- Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo Jajaki Kerjasama dengan Media Faktual Hukum
- Pemprov Lampung Lakukan Groundbreaking Perbaikan Ruas Jalan Jabung-SP Labuhan Maringgai
- Waspadai El Nino 2026, Pemprov Lampung Matangkan Strategi Mitigasi Terpadu
- Polda Lampung Bongkar Sindikat Penimbunan BBM Ilegal di Pesawaran
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni
- Pemprov dan KLH Perkuat Sinergi, Wujudkan Langkah Reformasi Pengelolaan Sampah
- Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah Tinjau Sekuntum Herbal Farm
- Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Halal Bihalal Pangdam, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat
- Pemkab Lampung Tengah Dalami Program Vaksinasi HPV Nasional
Infrastruktur Mulai Diperbaiki, Harapan Warga Lampung Tengah Segera Terwujud

LAMPUNG TENGAH, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memastikan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau langsung progres perbaikan
ruas jalan di Kabupaten Lampung Tengah, Jum'at (3/04/2026).
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan jalan
bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi
kesejahteraan warga.
“Jalan yang baik akan meningkatkan nilai hasil
pertanian, memperlancar distribusi, serta mendukung aktivitas sosial
masyarakat, seperti akses ke sekolah dan tempat ibadah,” tegasnya.
Baca Lainnya :
- Komitmen Transparansi, Lampung Tengah Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu0
- Rapat Paripurna HUT ke-62 Lampung, Plt. Bupati I Komang Koheri Raih Sertifikat Budaya0
- Plt. Bupati I Komang Koheri Turun Langsung Pantau Banjir di Kota Gajah0
- Dharma Santi 1948 Saka dan HUT WHDI ke-38, Wujud Harmoni di Lampung Tengah0
- Jelang Idul Fitri, Plt Bupati dan Kapolres Lampung Tengah Pastikan Kesiapan Operasi Ketupat 20260
Jalan yang rusak selama ini menjadi salah satu
keluhan utama masyarakat Lampung. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan
perbaikan besar-besaran, termasuk hampir 200 kilometer jalan provinsi pada tahun
2026.
Khusus di Lampung Tengah, yang merupakan poros
konektivitas wilayah, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 89
persen menjadi 98 persen pada tahun ini.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Bina
Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqulloh, menjelaskan bahwa
ruas-ruas yang diperbaiki merupakan jalur vital dengan mobilitas tinggi.
Aktivitas ekonomi di kawasan tersebut ditopang
oleh pasar-pasar besar seperti Kalirejo, Bangunrejo, dan Poncowarno, serta
sektor pertanian dan perkebunan. Tak hanya itu, terdapat pula aktivitas
pertambangan rakyat dan industri bahan bangunan yang turut meningkatkan lalu
lintas kendaraan berat.
“Karena tingginya tonase kendaraan, konstruksi
jalan dirancang lebih kuat agar tahan lama,” jelasnya.
Total penanganan pada tiga ruas tersebut
mencapai sekitar 17 kilometer, terdiri dari Kalirejo–Bangun Rejo sepanjang ±6
kilometer, Padang Ratu–Kalirejo ±7 kilometer, dan Padang Ratu–Pekurun Udik ±4
kilometer.
Pembangunan dilakukan dengan kombinasi konstruksi
beton kaku dan aspal, disesuaikan dengan kondisi tanah dan beban lalu lintas.
Selain itu, sistem drainase juga dibangun secara menyeluruh, meliputi saluran
samping, gorong-gorong, hingga normalisasi aliran air untuk mencegah genangan
yang kerap menjadi penyebab kerusakan jalan.
Gubernur mengingatkan pentingnya menjaga
kualitas pembangunan. Ia menekankan bahwa jalan yang dibangun berasal dari uang
rakyat, sehingga harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.
“Kalau kualitas tidak dijaga, jalan bisa cepat
rusak dan masyarakat kembali dirugikan. Kita ingin jalan ini benar-benar awet
dan dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perawatan jalan
secara berkala, termasuk menjaga drainase dan kebersihan saluran air agar tidak
menimbulkan kerusakan baru.
Kini, perubahan mulai terasa. Jalan yang
dulunya berlumpur dan penuh lubang perlahan berubah menjadi akses yang layak,
aman, dan nyaman. Bagi masyarakat Lampung Tengah, ini bukan hanya soal
pembangunan, tetapi tentang hadirnya harapan baru, harapan akan kehidupan yang
lebih baik, lebih lancar, dan lebih sejahtera.
Raut wajah bahagia tak bisa disembunyikan dari
warga saat menyaksikan perbaikan jalan yang selama ini mereka dambakan akhirnya
terwujud. Di ruas Bangun Rejo–Kalirejo, Padang Ratu–Kalirejo, hingga Padang
Ratu–Pekurun Udik, kehadiran Pemerintah Provinsi Lampung terasa nyata di tengah
kehidupan masyarakat.
Bagi warga, jalan bukan sekadar infrastruktur,
jalan adalah urat nadi kehidupan, tempat harapan digantungkan, dari anak-anak
berangkat sekolah hingga petani mengangkut hasil panen.
Sri (53), warga Pekon Kaliwungu, Kalirejo, tak
dapat menyembunyikan rasa syukurnya.
Selama bertahun-tahun, ia menyaksikan langsung kondisi jalan yang rusak parah.
“Dulu jalannya rusak sekali, sudah lama,
mungkin sekitar lima tahun. Kalau hujan becek, susah dilewati, banyak yang
jatuh. Kami bahkan sempat swadaya memperbaiki seadanya,” tuturnya.
Kini, jalan yang mulai mulus memberi harapan
baru. Aktivitas warga menjadi lebih lancar, terutama dalam mengangkut hasil
kebun yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Hal serupa disampaikan Nur (42), warga Pekon
Sri Basuki. Ia merasakan langsung perubahan besar dari perbaikan jalan
tersebut.
“Sekarang perjalanan lebih cepat dan aman. Saya
paling senang karena anak-anak jadi lebih nyaman berangkat sekolah,” ujarnya.
Kepala Pekon Kaliwungu, Umi Kulsum, juga
mengungkapkan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
“Jalan ini sudah lama
rusak, bahkan sudah beberapa kali berganti gubernur, tapi belum tersentuh
perbaikan optimal. Sekarang akan dibangun dengan beton, tentu kami sangat
bersyukur dan berterima kasih,” katanya. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]











3.jpg)