Wabup Mad Hasnurin Dukung Peningkatan Produktivitas Kopi Lewat PHC di Kebun Induk Hanakau

By redaksi 09 Jul 2026, 15:47:36 WIB Saburai
Wabup Mad Hasnurin Dukung Peningkatan Produktivitas Kopi Lewat PHC di Kebun Induk Hanakau

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Wakil Bupati (Wabup) Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) meninjau Kebun Induk Hanakau milik UPTD Balai Benih dan Kebun Induk (BBKI) Dinas Perkebunan Provinsi Lampung di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kamis (9/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur bersama Wakil Bupati dan rombongan berkeliling melihat langsung kebun kopi yang menjadi pusat percontohan, penelitian, dan pembibitan kopi unggul di Lampung.

Di lokasi tersebut juga diterapkan berbagai metode budidaya dan perawatan tanaman kopi untuk meningkatkan hasil produksi dan kualitas kopi.

Baca Lainnya :

Kebun Induk Hanakau mengembangkan dua jenis kopi utama, yaitu kopi robusta dan kopi arabika.

Untuk kopi robusta, terdapat sejumlah klon unggul nasional seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436 yang dijadikan sumber benih berkualitas.

Selain itu, kebun ini juga mengembangkan klon lokal potensial seperti Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari yang diharapkan dapat menjadi varietas unggul bersertifikat.

Sementara itu, sekitar 200 batang kopi arabika ditanam sebagai uji adaptasi di wilayah dataran tinggi Sukau.

Dalam dialog bersama petani kopi, Gubernur Lampung memperkenalkan inovasi Pupuk Hayati Cair (PHC) yang saat ini mulai diterapkan di Kebun Induk Hanakau.

PHC merupakan pupuk organik berbasis mikroorganisme lokal yang dibuat dari bahan-bahan ramah lingkungan seperti limbah kelapa, limbah kedelai, dan air cucian beras.

Menurut Gubernur, penggunaan PHC mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, membuat daun lebih hijau, mempercepat pembungaan, memperbesar ukuran buah, sekaligus memperbaiki kesuburan tanah tanpa bergantung pada pupuk kimia.

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, Gubernur juga menyerahkan sampel PHC dalam kemasan botol agar dapat dicoba langsung di lahan masing-masing.

Di Kebun Induk Hanakau, PHC telah diterapkan sejak tahun 2025 pada lahan percontohan seluas dua hektare.

Hasilnya menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan tanaman yang tidak menggunakan PHC.

Sebagai perbandingan, bibit dari biji kopi yang seharusnya baru dapat berbuah dan dipanen dalam kurun waktu tiga tahun, kini dengan menggunakan PHC bisa mulai berbuah dan dipanen di usia 1,5 hingga dua tahun.

“Buah kopi terlihat lebih besar, kualitasnya lebih baik, serta pertumbuhan tanaman lebih optimal,” ujar Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Dzausal.

Usai kegiatan, Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Lampung terhadap pengembangan sektor perkebunan kopi di Lampung Barat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Lampung yang telah hadir langsung di Kebun Induk Hanakau untuk melihat potensi kopi Lampung Barat,” ungkap Wakil Bupati Mad Hasnurin.

Menurut Wakil Bupati, kehadiran Gubernur RMD menjadi motivasi bagi para petani sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi melalui inovasi seperti Pupuk Hayati Cair (PHC).

“Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan sehingga kesejahteraan petani kopi semakin meningkat dan kopi Lampung Barat semakin berdaya saing,” harap Mad Hasnurin. [MFH/Diskominfo Lampung Barat]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment