Lampung Perkenalkan Inovasi Pertanian dan Produk Unggulan Daerah di PENAS XVII Gorontalo

By redaksi 23 Jun 2026, 19:13:55 WIB Nasional
Lampung Perkenalkan Inovasi Pertanian dan Produk Unggulan Daerah di PENAS XVII Gorontalo

GORONTALO, MFH,-- Stan Pemerintah Provinsi Lampung menjadi salah satu pusat perhatian dalam gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Sejak dibuka, stan Lampung terus dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang ingin mengetahui lebih dekat inovasi pertanian unggulan yang dikembangkan di Provinsi Lampung, khususnya Pupuk Hayati Cair (PHC) yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Senin (22/6/2026).

Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang pelaksanaan pameran. Tidak hanya petani dan nelayan, berbagai kalangan mulai dari penyuluh pertanian, akademisi, pelaku usaha hingga perwakilan pemerintah daerah turut mengunjungi stan Lampung untuk memperoleh informasi mengenai manfaat dan proses produksi PHC yang telah diterapkan di sejumlah wilayah sentra pertanian di Provinsi Lampung.

PHC merupakan inovasi pertanian berbasis bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti air cucian beras dan air kelapa, yang diolah menjadi nutrisi tanaman ramah lingkungan. Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus menekan biaya produksi pertanian.

Baca Lainnya :

Melalui program PHC, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong lahirnya sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi nyata Lampung dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian yang efisien dan ramah lingkungan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebelumnya menegaskan bahwa program PHC dikembangkan untuk memperkuat kemandirian petani sekaligus menekan biaya produksi pertanian melalui pembangunan fasilitas produksi pupuk mandiri di berbagai daerah.

"Kami telah membangun fasilitas produksi mandiri di ratusan desa, dan Gapoktan itu dibekali agar bisa memproduksi sendiri kebutuhan pupuk mereka," kata Gubernur Mirza.

Menurut Gubernur Mirza, ketersediaan pupuk yang mudah dijangkau dan berbiaya rendah akan membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbesar keuntungan petani. Karena itu, program PHC terus diperluas sebagai bagian dari strategi pembangunan pertanian yang berorientasi pada kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme pengunjung terhadap Stan Lampung menunjukkan semakin besarnya perhatian berbagai daerah terhadap inovasi pertanian yang dikembangkan di Provinsi Lampung.

Menurut Elvira, PHC merupakan salah satu bentuk transformasi sektor pertanian yang tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga membangun kemandirian petani melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan.

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat diterapkan di berbagai daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Perwakilan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung, Sugito, mengungkapkan bahwa PHC telah memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama dalam memperbaiki kualitas lahan dan menekan biaya operasional usaha tani.

"Ini program unggulan Provinsi Lampung, programnya Pak Gubernur Mirza. Jadi PHC ini selain meningkatkan kesuburan tanah yang jenuh akibat pupuk kimia, inovasi PHC ini pun sekaligus memangkas biaya operasional petani," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan PHC mampu membantu memulihkan kesuburan tanah yang mengalami kejenuhan akibat penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang. Selain itu, tanaman menjadi lebih sehat dengan daun yang lebih hijau, batang lebih kuat, serta tingkat serangan hama yang cenderung menurun.

Dalam kesempatan tersebut, Kelompok Wanita Tani (KWT) Provinsi Lampung turut berpartisipasi dengan memamerkan berbagai produk olahan unggulan daerah, antara lain kopi bubuk khas Lampung, lada, aneka keripik, sale pisang, minuman rempah, tepung mocaf, susu bubuk, hingga alpukat Siger Mas yang menjadi salah satu komoditas unggulan Lampung.

Perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lampung Ester, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam PENAS XVII menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan hasil olahan dan produk pertanian perempuan tani Lampung kepada masyarakat luas.

"Melalui PENAS ini kami dapat memperkenalkan produk-produk unggulan hasil olahan kelompok wanita tani Lampung sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Kami berharap produk-produk lokal Lampung semakin dikenal dan mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok tani wanita," ujarnya.

Partisipasi Lampung dalam PENAS XVII menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan berbagai inovasi daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia. Pemerintah Provinsi Lampung berharap keberhasilan penerapan PHC dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi yang sederhana, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak swasta dan sponsor yang telah mendukung keikutsertaan Lampung pada PENAS XVII Tahun 2026 di Gorontalo, yaitu Bank Lampung, PT Bukit Asam, Great Giant Pineapple, PT Lambang Jaya, PT Pupuk Indonesia, PT Central Pertiwi Bahari, Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI), PTPN I Regional 7, PT Asia Makmur, BRI, JAPFA, PT Charoen Pokphand Indonesia, New Hope, Haida Bioteknologi Indonesia, CV Bumi Jaya Sejati, Maxxi, Green Coffee Exporters, Wong Coco, PT Putrabali Adyamulia, SJI dan Nestlé.

Keikutsertaan Provinsi Lampung pada PENAS XVII juga mendapat dukungan dari berbagai mitra pembangunan dan pemangku kepentingan sektor pertanian yang selama ini berkolaborasi dalam mendorong kemajuan pertanian daerah.Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan berbagai inovasi unggulan Lampung kepada peserta dari seluruh Indonesia sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan masyarakat. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment