- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bersama Forkopimda
- Forkopimda Tanggamus Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah
- Pemkab Pringsewu Gelar Peringatan Hari Lansia Nasional
- Sekda Kota Metro Tekankan Transformasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Preventif dan Promotif
- Staf Ahli Bupati Dorong ASN Utamakan Kekompakan, Disiplin, dan Integritas
- Gema Gamolan Pekhing Tutup Festival Sekala Bekhak XII
- Warga Kampung Cigombong RT03/RW03 Gotong Royong Perbaiki Jalan Penghubung Antar Kampung
- 340 Guru dan Kepala Sekolah Ikuti Seminar
- Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus Ungkap Curanmor di Semaka, Pelaku Ditindak Tegas Terukur
- Di Balik Biru Selat Sunda: Luka Purba yang Menjadi Keindahan
Forkopimda Tanggamus Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah
Bupati: Pemerintah Harus Hadir untuk Masyarakat

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) mengusung tema "Sinergi Forkopimda dalam Mewujudkan
Kondusivitas IPOLEKSOSBUDHANKAM Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 dengan Budaya
Kerja Jalan Lurus" di Ruang Rapat Bupati Tanggamus, Senin, 6 Juli 2026.
Rakor dipimpin Bupati Tanggamus Drs. H. Moh.
Saleh Asnawi, M.A., M.H. dan dihadiri Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo,
Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono, Kapolres Tanggamus AKBP
Rahmat Sujatmiko, Kejaksaan Negeri Tanggamus yang diwakili Kasi Perdata dan
Tata Usaha Negara (Datun) Tri Nurandi Sinaga, unsur Badan Intelijen Daerah
(Binda), Sekretaris Daerah Suaidi, para asisten, kepala OPD, serta kepala
bagian di lingkungan Pemkab Tanggamus.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Setdakab Tanggamus Rully Runa Yuda dalam paparannya menjelaskan, keberadaan
Forkopimda bertujuan menciptakan hubungan harmonis antarunsur pimpinan daerah,
menyelesaikan persoalan strategis, memperkuat deteksi dini, cegah dini, dan
penanganan dini, sekaligus menjaga stabilitas politik, sosial, dan
penyelenggaraan pemerintahan.
Baca Lainnya :
- Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus Ungkap Curanmor di Semaka, Pelaku Ditindak Tegas Terukur0
- Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus dan Polsek Semaka Amankan Terduga Pemerasan0
- Bupati Tanggamus Dorong Transparansi Layanan Bapenda0
- Kapolres AKBP Rahmad Sujatmiko Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 56 Personel Polres Tanggamus 0
- Bupati Tanggamus Minta Program Kopi Tak Berhenti di Ruang Rapat0
Ia juga memaparkan sejumlah langkah yang telah
dilakukan pemerintah daerah, mulai dari penguatan ideologi Pancasila,
penyaluran bantuan keuangan partai politik, penertiban pasar, pemberantasan
rokok ilegal, penertiban tambang ilegal, hingga pengembangan destinasi wisata
Pantai Muara Indah.
Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo
menegaskan bahwa kondisi politik di Kabupaten Tanggamus secara umum tetap
kondusif meski dinamika internal partai politik tetap terjadi.
"Kalau bicara politik di Kabupaten
Tanggamus, semuanya secara umum berjalan kondusif. Dinamika di internal partai
merupakan hal yang wajar, tetapi secara keseluruhan situasi politik tetap aman
dan kondusif," ujarnya.
Agung juga meminta agar setiap program
pemerintah daerah benar-benar selaras dengan RPJMD dan visi misi kepala daerah
sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Selain itu, ia menyoroti penataan pasar maupun
penertiban tambang agar selalu dibarengi solusi bagi masyarakat.
"Ketika pemerintah melakukan penertiban,
tentu harus diikuti solusi. Pedagang juga harus diberikan sarana dan prasarana
sehingga penataan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," katanya.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko
menyampaikan sejumlah isu keamanan yang menjadi perhatian, mulai dari konflik
lahan, kondisi Jembatan Way Kandis, kecelakaan lalu lintas, hingga upaya
menjaga stabilitas keamanan menjelang berbagai agenda masyarakat.
Ia mengungkapkan, penyelesaian konflik lahan
dilakukan melalui pendekatan persuasif sembari tetap menghormati proses hukum
yang berjalan.
"Kami terus mengedepankan komunikasi
kepada seluruh pihak agar tidak berkembang menjadi konflik sosial. Semua proses
hukum berjalan dan kami mengajak masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas
tetap kondusif," tegas Rahmat.
Kapolres juga menyampaikan perkembangan program
penanaman bawang putih di Kecamatan Ulu Belu yang menjadi bagian dukungan
terhadap program swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Dandim 0424/Tanggamus Letkol
Inf. Dwi Djunaidi Mulyono memaparkan sejumlah isu strategis daerah sepanjang
Januari hingga Juni 2026 berdasarkan aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial,
budaya, pertahanan dan keamanan.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah
maraknya penyebaran informasi bernuansa SARA dan hoaks di media sosial akibat
rendahnya literasi digital masyarakat.
"Masih ditemukan unggahan bernuansa SARA
yang berpotensi memicu perpecahan. Karena itu kami terus mengedukasi masyarakat
melalui komunikasi sosial dan penguatan wawasan kebangsaan," ujarnya.
Dari sisi penegakan hukum, Kasi Datun Kejari
Tanggamus Tri Nurandi Sinaga menyampaikan sejumlah perhatian, di antaranya
potensi penyimpangan dana desa, tingginya penyalahgunaan narkotika, konflik
agraria, hingga potensi polarisasi sosial pasca agenda politik.
Ia mengatakan Kejaksaan terus mengoptimalkan
program Jaga Desa, penyuluhan hukum, serta mendorong pembangunan pusat
rehabilitasi narkotika di Kabupaten Tanggamus.
"Kami berharap pemerintah daerah dapat
mendukung pembangunan pusat rehabilitasi ketergantungan narkotika agar
penanganan korban penyalahgunaan narkoba menjadi lebih efektif," katanya.
Sementara itu, perwakilan Binda Tanggamus,
Fadil, mengungkapkan adanya sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi,
mulai dari penyebaran paham khilafah melalui komunitas terselubung, dinamika
pergerakan mahasiswa, konflik satwa liar dengan masyarakat, aktivitas
pertambangan ilegal di kawasan hutan, hingga peredaran senjata api ilegal yang
diduga berkaitan dengan maraknya kasus begal.
Sekretaris Daerah Tanggamus Suaidi menekankan
pentingnya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan DPRD,
sekaligus memperkuat koordinasi hingga tingkat Forkopimcam agar setiap
persoalan sosial dapat diantisipasi sejak dini.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati
Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menegaskan seluruh persoalan akan dibahas secara
komprehensif dengan melibatkan seluruh instansi terkait, termasuk persoalan
tambang rakyat.
Menurutnya, pemerintah harus mampu membedakan
aktivitas masyarakat untuk kebutuhan pribadi dengan kegiatan yang bersifat
komersial.
"Kita harus memberikan kesempatan kepada
masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi tentu ada batasannya. Kalau
sudah bersifat komersial dan melanggar aturan, tentu harus ditindak sesuai ketentuan.
Semua ini akan kita pelajari bersama agar ada solusi yang berpihak kepada
masyarakat namun tetap sesuai aturan," tegas Bupati.
Ia berharap sinergi seluruh unsur Forkopimda
terus diperkuat sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dan pembangunan di Kabupaten
Tanggamus dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat. [MFH/Din/rils]










3.jpg)