- Ketika Pendakian Menjadi Ruang Belajar Merawat Alam
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar
- Wabup Azwar Hadi Sambut Kepulangan 283 Jemaah Haji Lamtim, Doakan Menjadi Haji Mabrur
- Pemkab Lamteng Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 9 Tahun 2026
- Bupati Lampura Ikut Rapat Virtual dengan DPR RI, Bahas PPPK dan Belanja Pegawai
- Bupati Ajak Anak PAUD Kenal Bung Karno Lewat Lomba Mewarnai dan Tebar Benih Ikan
- Hari Ketiga Festival Teluk Stabas VI, Lomba Makanan Tradisional Angkat Kekayaan Kuliner Pesisir
- Kapolres Tanggamus Latih Bela Diri Anggota
- Tanam 1.000 Pohon di Ulu Belu, Bupati Tanggamus: Saatnya Bekerja Nyata untuk Iklim
- Terima Peserta PKN II Sumsel, Wagub Jihan Dorong Pemimpin Daerah Adaptif Hadapi Perubahan
Ketika Pendakian Menjadi Ruang Belajar Merawat Alam

PESAWARAN, MFH,-- Di tengah meningkatnya minat
masyarakat terhadap wisata alam, kegiatan pendakian kini tidak lagi sekadar
soal mencapai puncak berburu panorama dan menyalurkan hobi. Bagi Komunitas
Linimasa Pendaki Lampung, aktivitas di alam terbuka juga menjadi ruang edukasi
sekaligus sarana membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Gagasan itulah yang diusung dalam kegiatan
perayaan 1st Anniversary MT Kantong Semar bertajuk, "Funcamp 666:
Anniversary 1666 Mdpl" yang digelar di kawasan wisata alam MT. Kantong
Semar di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, pada 6–7
Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta yang berasal dari
komunitas pecinta alam, organisasi, dan pendaki umum dari berbagai daerah di
Provinsi Lampung.
Selama dua hari, peserta tidak hanya diajak
menikmati lanskap pegunungan di ketinggian 1.666 meter di atas permukaan laut,
tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas yang mengajarkan pentingnya
menjaga kelestarian alam.
Baca Lainnya :
- BPS Pesawaran Beri Pelatihan 486 Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 20260
- Dukung Penguatan Ketahanan Pangan, GNTI Gelar Panen Raya Jagung di Pesawaran0
- Penyaluran Bantuan ATENSI Kemensos RI Di Pesawaran Jangkau Lansia dan Anak0
- Komitmen Ciptakan Generasi Sehat, Pemkab Pesawaran Hadirkan Edukasi Bersama Kemenkes RI0
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung0
Rangkaian kegiatan diawali di basecamp MT.
Kantong Semar melalui acara seremonial pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa
syukur atas perkembangan destinasi wisata tersebut. Pada kesempatan yang sama
juga diluncurkan Kopi Kantong Semar, produk lokal masyarakat yang diharapkan
mampu memperkuat keterlibatan warga dalam pengembangan wisata berbasis alam.
Acara pembukaan dihadiri Plt. Kepala Dinas
Pariwisata Kabupaten Pesawaran Kurnia Oktaviani, jajaran Pemerintah Desa Gunung
Rejo, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta masyarakat setempat.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas mengatakan
kegiatan yang melibatkan komunitas pecinta alam seperti ini memiliki peran
penting dalam memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Pesawaran kepada
masyarakat yang lebih luas. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi sarana
edukasi untuk membangun kesadaran bahwa keberlanjutan wisata alam sangat
bergantung pada kepedulian pengunjung terhadap lingkungan.
"Jangan sampai kita berwisata hanya
menikmati keindahan alam, tetapi lupa bagaimana menjaganya. Ketika kita menjaga
alam, mudah-mudahan alam juga akan menjaga dan menyelamatkan kita,"
ujarnya.
Usai pembukaan, peserta melanjutkan perjalanan
menuju area camping ground di ketinggian 1.111 Mdpl. Jalur pendakian yang
didominasi tanjakan dan medan berbatu menjadi tantangan tersendiri bagi
peserta. Namun kondisi tersebut justru menjadi daya tarik yang membedakan MT.
Kantong Semar dengan sejumlah destinasi pendakian lain di Lampung.
Sepanjang perjalanan, peserta disuguhi panorama
perbukitan hijau yang berhadapan langsung dengan kawasan Gunung Ratai dan
Puncak Pesawaran. Dengan waktu tempuh sekitar satu hingga satu setengah jam,
jalur ini dinilai cukup ramah bagi pendaki pemula namun tetap menawarkan
pengalaman petualangan yang menarik.
Memasuki malam hari, suasana camping ground
berubah menjadi ruang belajar bersama. Panitia menggelar sesi berbagi
pengalaman mengenai teknik bertahan hidup (survival) di alam bebas serta etika
pendakian yang bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa
meningkatnya aktivitas wisata alam perlu diiringi dengan pemahaman yang baik
tentang keselamatan dan pelestarian lingkungan.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui
berbagai permainan, kuis interaktif, serta pembagian puluhan doorprize yang
melibatkan seluruh peserta.
Memasuki hari kedua, setelah sarapan bersama,
peserta melakukan aksi penanaman pohon di kawasan sekitar lokasi perkemahan.
Berbagai jenis tanaman seperti cendana, durian, dan sejumlah pohon kayu keras
ditanam sebagai upaya menjaga tutupan vegetasi sekaligus mendukung
keberlanjutan kawasan wisata alam tersebut. Setelahnya semua peserta bersiap
untuk melanjutkan pendakian menuju puncak 1.666 Mdpl.
Ketua Pelaksana Komunitas Linimasa Pendaki
Lampung, Ki Ageng Selo atau yang akrab disapa Mas To, mengatakan kegiatan
tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata komunitas pecinta alam dalam menjaga
kelestarian lingkungan.
Menurut dia, kecintaan terhadap alam harus
diwujudkan melalui tindakan konkret yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan
masyarakat sekitar.
"Kami ingin kegiatan ini bukan hanya
menjadi ajang berkumpul para pendaki, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk
menumbuhkan kepedulian terhadap alam. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi
cara untuk memperkenalkan potensi wisata alam Pesawaran kepada masyarakat yang
lebih luas," kata Mas To.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh
peserta, sponsor, masyarakat setempat, dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang
telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Bagi teman-teman komunitas, kegiatan ini bukan hanya tentang bermain di alam,
tetapi membawa pesan yang lebih besar: bahwa wisata alam tidak hanya tentang
menikmati keindahan, melainkan juga tentang memastikan keindahan itu tetap
dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. [MFH/Diskominfotiksan Pesawaran]











3.jpg)