- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Kota Metro Raih Penghargaan ke-PMIan Kemenkes RI

METRO, MFH,-- Patut diapresiasi,
Kota Metro berhasil meraih penghargaan ke-PMIan, yang mana Kota Metro dinilai
menjadi kota yang berhasil mengelola Palang Merah Indonesia (PMI) untuk
memenuhi kebutuhan daerah yang tinggi di daerahnya.
Kota Metro, masuk dalam 10
kabupaten atau kota yang menerima langsung Penghargaan Kabupaten/Kota dengan
Presentase Tertinggi Pemenuhan Kebutuhan Darah, oleh Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia (Kemenkes-RI). Penghargaan yang cukup bergengsi ini
diberikan dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61 tahun 2025.
10 kabupaten/kota penerima tersebut
adalah, 1. Kota Banda Aceh, 2. Kota Metro, 3. Kota Bukittinggi, 4. Kota Adm.
Jakarta Pusat, 5. Kota Magelang, 6. Kota Surakarta, 7. Kota Yogyakarta, 8. Kota
Mojokerto, 9. Kota Denpasar, 10. Kota Mataram.
Baca Lainnya :
- Asisten II Metro Serahkan Dukungan Kesehatan untuk Peserta MTQ di Bandar Lampung0
- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kompak Dukung UMKM di Festival KemenUMKM0
- Wakil Wali Kota Metro Lepas Kafilah MTQ Metro 0
- Warga Kota Metro Ikuti Color Bubble Run 2025 di Kawasan Taman Merdeka0
- Pemkot Metro Lepas 74 ASN yang Memasuki Masa Purnabakti0
Penyerahan penghargaan ini,
dilakukan pada hari Selasa, 9 Desember 2025 di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta
Selatan. Menerima penghargaan dari Kota Metro adalah Wali Kota Metro, H.
Bambang Iman Santoso, serta jajaran Pemerintah Kota Metro, OPD dan Stakeholder.
Penghargaan tersebut diserahkan
langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat PPID Kemenkes, dr. Azhar
Jaya, S.H., SKM., MARS, kepada Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam
seremoni yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).
Direktur Jenderal Kesehatan
Masyarakat PPID Kemenkes, dr. Azhar Jaya, menyampaikan bahwa capaian Kota Metro
merupakan hasil dari perencanaan yang matang dan konsistensi dalam pembangunan
sektor kesehatan.
“Kami melihat bahwa Pemerintah Kota
Metro tidak hanya fokus pada pencapaian administratif, tetapi benar-benar
memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi secara nyata. Ini
adalah praktik baik yang kami harapkan dapat direplikasi oleh daerah lain di
Indonesia,” ujar dr. Azhar Jaya saat sesi wawancara.
Ia menambahkan, penghargaan
tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mampu
mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
“Transformasi sistem kesehatan
nasional hanya bisa berhasil jika pemerintah daerah memiliki keberanian
berinovasi dan komitmen yang kuat. Kota Metro menunjukkan hal tersebut melalui
tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan
masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Metro,
Bambang Iman Santoso, menyebutkan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja
kolektif seluruh elemen pemerintah daerah dan tenaga kesehatan.
“Penghargaan ini bukan semata-mata
milik Wali Kota, tetapi milik seluruh tenaga kesehatan, anggota PMI Kota Metro,
para kader posyandu, dan masyarakat Kota Metro yang telah bersama-sama menjaga
dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah kami,” ungkapnya.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah
Kota Metro untuk terus memperkuat layanan kesehatan yang inklusif dan
berkelanjutan.
“Kami akan menjadikan capaian ini
sebagai pemacu semangat untuk terus berinovasi, memperluas jangkauan layanan,
serta memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam mendapatkan
pelayanan kesehatan yang layak. Momentum HKN ke-61 ini menjadi refleksi bagi
kami untuk bekerja lebih baik lagi ke depan,” tambahnya.
Berdasarkan data Unit Transfusi Darah
(UTD) PMI Kota Metro periode Januari hingga November 2025, total capaian donasi
darah tercatat sebanyak 20.025 kantong, dengan jumlah pendonor sukarela
sebanyak 19.616 orang, sehingga persentase pendonor sukarela mencapai 97,85
persen, melampaui target nasional sebesar ≥90 persen.
Untuk pemenuhan permintaan darah
dari fasilitas pelayanan kesehatan, tercatat total permintaan sebanyak 21.975
kantong, dengan pemenuhan sebanyak 21.574 kantong, sehingga tingkat pemenuhan
mencapai 98,2 persen dari target 100 persen. Pada Oktober dan November 2025,
pemenuhan kebutuhan darah bahkan telah mencapai 100 persen.
Peningkatan capaian tersebut
merupakan hasil dari optimalisasi kegiatan donor darah, peningkatan promosi dan
edukasi kepada masyarakat, pemantauan stok harian, serta distribusi darah yang
lebih efisien. Selain itu, keterlibatan pendonor dari luar wilayah Kota Metro
turut mendukung stabilitas ketersediaan darah saat terjadi penurunan jumlah
pendonor lokal.
Dengan capaian tersebut,
ketersediaan darah di Kota Metro sepanjang tahun 2025 dinilai berada dalam
kondisi aman dan terkendali, serta mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan
masyarakat secara optimal.
Selain Penghargaan Presentase
Kebutuhan Darah Tertinggi, terdapat dua kategori penghargaan lainnya, yaitu
Penghargaan CRU atau Critical Research Unit sebuah penghargaan kepada Rumah
Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan dengan Penelitian Klinik Terbanyak yang
diterima kepada sebanyak 6 Rumah Sakit Umum Provinsi kemudian Penghargaan RS
Pengguna Layanan Telemedisin Via Komen (Konsultasi Medis Online) Paling Aktif
kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)