- Damkar Tanggamus Bergerak, Semprot Sekolah dan Fasilitas Terdampak Abu Vulkanik
- Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan
- Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
- Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
- 20 Kecamatan Terdampak Abu Vulkanik, KBM Dialihkan Daring 7–8 September
- Bupati Perintahkan OPD Bergerak Cepat Antisipasi Abu Krakatau dan Karhutla
- Bupati Harap KONI Expo Bukan Pameran, Tapi Pencetak Juara dan Penggerak Ekonomi
- Vesta Pantai 2026 Meriahkan Pesisir Barat
- Waspada Dampak Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi
Warga RT. 01 Dusun Serbajadi 2 Pemanggilan, Keluhkan Pembangunan SPAM


PEMANGGILAN, MFH,-- Proyek Sistem Peningkatan
Air Minum (SPAM) di RT.01 Dusun Serbajadi 2, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar,
Kabupaten Lampung Selatan dengan sumberdana berasal dari APBD Kabupaten Lampung
Selatan, menyisakan berbagai masalah.
Kualitas bangunan tower SPAM dan pemasangan SR
kran meteran ke rumah-rumah warga yang bocor menuai sorotan tajam dan dikeluhkan
warga.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Siapkan ASN Unggul Melalui PKA dan Latsar CPNS 20260
- Buntut Kesenjangan Upah, Buruh PT. Oasis Wood Industri Sampaikan Aspirasi di DPRD Lamsel0
- Lampung Dorong Investasi Energi Hijau, Proyek Bioetanol Siap Dikembangkan0
- Anggota DPRD Lamsel Dorong Pemuda Aktif Kawal Kebijakan Daerah Lewat Forum Kreatif0
- Anggota DPRD Lamsel Fraksi Gerindra Waris Basuki, Dukung Pergantian Pimpinan Badan Gizi Nasional0
Hal tersebut disampaikan Ketua RT.01, Dusun
Serbajadi 2, Pemanggilan, Natar, Muhammad Jaza kepada awak media melalui sambungan
telepon seluler, Jumat (19/06/2026).
“Bangunan SPAM memang sudah selesai dibangun,
tapi ada beberapa masalah yang mengganjal, kualitas bangunan, tower penampungan
air bocor di beberapa tempat, sambungan SR meteran ke rumah warga juga bocor. Masalah
ini memerlukan penanganan konkret agar pembangunan infrastruktur tidak
merugikan masyarakat,” ujarnya.
Masih menurut dia, warga melalui ketua RT sudah
melaporkan permasalahan tersebut kepada pihak terkait, tetapi sampai saat ini
tidak mendapat respon selayaknya. Alih-alih
memperbaiki dan mencarikan solusi keluhan warga, pihak UPT Natar dengan
berbagai dalih dan alasan hanya memberikan janji-janji tanpa tindakannya nyata.
Lanjut Muhammad Jaza, saat pemasangan SR Kran
meter, warga dan ketua RT tempat lokasi dibangunnya SPAM sudah mempertanyakan
kepada pelaksana proyek terkait pemasangan SR kran yang terkesan dipaksakan.
“Ada
perbedaan ulir sambungan antara pipa dengan kran, kedua sisi tersebut ulirnya berbeda,
tidak cocok satu sama lain. Hal tersebut tentu saja akan membuat sambungan
tidak rapat dan bocor. Tapi pihak pelaksana tetap memaksakan memasang sambungan
lalu menambalnya dengan plastik steel, dan beralasan nanti ada perbaikan,”
urainya.
Dengan adanya berbagai masalah tersebut pihak
pelaksana pembangunan SPAM dan dinas terkait secepatnya harus melakukan
perbaikan dan evaluasi menyeluruh, apalagi sudah ada keluhan warga yang menyoal
kualitas proyek SPAM.
“Kami selaku ketua RT mewakili warga di lokasi
pembangunan SPAM, mengharapkan perbaikan dan evaluasi terhadap kualitas
pembangunan tower dan sambungan SR kran pipa ke rumah-rumah warga. Jangan
sampai pembangunan infrastruktur yang ditujukan untuk meningkatkan
kesejahteraan warga justru kurang bermanfaat, dan tidak optimal,” pungkas Muhammad
Jaza. [MFH/red]











3.jpg)