- Kukuhkan Tiga Forum Strategis, Gubernur Mirza Ajak Semua Elemen Jaga Harmoni Lampung
- Hendra Wijaya Mega Buka Bimtek OSS-RBA
- Pemprov Lampung Dorong Produktivitas Pertanian Melalui Bimtek Pupuk Hayati Cair
- Gubernur Mirza Dorong Peran Bidan Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks
- Bupati Saleh Asnawi Lantik 12 Pejabat Administrator dan Pengawas
- Pemkab Pesisir Barat Perketat Pengawasan Pajak Hotel dan Restoran
- Kunjungan Ketua TP PKK Lampura Dorong Agrowisata BUMDes dan Peningkatan Ekonomis Petani
- Pemkab Lampung Utara Matangkan Pertanggungjawaban APBD 2026
- Terima Audiensi Mahasiswa IPB, Bupati Parosil Dorong Inovasi Kopi Bernilai Ekonomi Tinggi
- Wali Kota Metro Dorong Tabungan Umroh Lewat Bank Sampah Pesantren
Kukuhkan Tiga Forum Strategis, Gubernur Mirza Ajak Semua Elemen Jaga Harmoni Lampung


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani
Djausal mengukuhkan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi
Lampung Periode 2026–2030, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Periode 2025–2029,
serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Lampung Periode
2026–2030 di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Selasa
(7/7/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah resmi
menerima amanah. Menurutnya, tugas yang diemban bukan sekadar menjalankan
organisasi, melainkan menjaga persatuan, memperkuat kepercayaan masyarakat,
serta memastikan stabilitas dan kedamaian di Provinsi Lampung tetap
terpelihara.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dorong Produktivitas Pertanian Melalui Bimtek Pupuk Hayati Cair0
- Gubernur Mirza Dorong Peran Bidan Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks 0
- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bersama Forkopimda0
- Di Balik Biru Selat Sunda: Luka Purba yang Menjadi Keindahan0
- Gubernur Lampung Hadiri Pengukuhan Srikandi Jaga Desa0
"Lampung sejak dahulu dikenal sebagai
daerah yang terbuka dan menjadi rumah bagi masyarakat dari berbagai suku,
agama, dan latar belakang. Keberagaman bukan persoalan yang harus
dikhawatirkan, melainkan anugerah sekaligus kekuatan yang harus terus dirawat
melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan gotong royong," ujar
Gubernur.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa karakter
masyarakat Lampung yang ramah dan terbuka telah menjadikan provinsi ini sebagai
rumah bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai suku seperti Jawa,
Bali, Bugis, Batak, Minangkabau, Sunda, hingga etnis lainnya hidup berdampingan
dan berkontribusi sesuai dengan keunggulan masing-masing dalam membangun
daerah.
"Setiap suku memiliki kekuatan dan
karakter yang berbeda. Justru keberagaman inilah yang membuat Lampung tumbuh.
Semua berkolaborasi membangun daerah ini, sehingga Lampung menjadi rumah yang
nyaman bagi siapa pun," katanya.
Ia mengungkapkan, selama puluhan tahun Lampung
mampu menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis tanpa konflik antarsuku maupun
antarumat beragama yang berarti. Kondisi tersebut merupakan warisan para
pendahulu yang harus terus dipertahankan.
"Saya berharap apa pun tantangan yang kita
hadapi ke depan, Lampung harus tetap damai. Ekonomi bisa naik turun, tetapi
persatuan, kerukunan, dan persaudaraan tidak boleh goyah. Semua persoalan harus
diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah," tegasnya.
Gubernur juga menekankan bahwa kedamaian
merupakan fondasi utama bagi pembangunan. Menurutnya, kemajuan sumber daya
manusia, pertumbuhan ekonomi, hingga lahirnya peradaban yang maju hanya dapat
terwujud apabila stabilitas sosial tetap terjaga.
Gubernur Mirza mengajak FKUB, FPK, dan FKDM
menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat. Ia menilai
ketiga forum tersebut memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam
memperkuat toleransi, memperkokoh persatuan bangsa, sekaligus membangun sistem
deteksi dini terhadap berbagai potensi konflik.
Selain menyoroti pentingnya kerukunan, Gubernur
juga memaparkan besarnya potensi yang dimiliki Provinsi Lampung. Dengan sekitar
70 persen penduduk berprofesi sebagai petani, Lampung menjadi salah satu
lumbung pangan nasional yang menghasilkan padi, jagung, ubi kayu, pisang,
nanas, kopi, lada, hingga tebu. Di sektor peternakan, Lampung juga menjadi salah
satu sentra produksi sapi, kambing, dan unggas di Indonesia.
Gubernur mengajak seluruh forum untuk bersama
sama menjaga potensi Lampung yang dimiliki melalui kolaborasi bersama
pemerintah daerah untuk tidak hanya menjaga kedamaian masyarakat akan tetapi
ramah terhadap pengunjung dari luar Lampung, tanpa kedamaian dan keramahan
masyarakat,seluruh potensi yang dimiliki provinsi Lampung tidak dapat dikelola
dengan baik.
Menurutnya, seluruh potensi tersebut hanya
dapat berkembang apabila situasi daerah tetap aman dan kondusif. Oleh karena
itu, menjaga persatuan dan stabilitas menjadi modal utama untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
"Ini semua adalah menjadi tanggung jawab
kita bersama untuk menjaga Lampung ke depan,, Forkopimda, tokoh agama, tokoh
adat, organisasi kemasyarakatan, akademisi dan seluruh masyarakat harus bisa
berjalan dengan semangat yang sama, mari kita jaga semangat ini, saya titip
amanah ini, saya titip Masyarakat Lampung,saya titip perdamaian provinsi
Lampung, saya titip kerukunan provinsi Lampung dan saya titip kemajuan provinsi
Lampung kepada bapak ibu sekalian," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi
Lampung Achmad Saepulloh melaporkan bahwa pembentukan ketiga forum tersebut
merupakan amanat peraturan perundang-undangan. FKUB beranggotakan 21 orang yang
bertugas memberikan rekomendasi kepada gubernur dalam pemeliharaan kerukunan
umat beragama, memfasilitasi dialog antarumat beragama, serta menyerap aspirasi
masyarakat.
Adapun Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)
beranggotakan 37 perwakilan berbagai etnis, paguyuban, dan organisasi
kemasyarakatan yang bertugas memperkuat pembauran kebangsaan melalui dialog,
sosialisasi, serta pemberian rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah.
Sementara itu, FKDM dibentuk untuk menghimpun,
mengoordinasikan, dan menyampaikan informasi dari masyarakat mengenai potensi
ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang dapat mengganggu stabilitas
daerah, sekaligus memberikan rekomendasi kepada pemerintah sebagai langkah
antisipasi dini.
Achmad menjelaskan, pelantikan dan pengukuhan
ketiga forum tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah dan
masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama, mempererat pembauran
kebangsaan, serta meningkatkan kewaspadaan dini guna mewujudkan kehidupan
masyarakat Provinsi Lampung yang aman, damai, harmonis, dan bersatu. [MFH/Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)