- Pimpin Gerakan Radin Inten Asri, Gubernur Mirza Perkuat Budaya Gotong Royong Jaga Pesisir Lampung
- Wabup Agus Suranto Buka Kompetisi SSB U-12 Tanggamus 2026
- Wabup Tanggamus Pimpin Penertiban Pasar Gisting
- Wagub Jihan bersama Bupati Ela Siti Nuryamah Datangi Rumah Calon Siswi Sekolah Rakyat
- Bupati Ela Siti Nuryamh Tinjau Irigasi Way Kawat yang Rusak
- Gubernur Mirzani Dianugerahi Gelar Suntan Tihang Marga di Sekala Brak
- Bupati Parosil Sambut Ratusan Rider IMBI di Kebun Raya Liwa, Kenalkan Potensi Lampung Barat
- Pemkot Metro dan Kodim 0411/KM Bersinergi Bersihkan Kawasan Danau Dam Raman
- Tujuh Koperasi Berprestasi Terima Penghargaan dan Dorong Kebangkitan Ekonomi Rakyat
- Eko Dian Susanto Buka Bimtek Literasi Informasi bagi Pustakawan dan Penggiat Literasi
Gubernur Mirzani Dianugerahi Gelar Suntan Tihang Marga di Sekala Brak
Bupati Parosil: Ini Amanah Sekaligus Penguat Sinergi

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal dianugerahi tongkat pusaka bindung langit, lencana kerajaan
Paksipak Sekala Brak Kepaksian Pernong dan Lencana Majelis Kerajaan Nusantara
(MAKN) dalam prosesi Angkon Muakhi atau Pengakuan Bersaudara dari Kerajaan Adat
Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong. Sedangkan gelar adat “Suntan Tihang
Marga” adalah gelar adat yang memang milik Gubernur Lampung dari Marga Sungkai
Bunga Mayang.
Penganugerahan berlangsung di Lamban Gedung,
Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Kamis (09/07/2026) Dihadiri langsung oleh
Bupati dan wakil Bupat Lampung Barat Parosil Mabsus – Mad Hasnurin beserta
pemangku adat.
Dalam prosesi adat yang sakral itu, Gubernur
Mirzani diangkat sebagai saudara Sultan dan diberi gelar adat Suntan Tihang
Marga. Beliau juga dikukuhkan sebagai Jamma Balak ni Saibatin atau Orang Besar
di Kerajaan, serta dianugerahi Tongkat Pusaka Bindung Langit, Lencana Kerajaan
Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, dan Lencana Majelis Adat
Kerajaan Nusantara (MAKN).
Baca Lainnya :
- Bupati Parosil Sambut Ratusan Rider IMBI di Kebun Raya Liwa, Kenalkan Potensi Lampung Barat0
- PHC Ubah Wajah Perkebunan Kopi Lampung, Gubernur Mirza Dorong Produktivitas Meningkat0
- Wabup Mad Hasnurin Dukung Peningkatan Produktivitas Kopi Lewat PHC di Kebun Induk Hanakau0
- Pemprov Perkuat Fondasi Ekonomi Desa Lewat Inovasi Pertanian dan Pemberdayaan Petani0
- Pemprov Lampung Dorong Pembangunan Infrastruktur, Perkuat Lumbung Pangan Lambar0
Paduka Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom
Beliau (PYM SPDB) Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Pangeran Edward Syah Pernong,
Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, menjelaskan makna penting dari prosesi
ini.
“Keberadaan Paksi Pak Sekala Bekhak terdiri
dari empat kepaksian yakni Kepaksian Pernong, Kepaksian Buay Bejalan Diway,
Kepaksian Buay Belunguh, Kepaksian Nyerupa. Empat kepaksian ini memiliki
kedudukan yang sama dan memiliki wilayah masing-masing,” kata beliau.
Lebih lanjut, Edward Syah menegaskan bahwa
Angkon Muakhi ini bukan sekadar kegiatan seremonial namun sebuah bentuk rasa
untuk menyatukan keguyuban yang akan diteruskan hingga generasi mendatang.
“Angkon muakhi ini adalah sebuah bentuk rasa
untuk menyatakan hubungan yang guyup dan dekat untuk diteruskan dari generasi
ke generasi. Tongkat yang kita berikan tadi bukan merupakan kebetulan, tongkat
tadi memiliki makna dan nilai,” ujar Pangeran Edward Syah Pernong.
Usai menerima gelar, Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal menyampaikan terima kasih atas kehormatan besar dari Kepaksian
Pernong.
“Bagi saya pribadi ini merupakan sebuah amanah
yang harus terus dijaga, antara pemerintah dan pemangku adat,” ujar Gubernur.
Gubernur Lampung menegaskan, ke depan setiap
kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung akan diselaraskan dengan falsafah
leluhur.
“Dengan adanya anugerah ini, dalam mengambil
kebijakan harus diselaraskan dengan falsafah leluhur. Ke depan Pemerintah
Provinsi Lampung akan terus memperkuat budaya Lampung agar tetap lahir dan
berkembang di Lampung,” katanya.
Menurutnya, Kepaksian Pernong memiliki nilai
strategis sebagai pilar pelestarian budaya. “Kepaksian Pernong ini wadah untuk
menjaga identitas daerah dan memperkuat jati diri di tengah majunya zaman.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah dengan pemangku adat akan mampu menarik
wisata budaya. Lampung Barat ini kabupaten yang berkomitmen melestarikan
warisan leluhur,” tutup Gubernur.
Sementara, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus
menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas penganugerahan tersebut.
“Kebijaksanaan yang diberikan pimpinan adat ini
merupakan proses yang sangat sakral. Atas nama Pemerintah Daerah saya memberi
apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Bupati.
Di momen penting ini, Bupati Parosil juga
menyampaikan beberapa titipan harapan kepada Gubernur. Pertama, terkait
kelanjutan pembangunan yang berada di Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak.
“Di masa kepemimpinan Gubernur Lampung Bapak
Ridho Ficardo dulu, pernah digagas dan dibangun gedung yang merupakan sebuah
kebanggaan masyarakat Lampung yang berada di Kabupaten Lampung Barat. Namun
usai masa kepemimpinan Bapak Ridho pembangunan tersebut tidak dilanjutkan. Kami
mengharapkan dukungan dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung agar dapat
melanjutkan pembangunan gedung tersebut,” harap Parosil.
Kedua, di bidang pendidikan. Bupati mengucapkan
terima kasih atas kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung terkait penghapusan
iuran komite di sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Untuk mendukung program pendidikan, di bawah
kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, kami mengagas berbagai
program. Di antaranya pembagian tiga setel seragam gratis berikut alat tulis
kepada seluruh siswa baru SD dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat,” jelasnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat
juga memiliki program beasiswa kedokteran, seni dan budaya, kewirausahaan,
hingga program satu keluarga satu sarjana.
Bupati Lampung Barat juga menyampaikan terima
kasih atas pembangunan Sekolah Luar Biasa di Lampung Barat oleh Pemerintah
Provinsi Lampung.
“Semoga sinergi antara
Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan para pemangku adat ini terus
kuat. Dengan begitu, warisan budaya kita terjaga dan kesejahteraan masyarakat
Lampung Barat semakin meningkat,” pungkas Bupati Parosil. [MFH/Diskominfo
Lampung Barat]










3.jpg)