- Gubernur Mirza Dorong Perubahan APBD 2026 Tepat Sasaran dan Beri Manfaat Nyata
- GAK Masih Siaga, Pemprov Lampung Pastikan Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Besok
- Benahi Tata Niaga Beras, Gubernur Mirza Dorong KDMP Terintegrasi dengan Perpadi dan Perbankan
- DWP Tanggamus Gelar Pelatihan Jarimatika, Dorong Guru TK Tingkatkan Kreativitas Pembelajaran Anak
- Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 ke Jawa Tengah
- Pemprov Lampung Gelar Shalat Istisqa, Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Hadapi Kemarau
- Wabup Pesawaran Hadiri Peringatan Maulid Nabi 1448 H DKM Al-Muttaqin
- Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda Tahap VII, Perkuat Akses Pertanian Sampai ke Desa
- Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah Tekankan Mitigasi Bencana di Kawasan Pesisir
- Wabup Azwar Hadi Hadiri Grand Opening Apotek Tani Makmur Desa Sidodadi Sekampung
GAK Masih Siaga, Pemprov Lampung Pastikan Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Besok

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis perkembangan
terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) untuk periode pengamatan Kamis, 10
September 2026, pukul 06.00 hingga 12.00 WIB dari Command Center BPBD Provinsi
Lampung.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung,
Aswarodi, menginformasikan bahwa status aktivitas GAK saat ini masih berada
pada Level III (Siaga). Berdasarkan hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan
Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama instansi terkait, tercatat terjadi
satu kali erupsi pada pukul 09.10 WIB dengan durasi sangat singkat yakni 17
detik, dan status erupsi telah dinyatakan selesai.
"Aktivitas erupsi terekam pada seismogram
dengan amplitudo maksimum 47 mm. Kondisi cuaca cerah hingga mendung, serta
angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut. Berdasarkan
citra satelit Himawari-9 pada pukul 07.00 WIB dari terminal BMKG, sebaran debu
vulkanik GAK tidak terdeteksi," jelas Aswarodi.
Baca Lainnya :
- Benahi Tata Niaga Beras, Gubernur Mirza Dorong KDMP Terintegrasi dengan Perpadi dan Perbankan0
- Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 ke Jawa Tengah0
- Pemprov Lampung Gelar Shalat Istisqa, Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Hadapi Kemarau0
- 12 Raperda Inisiatif DPRD Lampung Menyasar Sektor Strategis0
- GAK Masih Siaga, Pemprov Perkuat Mitigasi dari Laut hingga Layanan Kesehatan0
Pemantauan kualitas udara terkini juga
menunjukkan bahwa kondisi di Bandar Lampung dan sekitarnya dinyatakan aman
dengan kadar SO2 yang berangsur normal, sementara debu vulkanik di Lampung
Selatan yang sempat meningkat kini mulai membaik.
Dalam rangka mitigasi jangka panjang, Pemprov
Lampung juga telah mengumpulkan seluruh Kepala BPBD Kabupaten/Kota se-Provinsi
Lampung untuk menyiagakan skenario terburuk jika status bencana meningkat
menjadi Level IV (Awas). Skema ini mencakup persiapan matang terkait jalur
evakuasi, rambu evakuasi, penyediaan tempat pengungsian, hingga pengaktifan
Sistem Peringatan Dini (Early Warning System).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa kegiatan
belajar siswa secara tatap muka akan dimulai kembali setelah berakhirnya masa
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Kamis tanggal 10 September 2026.
"Mulai besok, kami kembali melakukan
pembelajaran secara tatap muka di satuan pendidikan masing-masing sesuai arahan
Pimpinan," terangnya.
Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
dimulai, pihak sekolah diinstruksikan untuk mengadakan doa bersama dan
memastikan lingkungan serta ruang kelas telah bersih dan steril dari debu
vulkanik melalui koordinasi dengan petugas BPBD setempat. Selama KBM, aktivitas
siswa di luar kelas akan dibatasi dan penerapan protokol kesehatan akan diawasi
secara ketat.
Pemerintah Provinsi Lampung
juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi
melalui kanal resmi Pemerintah dan meningkatkan kewaspadaan. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]











3.jpg)