- Pemprov Lampung Siapkan ASN Unggul Melalui PKA dan Latsar CPNS 2026
- Pemprov Dorong TVRI jadi Etalase Kemajuan Desa dan Media Publik Tepercaya di Era Digital
- Gubernur Lampung Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
- Kepulangan 206 Jamaah Haji Asal Lambar Disambut Haru Wabup Mad Hasnurin dan Pihak Keluarga
- Sekda Lambar Minta Camat Aktif Sosialisasikan Keringanan Pajak Motor ke Masyarakat
- Football Festival Bupati Cup Lampung Utara: Ajang Petakan Potensi Atlet Sepak Bola Muda
- Ribuan Peserta Ramaikan Lampung Utara Night Run 2026
- Bupati Ela Pimpin Penetapan Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 34 Lamtim
- Bupati Pringsewu Ajak Jajaran Pemkab dan Masyarakat Gowes Bersama
- Pemkab Perkuat Komitmen Zona Integritas dan Luncurkan Aplikasi Antrian Online Disdukcapil
Pemprov Lampung Siapkan ASN Unggul Melalui PKA dan Latsar CPNS 2026


LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela menyampaikan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lagi cukup
hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus menjadi motor penggerak
perubahan yang adaptif, inovatif, berbasis data, serta berorientasi pada
pelayanan publik guna mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan saat
membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dan II serta
Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan XIV dan XV
Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD)
Provinsi Lampung, Senin (15/6/2026).
Baca Lainnya :
- Buntut Kesenjangan Upah, Buruh PT. Oasis Wood Industri Sampaikan Aspirasi di DPRD Lamsel0
- Lampung Dorong Investasi Energi Hijau, Proyek Bioetanol Siap Dikembangkan0
- Anggota DPRD Lamsel Dorong Pemuda Aktif Kawal Kebijakan Daerah Lewat Forum Kreatif0
- Anggota DPRD Lamsel Fraksi Gerindra Waris Basuki, Dukung Pergantian Pimpinan Badan Gizi Nasional0
- DiLaporkan Warga Lewat 110 Polri, Jaringan Peredaran Sabu di Palas Dibongkar Polisi0
Dalam arahannya, Jihan mengingatkan seluruh
peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan tidak menganggapnya
sekadar pemenuhan persyaratan administratif untuk kenaikan jabatan maupun
pengangkatan sebagai PNS.
"Pelatihan ini bukan hanya untuk
menggugurkan kewajiban administrasi. Ini adalah proses pembentukan karakter
kepemimpinan, integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan yang akan
menentukan keberhasilan pembangunan daerah," ujar Jihan.
Menurutnya, dinamika pembangunan saat ini
berlangsung sangat cepat. Berbagai persoalan baru terus muncul seiring
perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga disrupsi global yang semakin
kompleks. Karena itu, birokrasi dituntut mampu menghadirkan solusi secara
cepat, efektif, dan inovatif.
"Pemerintah tidak bisa lagi bekerja dengan
pola lama. Kita harus mampu melompat lebih cepat dengan memanfaatkan teknologi
dan inovasi. Jika tidak, kita akan tertinggal oleh perubahan yang terus
bergerak," katanya.
Jihan menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi
Lampung saat ini tengah menjalankan berbagai agenda strategis pembangunan,
mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan layanan
kesehatan dan pendidikan, percepatan penanggulangan kemiskinan, pembangunan
desa melalui Program Desaku Maju, penguatan ketahanan pangan, hingga hilirisasi
industri berbasis komoditas unggulan daerah.
Seluruh agenda tersebut, lanjutnya, membutuhkan
ASN yang mampu menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam program nyata dan
berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa seluruh ASN harus memahami
visi pembangunan Provinsi Lampung, yakni "Bersama Lampung Maju Menuju
Indonesia Emas" yang dijabarkan melalui tiga misi utama, yaitu pembangunan
ekonomi yang kuat, penguatan sumber daya manusia, serta kehidupan masyarakat
yang berkeadilan dan berkelanjutan.
"Setiap unit kerja harus mampu
menghubungkan tugas dan fungsinya dengan visi pembangunan daerah. ASN harus
menjadi fasilitator keberhasilan program-program pembangunan yang telah
ditetapkan," tegasnya.
Dalam paparannya, Jihan juga mengajak peserta
memahami tantangan besar yang akan dihadapi Indonesia menuju tahun 2045.
Tantangan tersebut meliputi perubahan demografi global, perkembangan kecerdasan
buatan (Artificial Intelligence), transformasi ekonomi digital, perubahan
iklim, hingga pergeseran geopolitik dunia.
Menurutnya, bonus demografi yang saat ini
dimiliki Lampung harus dimanfaatkan secara optimal. Dengan sekitar 68 persen
penduduk berada pada usia produktif, Lampung memiliki peluang besar untuk
mempercepat pembangunan apabila mampu meningkatkan kualitas sumber daya
manusianya.
"Jangan sampai bonus demografi berubah
menjadi beban demografi. Kuncinya ada pada kualitas SDM yang unggul, adaptif,
dan siap menghadapi perubahan zaman," ujarnya.

Jihan menekankan pentingnya transformasi
birokrasi yang tidak hanya berorientasi pada reformasi administratif, tetapi
juga perubahan paradigma secara menyeluruh.
Ia mengibaratkan reformasi sebagai perubahan
dari ulat menjadi kepompong, sedangkan transformasi merupakan perubahan dari
kepompong menjadi kupu-kupu.
"Reformasi memperbaiki yang sudah ada.
Transformasi menciptakan masa depan yang baru. Saat ini kita harus bergerak
menuju transformasi agar siap menghadapi tantangan masa depan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga
memaparkan sejumlah capaian dan tantangan pembangunan Provinsi Lampung. Ia
menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,58
persen atau menjadi yang tertinggi kedua di Sumatera, sementara inflasi tetap
terkendali dan tingkat pengangguran berada di bawah rata-rata nasional.
Namun demikian, masih terdapat pekerjaan rumah
besar yang harus diselesaikan, terutama terkait Indeks Pembangunan Manusia
(IPM), tingkat kemiskinan, kualitas pendidikan, serta infrastruktur.
"Pertumbuhan ekonomi kita sudah baik,
tetapi kualitas SDM masih harus terus ditingkatkan. IPM menjadi perhatian
serius pemerintah pusat dan harus menjadi fokus bersama seluruh perangkat
daerah," katanya.
Jihan juga menjelaskan Program Desaku Maju yang
menjadi salah satu program unggulan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
dalam mendorong transformasi ekonomi desa melalui hilirisasi komoditas
unggulan, penguatan kelembagaan ekonomi desa, peningkatan kapasitas SDM, hingga
pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Salah satu subprogram yang tengah dikembangkan
adalah penerapan Pupuk Organik Cair (POC) serta penyediaan fasilitas pengering
hasil pertanian (bed dryer) di desa-desa sentra produksi.
Menurutnya, program tersebut berpotensi
meningkatkan produktivitas pertanian hingga 15–30 persen, memperbaiki kualitas
tanah, menekan biaya produksi petani, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil
pertanian melalui hilirisasi di tingkat desa.
"Paradigma pembangunan ke depan bukan lagi
sekadar membesarkan anggaran, tetapi membesarkan dampak. Setiap rupiah yang
dibelanjakan harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Jihan mengajak seluruh
peserta pelatihan untuk menjadi ASN yang profesional, berintegritas, inovatif,
dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan daerah.
"Jangan jadikan profesi ASN sebagai
pekerjaan rutin semata. Jadikan setiap hari kerja sebagai kontribusi nyata
untuk kemajuan Lampung dan kesejahteraan masyarakat," pesannya.
Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Lampung
Muhammad Alhusnuriski menjelaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Administrator
bertujuan mengembangkan kompetensi manajerial pejabat administrator agar mampu
memenuhi standar kompetensi jabatan dan mendukung pelaksanaan reformasi
birokrasi.
Adapun Pelatihan Dasar CPNS bertujuan membentuk
karakter dan kompetensi dasar ASN yang profesional melalui pembelajaran
terintegrasi antara penguatan nilai-nilai dasar ASN dan kompetensi teknis
bidang tugas.
Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I
diikuti 29 peserta dari berbagai instansi pemerintah daerah dan
kementerian/lembaga, sedangkan Angkatan II diikuti 45 peserta.
Sementara Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XIV dan
XV diikuti 80 peserta yang berasal dari Kabupaten Lampung Utara, Lampung Timur,
Lampung Tengah, Pringsewu, dan Mesuji.
Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan
Administrator berlangsung sejak 15 Juni hingga 3 September 2026 dengan metode
blended learning, sedangkan Pelatihan Dasar CPNS dilaksanakan hingga 24 Juli
2026.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Provinsi
Lampung berharap lahir ASN yang mampu menjadi agen transformasi birokrasi,
memperkuat pelayanan publik, serta mengakselerasi terwujudnya Lampung Maju
menuju Indonesia Emas 2045. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)