- Inpres Jalan Daerah Perkuat Distribusi Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Lampung
- Lampung Perkenalkan Inovasi Pertanian dan Produk Unggulan Daerah di PENAS XVII Gorontalo
- BAZNAS Tanggamus Siapkan Program Nelayan Berdaya, DKP Diminta Data Penerima
- Langit Berdarah di Atas Eropa: Ketika Krakatau Mencuri Panas Bumi
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Rakor Pembangunan Daerah Provinsi Lampung 2026
- Pekan Kebudayaan Daerah Perkuat Pelestarian Seni dan Identitas Lampung Utara
- Pemkab Lampung Tengah Terima Sertifikat Hak Pakai Aset dari ATR/BPN
- Pemkab Lamteng Matangkan Persiapan Pelantikan 14 Kepala Kampung Antar Waktu
- Hari Kedua Festival UMKM dan Nobar Piala Dunia Lamtim Diserbu Ribuan Warga, UMKM Kebanjiran Pembeli
- Ketua TP PKK Pesawaran Ajak Masyarakat Manfaatkan Posyandu
Lampung Perkenalkan Inovasi Pertanian dan Produk Unggulan Daerah di PENAS XVII Gorontalo

GORONTALO, MFH,-- Stan Pemerintah Provinsi
Lampung menjadi salah satu pusat perhatian dalam gelaran Pekan Nasional (PENAS)
Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Sejak dibuka, stan Lampung
terus dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang ingin mengetahui lebih
dekat inovasi pertanian unggulan yang dikembangkan di Provinsi Lampung,
khususnya Pupuk Hayati Cair (PHC) yang menjadi salah satu program unggulan
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Senin (22/6/2026).
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang
pelaksanaan pameran. Tidak hanya petani dan nelayan, berbagai kalangan mulai
dari penyuluh pertanian, akademisi, pelaku usaha hingga perwakilan pemerintah
daerah turut mengunjungi stan Lampung untuk memperoleh informasi mengenai
manfaat dan proses produksi PHC yang telah diterapkan di sejumlah wilayah
sentra pertanian di Provinsi Lampung.
PHC merupakan inovasi pertanian berbasis
bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti air cucian
beras dan air kelapa, yang diolah menjadi nutrisi tanaman ramah lingkungan.
Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah,
mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus menekan biaya
produksi pertanian.
Baca Lainnya :
- BAZNAS Tanggamus Siapkan Program Nelayan Berdaya, DKP Diminta Data Penerima0
- Langit Berdarah di Atas Eropa: Ketika Krakatau Mencuri Panas Bumi0
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Rakor Pembangunan Daerah Provinsi Lampung 20260
- Pekan Kebudayaan Daerah Perkuat Pelestarian Seni dan Identitas Lampung Utara0
- Pemkab Lampung Tengah Terima Sertifikat Hak Pakai Aset dari ATR/BPN0
Melalui program PHC, Pemerintah Provinsi
Lampung mendorong lahirnya sistem pertanian yang lebih mandiri dan
berkelanjutan. Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi nyata
Lampung dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan
melalui peningkatan produktivitas pertanian yang efisien dan ramah lingkungan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
sebelumnya menegaskan bahwa program PHC dikembangkan untuk memperkuat
kemandirian petani sekaligus menekan biaya produksi pertanian melalui
pembangunan fasilitas produksi pupuk mandiri di berbagai daerah.
"Kami telah membangun fasilitas produksi
mandiri di ratusan desa, dan Gapoktan itu dibekali agar bisa memproduksi
sendiri kebutuhan pupuk mereka," kata Gubernur Mirza.
Menurut Gubernur Mirza, ketersediaan pupuk yang
mudah dijangkau dan berbiaya rendah akan membantu meningkatkan produktivitas
pertanian sekaligus memperbesar keuntungan petani. Karena itu, program PHC
terus diperluas sebagai bagian dari strategi pembangunan pertanian yang
berorientasi pada kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan
Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menyampaikan bahwa tingginya
antusiasme pengunjung terhadap Stan Lampung menunjukkan semakin besarnya
perhatian berbagai daerah terhadap inovasi pertanian yang dikembangkan di
Provinsi Lampung.
Menurut Elvira, PHC merupakan salah satu bentuk
transformasi sektor pertanian yang tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil
produksi, tetapi juga membangun kemandirian petani melalui pemanfaatan sumber
daya lokal yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh
praktik baik yang dapat diterapkan di berbagai daerah dalam mendukung ketahanan
pangan nasional.
Sementara itu, Perwakilan Kontak Tani Nelayan
Andalan (KTNA) Provinsi Lampung, Sugito, mengungkapkan bahwa PHC telah
memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama dalam memperbaiki kualitas lahan
dan menekan biaya operasional usaha tani.
"Ini program unggulan Provinsi Lampung,
programnya Pak Gubernur Mirza. Jadi PHC ini selain meningkatkan kesuburan tanah
yang jenuh akibat pupuk kimia, inovasi PHC ini pun sekaligus memangkas biaya
operasional petani," ujarnya.
Menurutnya, penggunaan PHC mampu membantu
memulihkan kesuburan tanah yang mengalami kejenuhan akibat penggunaan pupuk
kimia dalam jangka panjang. Selain itu, tanaman menjadi lebih sehat dengan daun
yang lebih hijau, batang lebih kuat, serta tingkat serangan hama yang cenderung
menurun.
Dalam kesempatan tersebut, Kelompok Wanita Tani
(KWT) Provinsi Lampung turut berpartisipasi dengan memamerkan berbagai produk
olahan unggulan daerah, antara lain kopi bubuk khas Lampung, lada, aneka
keripik, sale pisang, minuman rempah, tepung mocaf, susu bubuk, hingga alpukat
Siger Mas yang menjadi salah satu komoditas unggulan Lampung.
Perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lampung
Ester, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam PENAS XVII menjadi kesempatan
penting untuk memperkenalkan hasil olahan dan produk pertanian perempuan tani
Lampung kepada masyarakat luas.
"Melalui PENAS ini kami dapat
memperkenalkan produk-produk unggulan hasil olahan kelompok wanita tani Lampung
sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Kami berharap produk-produk
lokal Lampung semakin dikenal dan mampu meningkatkan pendapatan anggota
kelompok tani wanita," ujarnya.
Partisipasi Lampung dalam PENAS XVII menjadi
ajang strategis untuk memperkenalkan berbagai inovasi daerah kepada peserta
dari seluruh Indonesia. Pemerintah Provinsi Lampung berharap keberhasilan
penerapan PHC dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat
ketahanan pangan nasional melalui inovasi yang sederhana, terjangkau, dan
berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas
Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung menyampaikan
apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak swasta dan sponsor yang telah
mendukung keikutsertaan Lampung pada PENAS XVII Tahun 2026 di Gorontalo, yaitu
Bank Lampung, PT Bukit Asam, Great Giant Pineapple, PT Lambang Jaya, PT Pupuk
Indonesia, PT Central Pertiwi Bahari, Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia
(ADPI), PTPN I Regional 7, PT Asia Makmur, BRI, JAPFA, PT Charoen Pokphand
Indonesia, New Hope, Haida Bioteknologi Indonesia, CV Bumi Jaya Sejati, Maxxi,
Green Coffee Exporters, Wong Coco, PT Putrabali Adyamulia, SJI dan Nestlé.
Keikutsertaan Provinsi Lampung pada PENAS XVII
juga mendapat dukungan dari berbagai mitra pembangunan dan pemangku kepentingan
sektor pertanian yang selama ini berkolaborasi dalam mendorong kemajuan
pertanian daerah.Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan
berbagai inovasi unggulan Lampung kepada peserta dari seluruh Indonesia
sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan masyarakat. [MFH/Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)