Lampung Buka Peluang Lulusan SMK Tembus Pasar Kerja Internasional

By redaksi 21 Agu 2026, 12:48:57 WIB Nasional
Lampung Buka Peluang Lulusan SMK Tembus Pasar Kerja Internasional

JAKARTA, MFH,-- Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pendidikan vokasi sebagai langkah strategis membuka akses kerja yang lebih luas bagi generasi muda, termasuk peluang menembus pasar kerja internasional.

Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Audiensi membahas pengembangan program SMK Go Global, yang diarahkan untuk mempersiapkan lulusan SMK agar mampu bekerja di luar negeri secara legal, aman, terampil, profesional, dan bermartabat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah turut mendampingi Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela. Rombongan disambut langsung Menteri KP2MI Mukhtarudin bersama Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla. 

Baca Lainnya :

Program SMK Go Global diharapkan menjadi jembatan bagi lulusan pendidikan vokasi di Lampung untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh akses karier internasional melalui jalur penempatan pekerja migran yang resmi dan terlindungi.

Menteri KP2MI Mukhtarudin menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kesiapan calon pekerja migran perlu dibangun sejak masih berada di bangku sekolah, sehingga lulusan SMK tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Lulusan SMK harus dipersiapkan sejak dari bangku sekolah agar memiliki kompetensi, sertifikasi, kemampuan bahasa, serta pemahaman mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara resmi,” ujar Mukhtarudin.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menilai pengembangan SMK Go Global merupakan langkah konkret untuk memberikan pilihan masa depan yang lebih luas bagi generasi muda di daerah.

Menurut Ela, pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Karena itu, lulusan SMK perlu dibekali keterampilan, kompetensi, sertifikasi, serta akses informasi kerja yang jelas, termasuk untuk peluang kerja di tingkat internasional.

“Kami ingin anak-anak muda dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. Mereka harus dibekali keterampilan, kompetensi dan akses kerja yang jelas, sehingga ketika bekerja ke luar negeri mereka berangkat melalui jalur yang legal, aman dan profesional,” kata Ela.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur siap mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang menempuh pendidikan vokasi.

Bagi Ela, peluang kerja ke luar negeri tidak boleh hanya dilihat dari sisi penempatan, tetapi juga harus diiringi dengan kesiapan kompetensi dan perlindungan bagi para pekerja migran. Dengan demikian, generasi muda daerah dapat memperoleh pengalaman dan penghasilan sekaligus tetap mendapatkan kepastian serta perlindungan selama bekerja di luar negeri.

“SDM unggul dari daerah adalah kekuatan bangsa. Kalau anak-anak muda kita memiliki keterampilan dan daya saing global, tentu ini akan menjadi modal besar bagi Lampung sekaligus Indonesia untuk bersaing di dunia internasional,” ujarnya.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota, satuan pendidikan vokasi, dan KP2MI diharapkan dapat melahirkan skema pendidikan dan penempatan kerja yang semakin terintegrasi.

Melalui SMK Go Global, lulusan SMK di Lampung diharapkan tidak sekadar memiliki cita-cita untuk bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki kompetensi, sertifikasi, kemampuan bahasa, pengetahuan prosedur, serta akses penempatan yang legal dan terlindungi.

Dengan begitu, pendidikan vokasi tidak hanya menjadi jalan menuju kelulusan, tetapi juga menjadi pintu bagi generasi muda Lampung untuk membangun masa depan dan bersaing di dunia kerja global secara aman dan bermartabat. [MFH/Komdigi Lampung Timur]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment