Yusuf, menyatakan rasa syukurnya
atas komitmen pemerintah atas aksi damai yang sudah mendapatkan solusi. Solusi
ini telah di sepakati bersama, hanya saja perlu waktu untuk merealisasikannya.
“Saya harap semua teman-teman THL bersabar,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD
Kota Metro, Ria Hartini, juga menyampaikan dukungan penuh untuk mengawal proses
ini sampai ke DPR RI.
“DPRD sudah menyetujui
tuntutan ini. Insya Allah apa yang menjadi harapan Pak Wali Kota akan segera
ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dengan adanya jaminan
dari pemerintah daerah, gelombang aksi damai yang digelar bersama elemen pemuda
dan mahasiswa terkait keberlangsungan hidup ratusan honorer tersebut berakhir
dengan baik. Para THL di lingkungan Pemerintah Kota Metro bisa sedikit lega
meski masih menanti proses lebih lanjut di tingkat Pusat.
Langkah cepat dan tanggap
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro ini menjadi bukti bahwa pemerintah tetap
hadir sebagai pelindung, sekaligus juga berkomitmen memperjuangkan
kesejahteraan aparatur sipil negara dan tenaga honorer di Kota Metro. [MFH/**]











3.jpg)