- Ngaben Massal Balinuraga, jadi Magnet Kunjungan Wisatawan Asal Itali
- Bupati Egi Targetkan Desa Bali Nuraga jadi Destinasi Wisata Unggulan
- Wabup Pesawaran Ajak Mahasiswa jadi Pemimpin Adaptif, Berintegritas, dan Berdampak
- BPS: Ekonomi Kota Metro Tumbuh 5,20 Persen pada 2025
- Pemkot Metro Percepat Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah
- Lampung Barat Raih Penghargaan LPM Award 2026
- Pemkab Pesisir Barat Gaungkan Semangat Nasionalisme
- Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Korban Kebakaran
- Satlantas Lakukan Olah TKP dan Pengamanan Jalur Truk Terguling di Kota Agung
- Polres Tanggamus Gelar Safety Riding , Sosialisasi Siger Lampung Presisi dan Layanan 110
BPS: Ekonomi Kota Metro Tumbuh 5,20 Persen pada 2025
Kemiskinan dan Pengangguran Terus Menurun

METRO, MFH,-- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota
Metro mencatat perekonomian Kota Metro menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,20 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun
sebelumnya yang sebesar 4,88 persen, sekaligus mencerminkan membaiknya
aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Berdasarkan publikasi Metro Terkini Edisi
Agustus 2026, pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh sejumlah lapangan
usaha yang mengalami peningkatan signifikan. Sektor industri pengolahan tumbuh
9,24 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum 10,85 persen, serta
pertanian, kehutanan, dan perikanan yang meningkat hingga 9,11 persen. Di sisi
lain, sektor perdagangan tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap struktur
ekonomi Kota Metro dengan kontribusi 18,29 persen, disusul industri pengolahan
sebesar 16,80 persen.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Metro juga
meningkat dari Rp8,48 triliun pada 2024 menjadi Rp9,19 triliun pada 2025.
Sementara itu, PDRB per kapita naik menjadi Rp51,74 juta, dibandingkan Rp48,26
juta pada tahun sebelumnya.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Percepat Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah0
- Sekda Metro Audiensi Bersama KONI, Bahas Persiapan Porprov Lampung 20260
- LPAI Metro Audiensi dengan Sekda, Siapkan Seminar Parenting Nasional0
- Staf Ahli Menteri Pertanian Kunjungi Kota Metro0
- Pemkot Metro Kantongi Sertifikat Hak Pakai Lahan di Ganjar Asri0
Dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka
kemiskinan di Kota Metro terus mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin
berkurang dari 15,32 ribu jiwa pada 2021 menjadi 11,58 ribu jiwa pada 2025.
Persentase penduduk miskin juga turun dari 8,93 persen menjadi 6,44 persen.
Penurunan tersebut diikuti membaiknya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari
1,27 menjadi 0,55 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari 0,28 menjadi 0,07,
yang menunjukkan kondisi kemiskinan semakin berkurang baik dari sisi jumlah
maupun tingkat keparahannya.
Kualitas pembangunan manusia di Kota Metro juga
menunjukkan peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 80,41 pada
2024 menjadi 81,22 pada 2025. Peningkatan tersebut didukung oleh naiknya umur
harapan hidup menjadi 75,86 tahun, harapan lama sekolah 14,97 tahun, rata-rata
lama sekolah 11,19 tahun, serta meningkatnya pengeluaran riil per kapita
masyarakat.
Pada sektor ketenagakerjaan, kondisi pasar
kerja juga membaik. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 3,54
persen pada 2025, sementara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja
meningkat menjadi 91.074 jiwa. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
tercatat sebesar 69,80 persen.
Sementara itu, perkembangan inflasi Kota Metro
pada Juli 2026 secara tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 2,48 persen,
sedangkan secara bulanan (month-to-month) mengalami deflasi 0,26 persen. Angka
tersebut masih berada dalam kisaran yang relatif terkendali.
Publikasi Metro Terkini
Edisi Agustus 2026 yang diterbitkan BPS Kota Metro memuat berbagai indikator
strategis sosial dan ekonomi sebagai gambaran perkembangan pembangunan daerah,
sekaligus menjadi rujukan bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan
masyarakat dalam memahami kondisi perekonomian Kota Metro secara komprehensif.
[MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)