- Prosedur Permohonan Jawaban Informasi Publik ke Komisi Informasi Provinsi Lampung
- Pesawaran Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Pajak Melalui Layanan SPLP
- Ombudsman RI Lakukan Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik
- Wabup Pringsewu Buka Gerakan Penetrasi Pasar di Gadingrejo
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Finalisasi SOP dan Persiapan MRC Pekerja Migran
- HUT ke-79 Korem 043/Gatam dan Hari Pelanggan PLN Ramaikan CFD Kota Metro
- Pemkot Metro Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi
- Tabligh Akbar dan Bendera Merah Putih Warnai HUT ke-81 RI di Ponpes Hasyimiah Lambar
- Kejar Target SDGs 2030, Pemkab Pesisir Barat Ikuti Kick-Off I-SIM 2026
- Gubernur Mirza Dorong Kawasan Pesisir jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Mirza Dorong Kawasan Pesisir jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menata kawasan
pesisir terpadu guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menjadi
keynote speaker sekaligus membuka Seminar Nasional bertajuk "Menata
Pesisir: Wujudkan Waterfront City untuk Lampung Maju", yang
diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Swiss-Belhotel,
Kamis (20/8/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Perkuat Tata Organisasi Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Berintegritas0
- Meriah !!! Sehari Kantor Kemenag Bandar Lampung jadi Panggung Kemerdekaan0
- Dari Tumpeng hingga Estafet Kelereng, DWP Kemenag Bandar Lampung Semarakkan HUT RI0
- Pemprov Buka Kolaborasi Pengelolaan Sampah Pasar untuk Hasilkan Pupuk Organik0
- Pemprov Lampung Antisipasi Kenaikan Harga Pangan0
Dalam arahannya, Gubernur Rahmat
Mirzani Djausal menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki garis pantai
strategis yang berada di jalur ALKI 1 dan keindahan teluk yang menjadi modal
besar pertumbuhan ekonomi. Gubernur menargetkan pertumbuhan ekonomi Lampung
mampu melaju di atas angka 8% guna menopang visi Indonesia Emas.
"Pertanyaannya bukan lagi
apakah Lampung sudah punya potensi, pertanyaannya adalah sudah sejauh mana
potensi itu kita mengubah menjadi pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat bagi
masyarakat," ujar Gubernur.
Gubernur memaparkan, sektor pariwisata
menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Lampung. Pada tahun 2025,
kunjungan wisatawan nusantara tercatat melonjak hingga 27 juta kunjungan dari
17 juta di tahun 2024, serta menyumbang sekitar Rp55 triliun terhadap Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung. Meski demikian, tantangan utama yang
dihadapi saat ini adalah rendahnya masa tinggal wisatawan (length of stay).
"Strateginya Provinsi Lampung
ke depan adalah bagaimana wisatawan nusantara yang datang, tinggal lebih lama,
belanja lebih banyak. Maka ekonominya tumbuh," tegasnya.
Terkait pengembangan pesisir Kota
Bandar Lampung, Gubernur menyoroti rencana pembangunan Waterfront City
sepanjang 27 kilometer yang telah digagas sejak belasan tahun lalu namun kerap
mengalami hambatan akibat ego sektoral serta kompleksitas tata ruang
antarpemangku kepentingan.
"Penataan ini tidak bisa
dilakukan oleh kotamadya sendiri. Pemprov harus sepakat dengan master plan ini,
swasta harus sepakat dengan master plan ini," jelasnya.
Guna mewujudkan kawasan pesisir
yang modern dan berkelanjutan, Gubernur menitipkan arahan strategis kepada para
insinyur dan pemangku kebijakan:
Perencanaan kawasan terintegrasi yang bertumpu
pada komitmen bersama seluruh pihak.
Penjagaan keseimbangan ekologi dan
kesejahteraan warga dengan memprioritaskan mitigasi isu lingkungan serta
sosial.
Penetapan target awal yang
realistis (quick wins) guna memberikan dampak langsung bagi daya tarik pariwisata
dan masyarakat lokal.
Kesiapan menyeluruh proyek
investasi mulai dari tata ruang, kepastian legalitas, studi kelayakan, dokumen
lingkungan, hingga skema pembiayaan agar beralih dari sekadar gagasan (project
idea) menjadi proyek siap tawar (project ready to offer).
Gubernur berharap PII Wilayah
Lampung dapat terus memberikan kontribusi kepakaran dalam merumuskan pembaruan
rencana tata ruang pesisir yang aplikatif.
Sementara itu, Walikota Bandar Lampung Eva
Dwiana menyatakan kesiapan penuh jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk
berkolaborasi dan mendukung penataan garis pantai kota. Eva menuturkan bahwa
Bandar Lampung memiliki empat kecamatan di wilayah pesisir serta aset potensial
seluas 1,5 hektar yang siap ditata secara profesional.
"Ayo kita jalan. Go, Pak,
untuk Bandar Lampung! Kami siapkan dananya, Bapak yang mengerjakan. Insinyurnya
ada di Bandar Lampung," kata Eva Dwiana.
Eva menambahkan, Pemerintah
Kota Bandar Lampung saat ini terus menggenjot pembenahan infrastruktur dasar di
kawasan pesisir, mencakup jaringan drainase, akses jalan, hingga penyediaan
sarana air bersih warga, sembari terus menyiapkan ekosistem pendukung
pariwisata kota seperti penguatan UMKM dan kesiapan hotel-hotel berbintang.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)