- Pemprov Dorong Optimalisasi PAD dan Penertiban Retribusi Infrastruktur Telekomunikasi
- Agnesia Bulan Marindo Buka Wedding Fair 2026
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tanggamus Gelar Bakti Sosial di Tempat Ibadah
- Buntut Kesenjangan Upah, Buruh PT. Oasis Wood Industri Sampaikan Aspirasi di DPRD Lamsel
- Pemkab Lamtim Dampingi Pengobatan Balita Korban Luka Bakar 70 Persen
- Wamensos Optimistis Sekolah Rakyat Permanen Lamtim Rampung Tepat Waktu
- Pemprov Lampung Pertahankan WTP 12 Kali Berturut-turut
- Pemkab Pringsewu dan Kemensos RI Salurkan Bantuan Atensi Tahun 2026
- Wakil Bupati Hadiri Gerakan Serentak Penetrasi Pasar untuk Pengendalian Inflasi Daerah
- Pemkab Lampura Sinergikan Program dan Optimalkan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat
Buntut Kesenjangan Upah, Buruh PT. Oasis Wood Industri Sampaikan Aspirasi di DPRD Lamsel
Keluhkan Kejelasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan


LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Ketegangan terjadi saat
ratusan buruh PT. Oasis Wood Industri berusaha menyampaikan aspirasi di Gedung
DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Kamis 11 Juni 2026.
Massa yang berdatangan mendorong pintu gerbang
hingga roboh, Kejadian ini berawal dari aksi unjuk rasa besar-besaran yang
digelar buruh perusahaan yang beroperasi di Desa Sukabanjar, Kecamatan
Sidomulyo, untuk menuntut pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan dan kelestarian
lingkungan.
Baca Lainnya :
- Lampung Dorong Investasi Energi Hijau, Proyek Bioetanol Siap Dikembangkan0
- Anggota DPRD Lamsel Dorong Pemuda Aktif Kawal Kebijakan Daerah Lewat Forum Kreatif0
- Anggota DPRD Lamsel Fraksi Gerindra Waris Basuki, Dukung Pergantian Pimpinan Badan Gizi Nasional0
- DiLaporkan Warga Lewat 110 Polri, Jaringan Peredaran Sabu di Palas Dibongkar Polisi0
- ASDP Bakauheni Implementasikan Sterilisasi Pelabuhan dan Digitalisasi Sistem Parkir0
Dalam
orasinya, para buruh menyoroti adanya kesenjangan upah yang dianggap tidak adil
pekerja laki-laki menerima Rp100.000 per hari, sedangkan pekerja perempuan
hanya mendapatkan Rp 80.000 per hari.
Selain itu, mereka juga meminta kepastian
kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang hingga saat ini belum diberikan oleh
perusahaan.
Buruh
juga menyampaikan keluhan terkait kondisi kerja yang belum layak. Standar
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai belum diterapkan dengan baik,
salah satunya terlihat dari belum tersedianya Alat Pelindung Kerja (APK) yang
memadai bagi seluruh tenaga kerja.
" Kesenjangan dengan buruh Berbeda
Laki-laki di upah 100 ribu perhari sedangkan perempuan hanya 80 Ribu, kami juga
tidak mendapatkan jaminan sosial seperti BPJS, bila ada buruh yang mengalami
kecelakaan kerja langsung di berhentikan, bahkan saat kami bekerja tidak di
fasilitasi dengan APK," ucap Rida Salah satu buruh
Awalnya, massa berkumpul dan berorasi di depan
lokasi perusahaan, Setelah menyampaikan orasi di depan lokasi perusahaan,
rombongan massa bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan untuk
menyampaikan aspirasi secara langsung.
Namun, mereka mendapati gedung dewan tampak
lengang dan sepi meski masih berlangsung jam kerja resmi. Hal ini memicu
kekecewaan, di mana para pendemo menegaskan bahwa wakil rakyat memiliki
kewajiban untuk hadir dan mendengarkan suara rakyat, bukan menghindar saat
dimintai pertanggungjawaban demi terwujudnya keadilan sosial. [MFH/Sriw]










3.jpg)