- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Dewan Kesenian Metro gelar Begawi Budaya 2025

METRO, MFH,-- Dewan Kesenian Metro kembali
menyelenggarakan kegiatan tahunan Begawi Budaya 2025, sebuah agenda budaya yang
menjadi ruang bertemunya para pelaku seni, komunitas kreatif, dan masyarakat
umum dalam satu panggung apresiasi seni.
Acara ini berlangsung di Gedung Nuwo Budayo
Kota Metro, sejak Sabtu sore telah dipersiapkan oleh panitia seperti melakukan
pemeriksaan lokasi, tata panggung, serta kesiapan teknis lainnya seperti sistem
cahaya, tata suara, alur penampilan, dan posisi duduk tamu undangan.
Meskipun hujan belum reda para tamu tetap
berdatangan, merespon hajat tahunan yang di tunggu-tunggu. Peserta yang hadir
berasal dari berbagai unsur seperti perwakilan sanggar seni di Metro, komunitas
kreatif, akademisi, mahasiswa, serta sejumlah tokoh seni dan budaya.
Baca Lainnya :
- Wakil Walikota Metro Pantau Stabilitas Harga di Bazar Murah0
- Pemkot Metro Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana0
- Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Wali Kota Metro Ajak Meneladani Nilai Kepahlawanan0
- Kota Metro Mantapkan Langkah Menuju Predikat Utama Kota Layak Anak0
- Perkuat Sistem Tatakelola Kepegawaian, Wali Kota Metro Dukung Program BKN RI0
Acara begawi budaya dewan kesenian Kota Metro
dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Metro
Deddy Hasmara.
Solihin Utjok Ketua Dewan Kesenian Metro,
menjelaskan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang berkumpul dan belajar antar
pelaku seni. Selain itu juga, Begawi Budaya Dewan Kesenian Metro tahun 2025 ini
merupakan bentuk apresiasi bersama bagi semua insan seni dan budaya di kota
Metro.
“Meskipun diguyur hujan sejak sore, ditengah
badai keterbatasan efisiensi anggaran tetapi semuanya masih mau mengerjakan,
pelaku seni pertunjukan, fotografer, pelukis, penari, penyair masih mau peduli
dengan acara ini. Hal ini bukan soal materi yang dihasilkan setelah acara, tapi
lebih dari itu, seni dapat menjadi nilai tersendiri bagi pelakunya, dan tugas
kita membina dan memperjuangkanya di Dewan Kesenian Metro,” ucap Solihin.
Deddy Hasmara, S.STP., M.Si selaku Plt Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, mewakili Walikota Metro membuka
kegiatan dengan menyampaikan apresiasi serta dukungan positif pemerintah daerah
terhadap ruang ekspresi seni seperti acara begawi budaya malam ini.
“Hadirin yang saya banggakan kegiatan Begawi
Budaya merupakan ruang penting bagi kita untuk merawat, memperkuat, sekaligus mengekspresikan
identitas budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Metro. Dalam era
modern yang penuh tantangan ini, menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya
lokal adalah bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa sekaligus memperkuat
karakter generasi muda,” kata Deddy.
Dalam hal ini, Deddy juga mengatakan bahwa,
Pemerintah Kota Metro menempatkan pembangunan kebudayaan sebagai salah satu
pilar penting pembangunan daerah.
Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa budaya
bukan hanya identitas, tetapi juga sumber inspirasi, kekuatan sosial, bahkan
menjadi daya dorong pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata, selaras dengan
Visi Kota Metro menjadi Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius.
“Maka dengan itu, kami mendukung kerja kerja
Dewan Kesenian Metro melalui pemanfaatan fasilitas publik di Gedung Nuwo Budayo
ini sebagai pusat oleh kesenian kedepanya,” tuturnya.
Selesai pembukaan panggung Begawi Budaya turut
menampilkan pementasan tari, pantomime, musikalisasi puisi, teater Monolog,
sastra, musik, hingga seni mural.
Penampilan pertama dibawakan oleh Sanggar
Pesona Budaya berkolaborasi dengan Sanggar Seni Mudho Manggolo Sakti Reyog
Ponorogo, menampilkan Tari Kiprah Klono Sewandono. Pertunjukan ini membuka
suasana malam dengan energi tari tradisi yang kuat dan ritmis yang dimainkan
oleh 2 orang penampil.
Selanjutnya, giliran Sanggar Srikandi yang
membawakan Tari Jaipongan yang berjudul Daun Pulus Keser Bojong, sebuah tarian
yang dekat dengan budaya masyarakat Sunda.
Penampilan ketiga menghadirkan kolaborasi unik
antara Metro Street Mime dan Sanggar Kaliptra yang menyajikan pantomim berjudul
“Sssts Jangan Berisik”. Pertunjukan ini menjadi salah satu bagian yang menarik
perhatian karena pilihan ekspresi nonverbal yang jarang tampil di panggung-panggung
umum.
Setelah itu, Sanggar Seni Budaya Kakasi / UKM
IMPAS UIN Jurai Siwo Metro naik ke panggung membawakan pembacaan puisi karya
Amin Budi Utomo serta Musikalisasi Puisi.
Rangkaian penampilan berlanjut dengan Lamban Budaya Nuswantara dan Gpd
Entertainment yang menampilkan Etnik Modern Dance, sebuah bentuk tari perpaduan
unsur tradisional dan modern.
Setelah itu, Komunitas Cakau / Sangsaka
menghadirkan Paduan Puisi pembacaan sastra, yaitu “Makna Sebuah Titipan” dan
“Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia” karya WS Rendra. Pembacaan karya sastra
tersebut memberikan jeda suasana, menghadirkan refleksi sosial-politik yang
kuat di tengah ragam penampilan lain yang dibacakan oleh Ari Siswanto dan
Andika Septian.
Menjelang akhir acara, Sanggar Mitra Satata /
Sketsa Lampung tampil dengan konsep seni rupa panggung berupa mural bertema
“Harmoni Dalam Rupa”. Sajian visual ini memberi nuansa berbeda, karena tidak
hanya menampilkan hasil karya, tetapi juga proses penciptaannya yang sudah
dimulai sejak sore hari, menhadirkan perupa Muhammad Iqbal Saputra, Anggi
Sidiq, dan Rian Art.
Berikutnya, Forum Teater Metro dan Teater Malam
membawakan monolog, memperkuat unsur teater dalam susunan acara mereka
membawakan naskah tentrem lestari yang berjudul “Balada Sumarah” dan di sutradarai
oleh Abdul Hakim Duma Harahab, dan actor dari Siswa SMK N 3 Metro. Penutup
pertunjukan diisi dengan dua kelompok musik: Komunitas Ruang Pojok Feat BIPI
dan KMKM Feat One Click, masing-masing membawakan showcase band sampai
menjelang pukul 23.00 WIB.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup secara
bersama oleh panitia dan peserta. Pelaksanaan Begawi Budaya 2025 ini menjadi
wadah pertemuan seni yang beragam, menghadirkan kesempatan kolaborasi, serta
memperlihatkan bagaimana komunitas seni di Kota Metro terus tumbuh melalui
ruang ruang ekspresi yang terbuka. [MFH/ Dikominfo Metro]











3.jpg)