- Damkar Tanggamus Bergerak, Semprot Sekolah dan Fasilitas Terdampak Abu Vulkanik
- Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan
- Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
- Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
- 20 Kecamatan Terdampak Abu Vulkanik, KBM Dialihkan Daring 7–8 September
- Bupati Perintahkan OPD Bergerak Cepat Antisipasi Abu Krakatau dan Karhutla
- Bupati Harap KONI Expo Bukan Pameran, Tapi Pencetak Juara dan Penggerak Ekonomi
- Vesta Pantai 2026 Meriahkan Pesisir Barat
- Waspada Dampak Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi
Buntut Kesenjangan Upah, Buruh PT. Oasis Wood Industri Sampaikan Aspirasi di DPRD Lamsel
Keluhkan Kejelasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan


LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Ketegangan terjadi saat
ratusan buruh PT. Oasis Wood Industri berusaha menyampaikan aspirasi di Gedung
DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Kamis 11 Juni 2026.
Massa yang berdatangan mendorong pintu gerbang
hingga roboh, Kejadian ini berawal dari aksi unjuk rasa besar-besaran yang
digelar buruh perusahaan yang beroperasi di Desa Sukabanjar, Kecamatan
Sidomulyo, untuk menuntut pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan dan kelestarian
lingkungan.
Baca Lainnya :
- Lampung Dorong Investasi Energi Hijau, Proyek Bioetanol Siap Dikembangkan0
- Anggota DPRD Lamsel Dorong Pemuda Aktif Kawal Kebijakan Daerah Lewat Forum Kreatif0
- Anggota DPRD Lamsel Fraksi Gerindra Waris Basuki, Dukung Pergantian Pimpinan Badan Gizi Nasional0
- DiLaporkan Warga Lewat 110 Polri, Jaringan Peredaran Sabu di Palas Dibongkar Polisi0
- ASDP Bakauheni Implementasikan Sterilisasi Pelabuhan dan Digitalisasi Sistem Parkir0
Dalam
orasinya, para buruh menyoroti adanya kesenjangan upah yang dianggap tidak adil
pekerja laki-laki menerima Rp100.000 per hari, sedangkan pekerja perempuan
hanya mendapatkan Rp 80.000 per hari.
Selain itu, mereka juga meminta kepastian
kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang hingga saat ini belum diberikan oleh
perusahaan.
Buruh
juga menyampaikan keluhan terkait kondisi kerja yang belum layak. Standar
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai belum diterapkan dengan baik,
salah satunya terlihat dari belum tersedianya Alat Pelindung Kerja (APK) yang
memadai bagi seluruh tenaga kerja.
" Kesenjangan dengan buruh Berbeda
Laki-laki di upah 100 ribu perhari sedangkan perempuan hanya 80 Ribu, kami juga
tidak mendapatkan jaminan sosial seperti BPJS, bila ada buruh yang mengalami
kecelakaan kerja langsung di berhentikan, bahkan saat kami bekerja tidak di
fasilitasi dengan APK," ucap Rida Salah satu buruh
Awalnya, massa berkumpul dan berorasi di depan
lokasi perusahaan, Setelah menyampaikan orasi di depan lokasi perusahaan,
rombongan massa bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan untuk
menyampaikan aspirasi secara langsung.
Namun, mereka mendapati gedung dewan tampak
lengang dan sepi meski masih berlangsung jam kerja resmi. Hal ini memicu
kekecewaan, di mana para pendemo menegaskan bahwa wakil rakyat memiliki
kewajiban untuk hadir dan mendengarkan suara rakyat, bukan menghindar saat
dimintai pertanggungjawaban demi terwujudnya keadilan sosial. [MFH/Sriw]











3.jpg)